
"Happy Birthday ya, Sayang," ucap Zico saat memeluknya sambil mengecup kening Gita berkali-kali.
Ketika menyadari yang memeluknya adalah Zico, Gita seketika membuka kelopak matanya, ia mendongakkan wajahnya menatap wajah Zico yang sedang tersenyum sambil menatapnya dengan manik mata yang mengembun, Gita pun membalas senyumannya dengan air mata yang mengalir di pipinya dan memeluk erat Zico.
Sejenak ia pandangi teman-temannya yang sedang tersenyum di belakang Zico, saat melihat ada sosok wanita cantik yang seharian tadi membuatnya sangat kesal, Mood Gita pun hancur seketika. Rasa sakitnya tadi siang ia rasakan kembali, ia belum menyadari kalau yang dilihatnya seharian tadi adalah bagian dari rencana untuk memberinya kejutan ini.
Gita mendorong kasar dada Zico dan segera masuk kembali ke kamar lalu mengunci pintunya.
"Lho? Sayang! Kamu kenapa? Buka pintunya, dong!" panggil Zico sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Gita.
"Kamu jahat, Zico! Kamu pulang aja sana! Berani-beraninya kamu bawa cewek itu ke sini!" teriak Gita yang sedang bersandar pada daun pintu sambil menangis terisak.
Mendengar jawaban Gita, bukannya mereka bersedih tapi malah membuat teman-temannya dan juga Naura yang berada dibalik pintu itu tertawa terbahak-bahak.
Mereka tak menyangka Gita yang jenius ternyata bisa telat mikir juga.
'Kenapa mereka malah tertawa mendengar ucapan aku? Apa jangan-jangan ....' gumam Gita dalam batinnya.
"Sayang ... ini Naura sepupu aku dari Mommy!" seru Zico mencoba menjelaskan dan berharap Gita segera membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
Ceklek...
Zico memeluknya lagi, "Auuwwww!" pekik Gita kesakitan.
Tanpa sadar kaki Zico menginjak jempol kaki Gita yang tadi terkena pecahan kaca.
"Sayang! Kamu kenapa?" tanya Zico panik.
"Kamu injak kaki aku, Zi! Kaki aku tadi nggak sengaja menginjak pecahan ...." Gita menggantung kalimatnya, ia takut Zico tahu kalau Gita sudah membanting pigura yang berisi foto mereka berdua. Seketika ia menutup pintunya dengan cepat.
"Pecahan apa?" Zico menatapnya tajam.
"Eng ... enggak, Kok! Bukan apa-apa!" sanggah Gita gugup sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Hatinya merasa sangat perih melihat itu semua, bukan karena marah atau kecewa pada Gita, tapi karena ia merasa bersalah telah mengerjai Gita seharian ini sampai membuat hati Gita merasa hancur dan membanting foto mereka berdua.
Zico membalikkan badannya, ditatapnya kelopak mata Gita yang terlihat bengkak karena menangis seharian tadi, ia memeluk Gita lagi lebih erat dari pada biasanya.
"Maafin aku, ya, Sayang. Aku janji nggak akan pernah khianatin kamu sedikitpun, aku, janji!" tanpa sadar Zico menitihkan air matanya.
__ADS_1
Baru dikerjai saja Gita sudah terlihat hancur seperti itu, bagaimana kalau Zico benar-benar mengkhianatinya? Membayangkannya saja membuatnya merasa sesak, Zico berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia tidak akan pernah mengkhianati Gita.
"Sssst ... Udah, dong! udahan melow nya ... kan kita mau party," seru Naura, membuat mereka melepaskan pelukannya satu sama lain sembari mengulas senyum di wajah mereka.
"Oya, Kak! Kenalin, aku, Naura. keponakannya Mommy Celine," lanjut Naura memperkenalkan diri mengulurkan tangannya.
Gita pun menyambut uluran tangannya tersenyum pada Naura dengan mata sembabnya, lalu memeluknya.
"Happy Birthday ya, Kak! Maaf ya, Aku udah bikin Kakak nangis," ucap Naura yang merasa bersalah saat melepaskan pelukan Gita dan menatap kelopak mata Gita yang bengkak.
Ia tak menyangka kalau Gita akan sesedih itu saat melihat Zico bersama wanita lain, padahal ia berharap kalau Gita akan marah-marah pada Zico dan meminta putus, tapi ternyata Gita hanya memendamnya dan memilih menangis sendirian di apartemennya, tanpa meluapkan amarahnya pada Zico.
Naura jadi mengetahui sifat dan karakter Gita yang lembut. Pantas saja Kakak sepupunya itu terlihat begitu tak tega saat melihat Gita menangis sambil berlari tadi pagi.
"Enggak, Kok. Kamu nggak salah. Makasih ya kamu udah bantu Zico menyiapkan semua ini," tutur Gita tersenyum lembut.
Nadhira dan Giselle pun memeluk Gita, mereka berdua pun sangat merasa bersalah pada Gita, terutama Giselle.
"Happy Birthday ya, Git. Maafin kita ya udah cuekin lo seharian ini," ucap Giselle menitihkan air matanya.
__ADS_1
Sontak Gita pun melepaskan pelukannya dari kedua sahabatnya itu dan menatap mereka dengan matanya yang terbelalak.
"Hah?! Jadi kalian juga bersekongkol sama Zico dan Naura?!" kaget Gita.