First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Putra Ketiga


__ADS_3

Dalam satu jam mereka telah selesai dengan pergumulannya.


"Maaf, Sayang!" ucap Sean mengecup kening Yolla lagi.


Sean menatap seprai yang terdapat bercak da rah di sana, ia tersenyum melihatnya, sekali lagi Sean menghujani ciuman di wajah Yolla. Ia senang mendapati Yolla yang ternyata benar-benar masih disegel, dan dirinyalah yang sudah melepas segel itu.


"Geli, Han!" pekik Yolla terkekeh saat Sean menghujani ciuman di wajahnya.


"Sssst," desis Yolla merasakan lagi perih di inti tu buhnya.


"Maaf, Sayang. Maaf! Mau berendam dulu nggak di air hangat? Siapa tau bisa sedikit meredakan sakitnya, Biar aku siapin airnya," tawar Sean.


"Gerak sedikit aja sakit, apalagi dibawa jalan, pasti sakit banget, Han," rengek Yolla.


"Aku gendong, Sayang. Mau, ya?" bujuk Sean.


Yolla pun mengangguk. Kemudian Sean pergi ke kamar mandi dan menyalakan keran air hangat di dalam bathtub, ia juga meneteskan beberapa tetes aromaterapi di sana.


Setelah semuanya siap, Sean menggendong Yolla ala bridal shower.


***


Sembilan bulan pun berlalu sejak pernikahan Yolla dan Sean. Pernikahan Kenzo dan Naura juga telah selesai digelar dua minggu setelah pernikahan Yolla dan Sean, mereka pun telah menjadi pasangan suami istri yang sah. Kenzo segera memboyong Naura ke Oxford, karena ia harus kembali mengurus anak perusahaan keluarganya yang berada di sana.


Sedangkan Gita sedang mengandung anak ketiganya, rupanya mereka benar-benar berhasil memberikan oleh-oleh spesial dari Maldives untuk mommy Celine, daddy Austin dan juga kedua buah hatinya.

__ADS_1


Saat ini kandungannya sudah berusia sembilan bulan. Zayn dan Zefa sangat senang karena tak lama lagi akan segera memiliki adik.


Saat Zico sedang di kantor, tiba-tiba ia mendapatkan telpon dari mommy Celine bahwa Gita terpeleset di kamar mandi dan mengalami pendarahan sehingga mommy Celine dan daddy Austin segera membawanya ke rumah sakit.


Zico pun segera melajukan mobilnya ke rumah sakit dengan kecepatan penuh.


"Mom! Gimana keadaan Gita? Di mana dia?" tanya Zico panik dengan napas terengah-engah dan mata yang memerah, karena sejak turun dari mobilnya, ia berlari ke depan ruang operasi. Gita sedang di operasi caesar saat ini untuk mengangkat bayinya yang untungnya masih bisa di selamatkan.


"Dia lagi di operasi, Son. Bayinya harus segera di keluarkan," terang mommy Celine.


"Terus Gita? Gimana Gita, Mom? Keadaan dia nggak begitu parah kan, Mom?" tanya Zico lagi beruntun.


Mommy Celine hanya menunduk lemah tak bisa menjawab pertanyaan putranya.


"Mom! Kenapa Mommy diem aja?" cecar


"Mommy nggak tau, Son. Kita tunggu aja sampai operasinya selesai," jawab mommy Celine.


Mendengar itu, jantung Zico semakin berdegup kencang, mendadak ia teringat akan cerita daddynya saat Gita melahirkan Zayn dan Zefa sampai mengalami koma. Ia takut kejadian itu terulang. Apalagi Gita sampai mengalami pendarahan karena terpeleset.


Satu jam berlalu, dokter pun keluar dari ruang operasi bersama seorang perawat yang mendekap erat bayi Gita yang dibalut selimut tebal untuk menghangatkannya, karena ruang operasi yang sangat dingin.


"Selamat, Tuan! Nyonya Gita telah melahirkan seorang putra," ucap dokter itu. Ia sangat mengenal siapa Zico. Karena rumah sakit itu adalah milik uncle Felix.


Zico, mommy Celine dan daddy Austin pun menghampiri bayi itu, mereka tersenyum melihatnya. Putra Zico dan Gita terlihat tak kalah tampan dari Zayn.

__ADS_1


Mommy Celine ingin sekali menggendong cucu ketiganya itu, namun bayinya belum dibersihkan, jadi perawat itu bergegas segera membawanya ke ruangan khusus bayi.


"Lalu, bagaimana keadaan istri saya, Dok?"


"Maaf, Tuan. Tadi Nyonya Gita sempat mengalami kritis dan hampir kehilangan nyawanya, tapi masa itu sudah lewat, beliau berhasil kembali, tapi sepertinya akan membutuhkan waktu untuk mengembalikan kesadarannya," jelas dokter itu.


"Maksud Dokter?"


"Setelah keluar ruang operasi, Nyonya Gita akan segera di bawa ke ruang ICU, Tuan," jelasnya lagi.


Mendengar itu hati Zico terasa sakit, darahnya terasa mendidih hingga menimbulkan rasa sakit hingga ke persendiannya, membuat tubuhnya melemas. Apa yang ia takutkan ternyata benar terjadi. Ia benar-benar merasa hancur. Ia menjatuhkan tubuhnya hingga terkulai lemas di atas lantai, ia terisak dan bersandar pada dinding seraya meremas kuat rambutnya dengan kedua telapak tangannya sendiri.


"Son, kamu tenang, ya. Kamu harus kuat supaya Gita juga kuat untuk melewati semuanya," ucap mommy Celine mencoba menenangkan Zico yang terlihat sangat kalut.


Yolla dan Sean tiba di sana. Melihat Zico yang terlihat hancur seperti itu, air mata Yolla seketika meluncur begitu lancar dari kedua belah sudut matanya.


"Zi! Gita kenapa? Dia baik-baik aja kan, Zi?" cecar Yolla dengan air matanya yang terus mengalir deras.


Baik Zico maupun mommy Celine dan daddy Austin tidak ada yang menjawab pertanyaan Yolla, karena mereka pun sedang terisak.


"Sayang, kamu tenang, ya. Ingat, kamu lagi hamil, Sayang. Kamu nggak boleh terlalu banyak menangis," ujar Sean mencoba menenangkan sang istri, karena saat di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit pun Yolla sudah menangis.


"Gimana bisa aku nggak nangis kalau lihat sahabat aku kayak gini, Han?" omel Yolla terus terisak.


"Iya aku ngerti, tapi kamu coba tenangin diri kamu dulu, Sayang. Pikirin juga anak kita," bujuk Sean berbisik. Ia sangat khawatir pada Yolla, karena kandungan Yolla yang tergolong lemah, ia sudah pernah mengalami keguguran sebelumnya. Dan dokter kandungan berpesan agar Yolla tidak boleh stress dan terlalu lelah, apalagi di trimester pertama seperti ini. Bahkan sekarang Sean lah yang membantu Papa Yolla menjalankan perusahaannya, karena Yolla harus bed rest.

__ADS_1


Yolla pun menurut dan mencoba mengatur napasnya agar emosinya menurun.


Saat ini Gita sudah keluar dari ruang operasi dan hendak di bawa ke ruang ICU. Zico menatap nanar wajah sang istri yang terbaring lemah tak sadarkan diri di atas brankar yang sedang di dorong menuju ruang ICU.


__ADS_2