First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Putus?


__ADS_3

***


Keesokan paginya...


Ketika tiba di mansionnya tadi malam, Zico langsung tertidur bahkan dirinya belum sempat membersihkan dirinya, ia tertidur masih dengan menggunakan kemejanya.


Ketika ia membuka sedikit kelopak matanya ia melihat ada satu pesan dari Gita, ia pun tersenyum dengan matanya yang terpejam lagi, ia mengira kalau kemarahan Gita sudah mereda, buktinya Gita mengirimkannya pesan.


Karena merasa begitu penasaran dengan isi pesan dari Gita, ia pun mengucek kelopak matanya dan membuka matanya lagi untuk melihat isi pesan dari Gita.


{Zi! Aku mau kita putus!} isi pesan dari Gita.


Sontak saja Zico pun membelalakkan matanya dan terduduk seketika karena membaca isi pesan dari Gita, ia sampai mengucek-ngucek matanya lagi untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah lihat, bahkan ia menampar pipinya sendiri untuk meyakinkan dirinya bahwa ini hanyalah sebuah mimpi, dan ternyata semua ini nyata adanya.


Zico bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dan bergegas menghampiri Gita di kampusnya.


"Son! Kamu mau kemana? Bukannya kamu mau ke kantor hari ini dengan Daddy?" tegur mommy Celine saat melihat Zico yang sedang tergesa-gesa.

__ADS_1


"Tolong bilang Daddy ya, Mom. Zico nggak bisa ke kantor dulu hari ini, Zico izin dulu mau ke kampus mau ketemu Gita. Ada sesuatu hal penting yang harus Zico bicarakan sama Gita, Mom," pamit Zico lalu mencium pipi mommy-nya dan pergi melajukan mobilnya.


"Kenapa sih dengan anak itu? Apa mereka sedang bertengkar lagi?" gumam mommy Celine sambil menatap putra semata wayangnya.


"Siapa yang bertengkar, Sayang?" tanya daddy Austin sambil mencium kening istri tercintanya.


"Itu, Dad. Zico katanya izin nggak bisa ke kantor hari ini karena ada sesuatu hal yang harus dibicarakan dengan Gita. Mommy jadi penasaran apa sebenarnya yang mereka ingin bicarakan, apa mereka bertengkar lagi kali ya, Dad? Padahal Mommy sangat berharap mereka akan secepatnya membicarakan tentang rencana pernikahan mereka pada kita," tutur mommy Celine panjang lebar.


"Kemarin sih Daddy lihat Zico terlihat melamun setelah menerima telpon dari Tasya, tapi setelah selesai makan siang bersama kolega bisnis kita, Zico pamit karena ingin makan malam dengan Tasya. Daddy kira mereka sudah rukun lagi," terang Daddy Austin.


Mommy Celine menghela nafas kasar.


"Sudah, tidak perlu dipikirkan, biasanya juga mereka tidak pernah lama kan bertengkarnya," ucap daddy Austin merangkul mommy Celine mencoba menenangkannya.


Mommy Celine pun hanya membalasnya dengan anggukkan, walaupun sebenarnya ia merasa ada sesuatu hal yang mengganjal di hatinya.


***

__ADS_1


Di depan fakultas kedokteran kampus Gita...


"Sayang!" panggil Zico saat melihat Gita berjalan keluar dari fakultasnya.


Ia menatapnya lembut, berpura-pura tidak ada yang terjadi, padahal Gita yakin pasti Zico sudah melihat pesan darinya.


Gita hanya berhenti sejenak meliriknya dan berjalan lagi dengan langkah yang lebih cepat, ia tidak ingin lagi berbicara dengan Zico, rasa cintanya selama lima tahun ini terlalu besar dibandingkan rasa bencinya saat ini, ia takut hatinya akan luluh jika ia masih terus berhadapan dengan Zico. Ia tak sanggup untuk menatapnya.


Zico mengejarnya dan menarik pergelangan tangan Gita.


“Kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi, Zico. Lepasin, aku!” Gita menghempaskan kasar tangan Zico tanpa memandang ke arah Zico, berusaha berpura-pura tegar, padahal ia menahan air matanya yang ingin keluar dari sudut matanya sebisa mungkin.


Zico menarik Gita dengan cepat kedalam pelukannya. “Nggak, Sayang ... Kita kan udah tunangan, sebentar lagi kita akan menikah. Kamu kan janji sama aku kalau kita akan membicarakan tentang rencana pernikahan kita ke Mommy dan Daddy setelah kamu selesai KOAS nanti. Aku nggak mau kita putus, aku mohon jelasin apa kesalahan, Aku. Akan aku perbaiki kesalahan aku. But, don’t break up, Okay?” Zico memohon kepada Gita sambil memeluknya dengan erat dan mengecup pucuk kepalanya berkali-kali.


Ia tidak rela kehilangan Gita, karena hanya Gita yang telah membuatnya jatuh cinta kepada seorang wanita. Gita adalah cinta pertamanya, dan mereka telah menjalani hubungan sebagai kekasih sejak SMA kelas 3, ia sangat mencintainya. Terlebih lagi, ia dan Gita sudah merencanakan bahwa akhir bulan ini ia akan berbicara pada mommy dan daddynya tentang rencana pernikahannya. Ia sungguh tidak rela jika hubungan mereka harus kandas begitu saja.


Air mata Gita pun jatuh di pelupuk matanya saat berada di pelukan Zico, ia membayangkan bagaimana hidupnya tanpa pelukan Zico lagi, sedangkan selama ini hanya Zico yang mampu menyembuhkan setiap luka yang di laluinya. Ia selalu dibuat hangat oleh dekapannya yang selalu membuatnya nyaman dan tenang ketika hatinya sedang merasa sakit dan gelisah. Tapi segera Gita seka air matanya, ia teringat video singkat yang dikirim Priscilla yang diterimanya tadi malam, belum lagi ancaman Priscilla yang membuat Gita lebih yakin untuk mengakhiri hubungannya dengan Zico.

__ADS_1


Gita melepaskan dirinya dari pelukan Zico, ia mendorong Zico dengan kasar. “Maaf, Zico. Aku nggak bisa melanjutkan hubungan kita lagi, aku mohon hargai keputusan aku!” tegas Gita sambil memandang ke arah lain, ia tak berani menatap Zico.


__ADS_2