First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Wanita Licik


__ADS_3

"Git, Lo cerita sama gue, ya? Jangan ada yang lo pendam lagi. Lo itu lagi menyusui, setau gue Ibu menyusui sama seperti Ibu hamil 'kan? nggak boleh stress."


Gita pun mengatur nafasnya dengan menarik nafas dan menghembuskannya secara teratur, kemudian menyeka air mata yang membasahi pipinya.


"Waktu itu ... Waktu gue sadar kalo gue hamil, gue mau berterus terang sama Zico, La. Tapi tiba-tiba ada nomer asing yang ngirim video singkat gitu, terus pas gue buka ... Zico sama Priscilla lagi tidur berdua di kamar hotel dengan tubuhnya yang terlihat polos dan berbalut selimut. Di video itu Zico lagi meluk Priscilla, La," Gita mulai terisak lagi.


"Zico, Brengsek!!!" Wajah Yolla seketika berubah menjadi merah padam, ia benar-benar tidak menyangka Zico seperti itu, apalagi dengan Priscilla, wanita licik yang dulu pernah menyakiti Gita.


"Tapi gue yakin, La. Yang sudah taroin obat itu di minuman Zico pasti Priscilla, pasti dia yang udah merencanakan semuanya, La."


"Apa di video itu ada tanggal kapan video itu direkam?" selidik Yolla.


"Ada, La. Video itu di ambil tepat sebelum Zico mendatangi gue di apartemen, jadi sebelum dia melakukannya sama gue ..., Entahlah, La," Gita tak sanggup meneruskan kalimatnya lagi.


"Priscilla itu licik, Git. Gue nggak yakin deh kalau Zico melakukannya sama si Mak Lampir itu. Lo kan tau sendiri Zico benci banget sama dia. Bisa jadi Zico di kasih obat tidur sama dia, terus dia sengaja bawa Zico ke hotel terus telanjangi Zico terus di videoin deh," duga Yolla yang sangat tahu akal licik Glenca.


"Gue juga sempat berpikir kayak gitu, La. Dan gue mau menanyakannya langsung sama Zico. Tapi tiba-tiba Priscilla telpon gue, dia ngancem gue, katanya kalau gue nggak tinggalin Zico dia akan kasih video itu ke wartawan. Lo tau sendiri kan, La. Perusahaan Daddy-nya selama ini nggak pernah terkena skandal apapun. Gue nggak mau perusahaan yang sudah susah payah Daddy-nya rintis dari nol, hancur seketika hanya karena keegoisan gue untuk mempertahankan Zico, La. Biar gimanapun Zico adalah ayah dari anak-anak gue, gue nggak mau nama Zico jelek di mata publik, La."


"Priscilla itu emang licik banget, ya! Lihat aja, gimanapun caranya, nanti saat gue balik ke Indo, gue bakal minta orang untuk ngambil salinan video itu sampe dapet."


"Enggak perlu, La. Gue nggak apa-apa, kok. Sekarang gue udah mulai terbiasa tanpa dia."


"Enggak bisa, Git! Lo sama Zico  sekarang itu udah ada anak, kalian nggak bisa pisah terus selamanya kayak gini. Karena suatu saat nanti, anak-anak lo pasti akan menanyakan keberadaan ayahnya."


Gita hanya terdiam dengan air mata yang terus jatuh membasahi punggung tangannya yang ia letakkan di atas pahanya.

__ADS_1


"Oya, terus gimana caranya bisa ada Kenzo di sini, Git?" tanya Yolla lagi, yang sangat penasaran kenapa Keenan yang super cuek dan dinginnya melebihi Zico itu bisa ada di sini, bahkan bersedia menjaga anak-anak Gita.


"Waktu gue tiba di bandara Heathrow, gue pingsan, La. Dan ternyata petugas bandara nolong gue dan bawa gue ke rumah sakit. Nah, disaat gue lagi terbaring di brankar dan didorong sama para perawat, Kenzo liat gue, terus dia yang jadi wali gue sejak saat itu, dia juga yang selama ini udah ngerawat gue selama gue hamil sampai gue melahirkan, La. Gue nggak tau gimana jadinya kalau nggak ada dia saat itu, La," terang Gita menceritakan semua kebaikan Keenan pada Yolla.


"Oh ... terus dia kenapa bisa ada di Inggris, Git?"


"Maminya sakit kanker, La. Dia lagi menemani Maminya berobat di sini, tapi sekarang Maminya udah sehat dan kembali ke Indo, tapi dia nggak balik, katanya mau lanjutin S2 nya aja di sini," tutur Gita.


"Terus lo kenapa kabur segitu jauhnya sampe ke sini? Emang lo punya kerabat di sini, Git?" selidik Yolla lagi.


"Sebenarnya, ada anak dari sepupu Ayah gue yang tinggal di sini, La. Tapi setelah gue datangi alamatnya, dia nggak tinggal di alamat itu, gue belum menemukan dia sama sekali sampai hari ini, sepertinya dia udah pindah entah kemana, La," terang Gita.


"Gila! Lo bener-bener nekat banget sih, Git. Terus kenapa lo nggak kabur ke tempat gue aja, sih? Untung aja lo ketemu Kenzo, kalo nggak, gimana nasib lo coba?" tanya Yolla lagi.


"Gue takut lo nekat bilang sama Zico kalau tau kondisi gue yang lagi hamil saat itu, La," keluh Gita.


"By the way ... Menurut gue Kenzo tuh dari dulu sebenarnya ada perasaan sama lo deh," cetus Yolla.


"Iisshh, lo tuh apa, sih? Kebiasaan banget, deh. Suka menduga-duga kayak gitu. Keenan tuh melakukan ini karena gue mengandung anak dari sahabatnya, pasti itu alasanya, La," ketus Gita.


"Ck ... Lo tuh kalau dibilangin nggak percaya banget sih ... gue tuh sahabat lo, Git. Gue bisa tau hanya dengan dia yang suka melirik lo diam-diam, dulu gue sering pergoki dia lagi ngelirik lo, tau!"


"Ck ... Yolla!" ketus Gita lagi.


"Nih, ya! Coba lo pikir, setiap kalian jalan rame-rame apa pernah dia ikut? Nggak, 'kan? Itu tuh pasti karena dia panas lihat lo sama Zico, Git."

__ADS_1


"Ck... Tau, ah!" Gita berdecak sambil meninggalkan sahabatnya yang sedang mengoceh seperti burung beo itu.


Gita pun menghampiri Mike dan Kenzo.


"Mike, kamu janji ya jangan sampai kamu bilang Zico tentang keberadaan aku di sini," pinta Gita lagi.


"Ya, Gita," sahut Mike mengiyakan permintaan Gita.


Kenzo benar-benar tidak ada mengobrol apapun dengan Mike saat tadi di tinggal oleh Gita dan Yolla. Bahkan ketika Mike bertanya pun, Kenzo hanya menjawab seperlunya saja, tanpa bertanya balik.


Yolla yang begitu merindukan Gita. memilih untuk menginap selama satu minggu di tempat tinggal Gita saat ini.


Mike memilih kembali ke paris lebih dulu karena ada sesuatu hal yang harus di urusnya.


Sedangkan Kenzo kembali ke apartemennya, yang unitnya berdampingan dengan unit Gita di apartemen itu.


Keesokan paginya, Gita ingin berbelanja membeli beberapa keperluan si kembar di supermarket terdekat. Saat Gita pergi, Yolla lah yang menjaga si kembar yang sedang tertidur di rumah.


Setelah selesai berbelanja di supermarket, Gita mampir ke sebuah cafe di persimpangan dekat rumahnya, ia memesan tiga cup latte, beberapa macam roti dan satu slice cheesecake favorit Yolla.


Saat sedang duduk sendirian menunggu pesanannya, Gita pun menyadari ada seseorang yang terus menatapnya, 'Iiishh, kenapa sih cowok itu liatin gue terus? ... Tapi kenapa wajahnya seperti nggak asing, ya? Kayak pernah liat ... tapi di mana, ya?' gumam Gita dalam batinnya.


Saat ia sedang melamun tiba-tiba ada panggilan masuk dari Yolla.


"Hallo, La?"

__ADS_1


(Git! Lo cepetan pulang!)


__ADS_2