First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Gara-gara Sean


__ADS_3

Setelah tiba di apartemen Zico bergegas turun dari mobilnya ia berlari dan menangkap Gita, memeluknya dari belakang, ia meletakkan dagunya di bahu Gita.


"Sayang, aku mohon, aku gak bisa kamu abaikan seperti ini, sakit banget rasanya hati aku sayang." Keluh Zico memohon maaf dari Gita.


Gita mendengus menyunggingkan sudut bibirnya, manik matanya melirik wajah Zico yang ada di bahunya.


"Hemmm... Sakit kan rasanya? Kamu bisa bayangin gak kalau kamu jadi aku kemarin?" Cebik Gita.


"Iya sayang, pasti kamu lebih sakit kan dari aku? Aku minta maaf ya sayang, please... maafin aku ya." Mohon Zico yang masih memeluk Gita dengan wajah memelas dan menatap wajah Gita.


Gita pun luluh saat melihat wajah Zico yang memelas.


"Hmmm.." ia jawab singkat.


Zico akhirnya melepaskan pelukannya dan menautkan jemarinya dengan jemari Gita.


Mereka pun mulai melangkahkan kakinya masuk ke apartemen Gita.


Saat mereka masuk, bau debu pun menyeruak diseluruh ruangan hingga masuk ke rongga hidung sampai membuat Zico bersin-bersin.


"Huachimm!!! Hhuachiimm!!!" Zico mengibas-ngibaskan tangan didepan wajahnya


"Kamu tunggu diluar aja deh, biar aku aja yang bersih-bersih." Titah Gita melihat Zico yang sepertinya alergi dengan debu.


"Nggak apa-apa sayang, Aku bantuin ka Hhuachiimm!!!" Belum menyelesaikan kalimatnya Zico bersin lagi.


"Tuh kan kamu bersin lagi, sepertinya kamu itu alergi debu Zi, udah tunggu di mobil aja sana, nanti kalau udah selesai aku telpon kamu." Titah Gita lagi.


"Kita panggil orang aja deh sayang buat bersihin apartemennya, nanti kamu capek kalau bersih-bersih sendirian." Pinta Zico sembari menutup hidung dengan punggung tangannya.


"Nggak ah, Aku bisa kok bersih-bersih sendiri." Tolak Gita.


"Ya udah deh aku ambil masker dulu ya di mobil, nanti aku kesini lagi bantuin kamu." Tutur Zico membelai tangan Gita.


Gita menganggukkan kepalanya.


Setelah mengambil masker ia pun mulai membantu Gita, tidak lupa juga ia pakaikan Gita masker yang sama.


Dua jam pun berlalu, bersih sudah rumah Gita yang sudah ditinggalkannya sekitar tiga bulan yang lalu.


Mereka berdua duduk di sofa menonton TV, tiba-tiba saja perut Zico berbunyi, karena memang dirinya belum makan dari pagi, karna tadi ia langsung bergegas ke asrama Gita.


Bunyi perut Zico membuat Gita tertawa kecil mendengarnya.


"Kamu belum sarapan sayang?" Tanya Gita membelai pipi Zico.


"Belum... Tadi pagi aku bangun tidur langsung mandi terus pergi ke asrama kamu, eh kamunya malah naik taksi, padahal aku mau ajakin kamu sarapan dulu di luar." Lirih Zico dengan wajah memelas.


"Ya udah kita lunch diluar yuk, aku juga lapar nih." Ucap Gita.


"Ayo sayang." Sahut Zico mengambil kunci mobilnya yang terletak di atas meja TV.

__ADS_1


***


Mereka pun tiba di sebuah resto, ketika mereka sedang menyantap makanan yang mereka pesan, tiba-tiba saja tanpa sengaja manik mata Gita melihat Sean yang sedang duduk berhadapan dengan seorang gadis.


"Sayang... Itu bukannya Sean ya?" Ucap Gita menunjuk ke arah Sean dengan dagunya, yang membuat Zico pun menoleh ke arah yang ditunjuk Gita.


"Iya sayang, itu Sean... Dia sama siapa itu ya?" Jawab Zico.


"Baru juga aku mau tanya, kamu malah tanya duluan... Beneran kamu gak tau cewek yang sedang bersama dia itu siapa?" selidik Gita ingin memastikan. Jujur saja, Gita merasa kecewa pada Sean, baru tiga bulan ditinggal Yolla tapi Sean sudah menemukan pengganti Yolla, padahal Yolla saja sedang galau memikirkannya.


"Beneran sayang, aku gak tau, aku baru lihat cewek itu." Jawab Zico lagi.


"Aku kecewa sama Sean! Yolla aja lagi galau kepikiran dia terus, eh dia nya malah udah punya cewek baru!" Kesal Gita mengerucutkan bibirnya.


"Itu kan belum tentu ceweknya sayang, siapa tau cuma gebetan yang lagi dikenalin sama Alex." Seru Zico.


"Ah belain aja sana sahabat kamu itu!" Ketus Gita, dan sekarang wajah Gita terlihat sangat kesal.


"Lho? Aku gak belain dia sayang, aku cuma... " Belum selesai Zico bicara, Gita sudah beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya pergi keluar Resto sembari melirik sinis pada Sean yang kebetulan sedang menatapnya juga.


"Sayang, tunggu!" Zico mengeluarkan dompetnya, dan menaruh tiga lembar uang seratus ribuan diatas meja dan bergegas mengejar Gita.


Sean yang melihat Zico mengejar Gita pun memanggilnya.


"Zi!" Panggil Sean.


Zico hanya menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam.


"Itu siapa?" Tanya Giselle, gadis manis yang dikenalkan oleh Alex, Giselle adalah sahabat dari pacar terbarunya Alex, Nadhira.


"Itu Zico, sahabat aku dan Alex." Jawab Sean.


Sebenarnya Sean tertarik pada Giselle, karena Giselle terlihat manis dan tutur katanya pun sangat lembut, tapi entah mengapa, dibenaknya selalu terbayang wajah Yolla.


Diluar Resto...


Zico yang mengejar Gita berhasil menangkap lengan Gita.


"Tunggu donk sayang!" Seru Zico.


Gita menghempaskan tangan Zico dari lengannya.


"Lho? Kok kamu jadi marah sama aku sih? salah aku apa sayang?" Tanya Zico tak mengerti kenapa kekasihnya itu tiba-tiba marah padanya, padahal baru saja mereka berdamai.


"Aku kesal sama Sean!" Sentak Gita.


Mendengar itu pun Zico jadi mengerti kenapa kekasihnya itu merasa kesal.


Zico memeluk erat Gita, "Udah ya sayang... aku tahu kamu kesal sama Sean, but please jangan bawa-bawa aku, aku gak tau apa-apa, aku tersiksa kalau kamu marah sama aku lagi, baru juga kita baikkan tadi pagi, masa udah mau marahan lagi." Tutur Zico yang membuat Gita tersadar, 'Iya ya, aku kok dari kemarin jadi sensitif banget, kasian Zico.'  Gumam Gita dalam batinnya.


Gita pun membalas pelukannya dengan melingkarkan lengannya di pinggang Zico.

__ADS_1


"Maafin aku ya sayang, aku marah-marah terus sama kamu." Ucap Gita.


Zico tersenyum, "Iya sayang nggak apa-apa, tapi jangan sering-sering ya." Goda Zico sambil mencolek ujung hidungnya.


Gita menganggukkan kepalanya.


"Nanti aku tanya Sean deh, cewek itu siapa." Ucap Zico lagi.


"Nggak sayang... Gak usah, aku cukup tau kalau Sean itu playboy, aku gak mau cowok seperti Sean jadi Pacar Yolla... Biarin aja Yolla suru pacaran sama bule ganteng yang ada disana." Oceh Gita.


"Sean gak Playboy kok sayang, dia aja baru sekali pacaran, itu pun cuma sebentar saat kelas satu SMA." Jawab Zico.


Gita hanya diam saja malas menjawab, karena takutnya ia akan emosi lagi.


"Kita balik ke apartemen yuk Zi, aku capek banget." Keluh Gita mencoba mengalihkan topik.


"Okay sayang... Ayo!" sahut Zico lalu menggandeng tangan Gita.


Zico mengemudikan kembali mobilnya ke apartemen Gita.


Di apartemen Gita...


"Sayang, nanti mau kembali ke asrama jam berapa?" Tanya Zico.


"Sore aja ya? Aku masih betah disini sayang." Jawab Gita menyandarkan kepalanya dibahu Zico, mereka sedang menonton TV diruang keluarga.


"Ya udah sayang." Sahut Zico mengecup pucuk kepala Gita.


Tiba-tiba saja ponsel Zico berdering.


(Hallo Lex!)


(Zi, lo gak lupa kan? Nanti jam 3 sore kita ada jadwal latihan basket?)


(Astaga! Gue lupa Lex!)


(Nah kan! Udah gue duga lo pasti lupa Zi.)


(Ya udah, sekarang cepetan lo OTW ke kampus lah, ajak Gita ya, gue juga bawa cewek gue soalnya, kasian dia nanti gak ada temen ngobrol.)


(Nanti gue tanya Gita dulu mau apa nggak.)


(Oh ya udah.., Bye Zi!)


(hmmm!)


"Alex ya sayang?" Tebak Gita.


"Iya sayang.., aku lupa hari ini ada latihan basket, kamu ikut aku ya? Please? Biar aku makin semangat latihannya." Pinta Zico memelas.


"Ah pasti ada Sean, aku masih kesal sama dia, males ah ketemu dia!" Gerutu Gita.

__ADS_1


'Hmmm... Sialan emang lo Sen, tadi gue dicemberutin gara-gara lo, sekarang dia juga jadi gak mau ikut karna ada lo!' Gerutu Zico dalam batinnya.


__ADS_2