
Setelah membaca pesan dari Kenzo, raut wajahnya dipenuhi amarah, ia ambil ponsel Gita hendak membalas pesan Kenzo, namun ternyata ponselnya memakai kata sandi, berapa kali pun ia mencoba memasukkan angka-angka dari mulai tanggal lahir Gita, tanggal jadian Gita dengannya, namun tidak ada satupun yang valid.
Akhirnya ia letakkan kembali ponsel Gita di atas nakas.
Ia pergi kembali ke kamarnya. Ia merebahkan diri di atas ranjangnya setelah selesai mandi. Namun, berapa kali pun ia mencoba memejamkan mata, dirinya tak kunjung bisa terlelap, perasaannya dipenuhi dengan bayangan-bayangan Gita saat bersama Kenzo.
***
Keesokan paginya, di saat yang lain sudah berkumpul di ruang makan, hanya Zico saja yang belum turun ke ruang makan.
"Zayn gimana, Sya? Apa sudah turun demamnya?" tanya daddy Austin.
"Sudah, Dad. Tadi setelah Gita suapin bubur dan minum obat, dia minta tidur lagi," jelas Gita.
Daddy Austin pun mengangguk.
"Zico ke mana, ya? Kok belum turun, sih!" gerutu mommy Celine.
"Mommy, Daddy ke mana?" tanya Zefa pada Gita.
"Sayang, kamu tolong susul Zico bisa, Nak?" pinta mommy Celine Pada Gita.
"Iya, Mom!" sahut Gita.
"Zefa mau ikut Mommy ke kamar Daddy nggak?" tawar Gita pada Zefa. Ia sengaja ingin mengajak Zefa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
"Jepa udah lapal cekali, Mommy," Zefa menolak karena sudah kelaparan.
"Ya sudah Zefa makan aja, Zefa di suapin Genma, mau?" tawar mommy Celine Pada Zefa.
Zefa menganggukkan kepalanya.
Gita pun beranjak dari kursinya kemudian naik ke kamar Zico.
Tok ... Tok ... Tok ...
"Zi!" panggil Gita.
Zico tak kunjung membukakan pintunya setelah di ketuk beberapa kali, akhirnya Gita pun membuka pintunya.
Ceklek...
"Zi!" panggil Gita lagi sambil mendekati Zico yang masih tertidur di atas ranjangnya, namun ternyata Zico masih memejamkan matanya.
Gita duduk di tepi ranjang dan membelai pipi Zico dengan lembut.
"Zi, bangun ... Ini udah jam 7 lho," kata Gita.
Zico masih tak mau membuka matanya, Gita dekatkan wajahnya ke wajah Zico, menatap wajah tampan Zico sambil tersenyum.
Namun tiba-tiba saja Zico menekan tengkuk Gita dan melu mat bi bir manis Gita dengan penuh gai rah. Gita terbelalak, namun lama-lama ia pun terbuai akan ciuman Zico. Zico menekan tengkuk Gita hingga cium an mereka lebih dalam dan li dah mereka saling bertaut.
Ciuman di mobil yang tadi malam terhenti mereka lanjutkan pagi ini. Karena suasana pagi yang membuat gairah Zico meningkat, tangannya mulai masuk ke dalam baju Gita, namun Gita seketika melepaskan ciumannya dan menepis tangan Zico.
"Bangun cepetan, udah jam 7 lho! Kamu dicariin Mommy tuh!" omel Gita mengerucutkan bibirnya sambil melipat kedua tangannya di bawah dada.
Zico bangkit dari tidur nya dan memeluk perut Gita dari samping, menaruh dagunya di pundak Gita.
"Aku malas sarapan," keluh Zico.
__ADS_1
"Lho? Kenapa? Kamu sakit?" Gita seketika menghadap Zico dan menyentuh dahi Zico dengan punggung tangannya, "tapi nggak panas, kok!" ucapnya lagi.
"Badan aku memang nggak panas, tapi hati aku yang panas," ucap Zico dengan wajah memelas.
"Maksud kamu? Panas kenapa?" tanya Gita mengernyitkan dahi.
"Kamu mau ketemuan sama Kenzo, 'kan?" tanya Zico to the point.
"Kamu buka-buka HP aku?" Gita memicingkan matanya.
"Aku nggak sengaja lihat tadi malam, waktu aku lagi selimutin kamu ada chat masuk, kan kelihatan dari layar ponsel kamu," jelas Zico, "beneran kamu mau ketemuan sama dia?" tanya Zico lagi.
"Bukan sama aku, Zi. Tapi sama Zefa. Dia kangen sama Zefa, Zefa kan lengket banget sama dia," terang Gita.
"Ah, itu alasan dia aja! padahal dia tuh mau ketemu sama kamu!"
"Terserah kamu, deh! Pikirannya buruk terus sama orang, heran!" gerutu Gita sambil beranjak dari kamar Zico dengan hati kesal.
"Sayang! Sayang!" teriak Zico memanggil Gita yang terus saja pergi meninggalkannya.
Gita tiba di ruang makan dengan wajah yang cemberut. Mommy Celine dan daddy Austin pun saling melirik setelah melihat raut wajah Gita.
"Kamu kenapa, Sayang? Zico nya mana?"
"Nggak tau, Mom. Malas sarapan katanya," jawab Gita sambil mengoleskan selai di atas roti.
"Lho? Kenapa? Dia sakit?" tanya mommy Celine lagi.
"Enggak kok, Mom. Nanti Mommy tanya aja sama dia. Gita malas ngomong sama dia," ucap Gita.
Mommy Celine menatap daddy Austin lagi setelah mendengar ucapan Gita, daddy Austin menggelengkan sedikit kepalanya, meminta mommy Celine untuk berhenti bertanya pada Gita.
"Ya udah nanti Mommy tanya sama dia, ya."
"Oya, kamu jadi mau pulang ke apartemen? Kan Zayn lagi sakit, Git," tanya mommy Celine lagi.
"Iya, Mom. Zayn nya yang minta pulang, Mom."
"Lho? Kenapa? Dia nggak betah di sini?" tanya mommy Celine lagi dengan raut wajah sedih.
"Gita nggak tau, Mom. Tadi pagi waktu Gita suapin dia, dia minta pulang hari ini ... Tapi pas Gita tanya kenapa, dia nggak mau jawab. Zayn tuh tertutup banget, Mom. Gita bingung kalau bicara sama dia," keluh Gita.
"Sifatnya itu sama persis seperti Zico," sahut mommy Celine.
"Dia itu baru terbuka sama Mommy saat PDKT sama kamu, baru kali itu dia curhat sama Mommy," sambungnya.
Gita pun terdiam mendengarnya, "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya," batin Gita.
Setelah menghabiskan satu lembar roti Gita pamit ingin ke kamar untuk melihat keadaan Zayn.
"Sayang, kamu sudah selesai makannya?" tanya Gita pada Zefa.
"Sudah, Mommy. Zefa sudah kenyang!" jawab Zefa, lagi-lagi sambil membuka perutnya dan mengusap-usap perut buncitnya, membuat mommy Celine dan daddy Austin gemas dibuatnya.
"Ya sudah, ikut Mommy, Yuk! Kita lihat Kak Zayn," ajak Gita pada Zefa.
"Lho? Kamu baru makan roti satu lembar lho, Sayang. Makan lagi dong," titah mommy Celine.
"Gita nggak begitu lapar, Mom. Gita ke atas dulu ya, Mom. Kasian Zayn," pamit Gita.
__ADS_1
"Ya sudah, nanti Mommy Daddy menyusul ke atas," sahut mommy Celine.
Setelah Gita dan Zefa pergi ke kamar Zayn, Zico tiba di ruang makan dengan pakaian santai. Hanya memakai celana selutut dan kaos tanpa kerah berwarna putih.
"Lho? Son! Kamu bukannya katanya mau ketemu klien?" tanya mommy Celine.
"Enggak, Mom. Zico batalin," sahut Zico singkat.
"Kenapa?" tanya daddy Austin.
"Zico mau antar Gita sama anak-anak ke apartemen," terang Zico.
"Tapi kliennya nggak marah kan kamu batalin begitu saja?" tanya daddy Austin.
"Enggak, Dad," sahut Zico singkat sambil menyantap nasi goreng seafood favoritnya. Saat ia melihat udang di nasi goreng yang di santapnya, ia teringat Gita yang alergi pada udang.
"Mom! Gita nggak makan nasi goreng ini 'kan?" tanya Zico.
"Enggak, kok. Dia tadi cuma makan roti tawar satu lembar. Memang kenapa, Son?"
"Haah, Syukurlah! Gita alergi udang, Mom," terang Zico.
"Pantas saja dia hanya makan roti," ucap mommy Celine.
"Oya, Son! Gita kenapa cemberut gitu setelah ke kamar kamu tadi?" selidik mommy Celine.
Zico mendengus kesal.
"Zico kesal, Mom. Dia masih aja ketemuan sama Kenzo terus, sekarang kan sudah ada Zico. Ngapain coba dia masih ketemu sama Kenzo," gerutu Zico.
"Zico! Kamu tidak boleh seperti itu pada Kenzo. Apalagi sampai memusuhinya," tegur daddy Austin.
"Kenapa? Nggak Gita, nggak Daddy, semua belain Kenzo!"
"Zico! Kamu harus berpikir dewasa! Kenzo yang selama ini sudah melindungi Tasya dan anak-anak kamu saat berada jauh dari kita. Kamu seharusnya berterima kasih sama dia!" sentak daddy Austin.
"Benar apa kata Daddy, Son! Kita harus berterima kasih sama Kenzo, bukan memusuhinya," mommy Celine menimpali.
Zico hanya diam, bukan diam karena membenarkan perkataan orang tuanya, tapi diam karena kesal semua orang berpihak pada Kenzo, tak ada yang mau mengerti perasaannya.
Setelah selesai menyantap sarapannya, ia pergi ke kamar anak-anak.
Tok... Tok... Tok...
Ceklek...
"Daddy!" seru Zefa berlari menghampiri Zico.
Zico pun berjongkok dan menyambut sang putri dengan pelukan lalu menggendongnya.
"Princess Daddy udah makan?" tanya Zico setelah mencium pipinya sambil berjalan menghampiri Zayn.
"Done, Daddy!"
"Jagoan Daddy sudah makan, Nak?" tanya Zico pada Zayn sambil duduk di tepi ranjang, sedangkan Gita sedang berada di toilet.
Zico membelai kepala Zayn, namun ditepis kasar oleh Zayn. Gita yang baru saja keluar dari toilet pun terkejut melihat sikap Zayn yang terlihat kasar pada Zico.
"Zayn!" tegur Gita, kemudian menghampiri Zayn.
__ADS_1
"Kamu nggak boleh gitu sama Daddy, Nak."
"Dia bukan Daddy aku, Mommy!" bentak Zayn. Gita tercengang mendengar Zayn berani membentaknya seperti itu.