First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Jealous


__ADS_3

Kenzo membuka ponselnya hendak menelpon Zico sambil menatap Gita dari mobilnya, tetapi ternyata Gita sudah terjatuh didorong oleh salah seorang pria yang mengganggunya.


Ia segera turun dari mobilnya dan berlari menghampiri Gita.


“Kamu nggak apa-apa?” Tanya Kenzo.


“Hah?” Gita mendongakkan kepalanya, ia terkejut tiba-tiba Kenzo ada di sini dan membantunya, “i…iya.. aku nggak apa-apa kok.” Sahut Gita.


“Heh! Minggir lo! jangan ganggu kita!” Teriak Pria berwajah sangar yang sedang mabuk itu.


“Lo yang minggir!” Bentak Kenzo pada sekelompok pria itu.


“Hahahaha..” Tiga pria itu tertawa, “nantangin kita dia!” seru salah satu dari mereka.


Mereka pun mencoba menghajar Kenzo, untung saja Kenzo memiliki keahlian bela diri Taekwondo sampai sabuk hitam, mereka semua pun kabur, mereka babak belur dihajar Kenzo.


“Ayo aku antar pulang!” ajak Kenzo kepada Gita.


“Eng.. enggak usah, rumah aku udah deket kok.” Tolak Gita.


Kenzo yang malas berdebat langsung saja menarik pergelangan tangan Gita, ia membukakan pintu mobilnya dan menyuru Gita masuk ke mobil nya dengan menatap tajam Gita, Gita yang dari awal merasa Kenzo tidak suka padanya pun merasa takut dengan tatapan tajam Kenzo, ia pun hanya menurut masuk ke dalam mobil Sport Kenzo.


Didalam mobil mereka berdua hanya diam, bahkan Kenzo pun tidak menanyakan dimana alamat Gita, karena tadi saat Zico memintanya untuk pulang, ia melihat Zico berbelok dan masuk ke Apartemen Surya Kencana.


Gita membelalakkan matanya, “Ka.. kamu kok tau rumah aku disini?” tanya Gita heran.


Kenzo hanya diam malas menjawab. Ia memang sangat malas membuka mulutnya untuk bicara kalau sekiranya tidak perlu untuk dibicarakan, ya bisa di bilang sikap dinginnya lebih parah dari Zico.


Karena Kenzo tidak menjawab, Gita pun hanya ikut diam.


“Tuh Zico udah cari-cari kamu dari tadi!” Ucap Kenzo saat mereka sudah tiba. Mobil Kenzo berhenti tepat di belakang mobil Zico.


Zico yang sedang bersandar di mobilnya pun melihat ada mobil Kenzo, ia menghampirinya dan mengetuk kaca mobil Kenzo, ia belum sadar kalau Gita ada di dalam mobil Kenzo, karena kacanya tak terlihat dari luar.

__ADS_1


Tuk.. tuk.. tuk..


Kenzo membuka kaca mobilnya.


“Lo ngap….?” Belum selesai ia menyelesaikan perkataannya, ia terkejut melihat Gita ada didalam mobil, “Sayang? Kok kamu bisa sama Kenzo?”


“A.. aku tadi nggak sengaja ketemu Kenzo, terus dia nganter aku pulang.” Sahut Gita.


“Tadi dia di…” belum selesai Kenzo bicara Gita sudah memotongnya, Gita tak mau Zico cemas karena kejadian tadi, ia sangat yakin kalau sampai Zico tau pasti Zico akan melarangnya untuk bekerja part time.


“Tadi aku di mini market ketemu Kenzo nya sayang!” Gita terpaksa berbohong, Kenzo yang tahu kalau Gita sedang berbohong pun menatap tajam Gita.


Kemudian Zico berjalan memutari mobil ingin membukakan pintu mobil Kenzo untuk Gita, Gita berbisik pada Kenzo, “Aku mohon jangan bilang Zico ya kalau aku tadi diganggu orang, aku takut nanti Zico melarang aku untuk kerja part time, please Kenzo, jangan sampai Zico tahu ya?” Pinta Gita.


Kenzo yang melihat tatapan memohon Gita pun hanya mengerutkan dahinya.


“Ayo!” Ajak Zico mengulurkan tangannya meminta Gita turun dari mobil Kenzo, tatapan Zico sangat dingin.


Gita pun turun dari mobil. Ia membungkukkan badannya, “Makasih ya Kenzo!”


“Kamu mau pulang atau mau aku antar ke rumah sakit? Ibu sejak tadi cemas mikirin kamu!” Tanya Zico tegas dengan tatapan tajamnya, ia terlihat sedang kesal.


“Aku mandi dulu ya, nanti baru aku ke rumah sakit.” Jawab Gita lembut, ia sebenernya tau kalau Zico sedang marah, hanya saja ia sedang lelah, malas untuk berdebat.


“Hmmm..” Jawab Zico singkat, mereka pun masuk ke apartemen Gita.


Gita bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Zico menunggunya di sofa.


Setelah sekitar tiga puluh menit Gita selesai mandi, ia pun menghampiri Zico,


“Sayang, kamu udah makan belum? Aku mau bikin mie instan nih, aku laper banget.” Tanya Gita.

__ADS_1


“Ya udah kamu aja yang makan!” Sahut Zico jutek.


Gita pun menghela nafas panjang, “Hemmmmm..” ia pun duduk disamping Zico dan memegang tangan Zico.


“Sayang, kamu marah ya? Maaf ya aku nggak ngabarin kamu tadi, maaf juga aku nggak angkat telpon kamu dan nggak balas SMS kamu, Hp aku low.” Terang Gita.


“Kamu jujur sama aku, sebenernya kamu dari mana?” Tanya Zico dengan tatapan dingin.


“A…aku.. aku tadi habis cari kerja part time.” Jawab Gita menundukkan kepalanya.


Gantian Zico yang menghela nafas panjang.


“Hemmmm… kamu kerja di salah satu butik Mami aja, aku nanti bilang sama Mami.” Ucap Zico yang mulai mencair.


“Nggak usah sayang, aku udah dapet kerja kok tadi, aku nggak mau terlalu banyak merepotkan kamu, kamu udah bantu biaya rumah sakit Ibu, masa masalah cari kerja aja harus kamu lagi yang bantu aku.”  Tutur Gita.


“Sayang, aku nggak pernah sama sekali merasa direpotkan, aku udah janji kan sama kamu, aku akan selalu ada buat kamu, aku sayang banget sama kamu Gita, aku takut kamu diperlakukan yang nggak-nggak kalau kamu bekerja ditempat lain.” Terang Zico.


“Nggak kok... tadi di Mini Market itu orangnya ramah kok sayang, nggak ada yang jutek.” Sahut Gita.


“Oh! jadi kamu kerja di mini market yang tadi kamu bilang ketemu Kenzo? Mini Market mana?” Tanya Zico bersikap dingin lagi, entah mengapa, melihat Gita berada didalam mobil Kenzo tadi darahnya terasa mendidih, ingin marah tapi tidak tahu harus marah pada siapa, karena seharusnya ia bersyukur Gita baik-baik saja, dan berterimakasih pada Kenzo karena sudah mengantar Gita pulang, tapi ia merasa gerah membayangkan Gita dan Kenzo berduaan di dalam mobil.


“Di sekitar sini kok, kalau jalan kaki cuma sepuluh menit dari sini.” Sahut Gita.


Zico hanya diam saja. Tiba-tiba perutnya bersuara.


Gita tertawa kecil, “Kamu laper ya?” Tanya Gita tertawa sembari membelai pipi Zico.


“Gimana nggak laper, dari siang aku belum makan kok!” Jawab Zico mengerucutkan bibirnya.


“Lho kok bisa belum makan?” Tanya Gita heran.


“Pake tanya lagi! Aku tadi kan habis antar kamu ke rumah sakit langsung main basket sama anak-anak, terus pulang basket aku balik lagi ke rumah sakit mau ajak kamu makan diluar, eh ternyata kamu nggak ada, kata Ibu kamu pulang sebentar, aku cari kamu kesini, aku panggil-panggil kamu tapi nggak ada juga, aku balik lagi ke rumah sakit ternyata kamu masih belum balik ke rumah sakit juga, akhirnya aku cari-cari kamu muter-muter daerah sini sama Kenzo, nggak ketemu juga, akhirnya aku tunggu kamu di depan apartemen, gimana aku mau makan coba kalau kamu aja nggak bisa dihubungin, aku takut banget kamu kenapa-kenapa.” Jawab Zico panjang kali lebar.

__ADS_1


“Ya ampun, kasian banget Zico nya aku.” Ucap Gita menangkupkan kedua telapak tangannya di kedua pipi Zico dan memberikan kecupan sekilas dibibirnya, “Cup” Iya merasa sangat gemas melihat sisi cerewet Zico.


Zico pun ikut menangkupkan kedua telapak tangannya di wajah Gita dan mengecupnya berkali-kali, “Cup..cup..cup..cup..cup”


__ADS_2