
“Lo beneran suka sama Gita Zi?” Yolla ingin mendengar jawaban pasti dari Zico, karna ia sangat berharap Zico yang akan menjadi kekasih pertama Gita, ia ingin mendukungnya tapi ia juga harus memastikan apa Zico benar-benar tertarik atau hanya sekedar main-main saja pada sahabatnya.
“Mmmm... sepertinya iya La, gue juga nggak ngerti kenapa gue kaya gini, sekarang gue tanya sama lo, apa lo pernah liat gue dekatin cewek selain Gita?” Zico bertanya balik.
“Iya nggak ada sih, yang ada juga lo yang dikejar-kejar terus… hehe.” Yolla menunjukkan baris gigi putihnya. Ia melanjutkan,
“Gue juga yakin kok Zi kalau Gita itu sebenernya ada rasa juga sama lo, karna selama ini banyak cowok yang dekatin dia, tapi nggak ada tuh yang bikin Gita mau pulang bareng, sedangkan sama lo dia mau kan?” Yolla berusaha meyakinkan Zico agar tidak menyerah untuk mendekati sahabatnya.
“Iya sih La, tapi... gue merasa dia seperti terganggu gitu sama gue La.” Keluh Zico.
“Gue yakin kok Zi, Gita sebenernya nggak merasa terganggu sama lo, dia seperti itu hanya karna dia malas bermasalah terus sama si Mak Lampir itu, dia nggak pernah mau punya musuh Zi, padahal sebenarnya dia berani melawan, lo lihat sendiri kan gimana dia kemarin melawan Priscilla?” tutur Yolla.
“Iya La, gue juga nggak nyangka kemarin dia bisa melawan seperti itu.”
“Itu jati diri dia yang sebenarnya Zi, kalau bukan karena mengharapkan beasiswa itu, dia nggak akan diam aja waktu dikatain cewek miskin sama Priscilla.”
Zico hanya menganggukkan kepalanya.
***
Pada saat jam pulang sekolah...
Triiing…. Triiiiiing….
Bell pulang sekolah pun telah berdering.
“Git, gue lagi pengen banget nonton deh, gue bete kalau langsung pulang ke rumah, sepi soalnya nyokap gue lagi ke Singapura.” Ajak Yolla.
“Ke rumah gue aja lah La, gue males ah kalau nonton.” tolak Gita, ia memang tidak menyukai keramaian.
“Ayolah Git, Please? Gue lagi ada Film yang pengen banget gue tonton nih, mau ya? Please???” Bujuk Yolla, ia benar-benar memohon sekali pada Gita.
Gita menghela nafas panjang.
“Hmmmm…. Ck... Iya iya!” Gita berdecak, menjawab dengan malas, ia sebenarnya ingin sekali menolak tapi kalau Yolla sudah memohon seperti itu ia tak enak hati menolaknya, karna selama ini Yolla selalu perhatian padanya.
“Thankyou My Bestie!” Yolla memeluk Gita dari samping dengan gemas dan mencium pipinya memaksa.
“Mmmm…” sahut Gita singkat.
__ADS_1
***
Mereka pun sudah tiba di bioskop di antar oleh Pak Yadi supir Yolla.
Mereka sampai di bioskop di salah satu Mall dekat sekolah, setelah mereka membeli tiket mereka menunggu jadwal tayang film yang akan mereka tonton sembari membeli aksesoris di toko pernak-pernik sebelah bioskop.
Setelah film yang akan mereka tonton akan segera di mulai mereka berdua bergegas masuk.
Saat tengah menyantap popcorn nya, manik mata Gita tak sengaja memperhatikan sosok yang terlihat tidak asing yang baru saja masuk.
‘Sepertinya tidak asing?’ Batin Gita bertanya-tanya. Matanya terus melirik sosok itu berjalan sampai duduk disamping Yolla. ‘Tuh kan benar dia, jangan-jangan ini kerjaan Yolla nih.’
Lantas Gita berbisik kepada Yolla yang sedang pura-pura fokus menatap ke layar.
“Hei La, kok Zico bisa ada disini sih? Ini pasti kerjaan lo kan?” bisik Gita kesal.
“Hah Zico?” ia berpura-pura tidak menyadari keberadaan Zico sembari menoleh ke arah Zico. ‘iyalah ada Zico, orang gue yang rencanain, hehehe..’ Batin Yolla, ia berusaha menahan tawa ketika mengingat rencananya dengan Zico.
Flashback On...
“Okay La, gue akan terus dekatin dia dan ngambil hatinya supaya nggak menghindar terus dari gue, tapi gimana caranya ya La? Dia nya aja selalu menghindari gue, dari kemarin gue coba jemput dia sekolah ke apartemen tapi selalu gagal.” Keluh Zico lagi.
“Gue ada ide Zi, gimana kalau nanti pulang sekolah gue ajak Gita nonton, nah nanti kita ketemu disana aja, nanti lo beli tiketnya pas disebelah kita, nanti gue kirim ke Hp Lo nomer kursinya, nanti gua tinggal lo berdua disana, gimana?” tawar Yolla, yang sangat mendukung kalau Zico mendekati Gita.
“You’re welcome Zi, gue ke kelas dulu ya, sebentar lagi pak hartono masuk ke kelas gue.” Pamit Yolla melambaikan tangannya sembari berlari.
Zico hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
Saat di toko pernak-pernik Yolla membuka Ponselnya,
{Zi, gue sama Gita pesan tiket untuk kursi A16 & A17 ya! Tadi gue liat A15 masih kosong.}
{Okay La, thank’s ya!} Balas Zico. Setelah ia melihat Yolla dan Gita sudah berjalan masuk ke pintu theater, ia bergegas membeli tiketnya, ia pun memilih tiket di kursi A15.
Flashback Off...
__ADS_1
Bukannya menjawab Gita ia malah pura-pura menyapa Zico.
“Lho Zi?? Kok Lo bisa ada disini? Lo nonton sama siapa?” Yolla berakting berpura-pura menyapa Zico sambil mengedip-ngedipkan matanya.
“Oh ada lo ya La? i.. iya nih gue sendiri, lo sama Gita?” Zico pun mengikuti akting Yolla dan berpura-pura melihat ke arah Gita dikursi paling pojok.
"Hai Git!" Sapa Zico.
“Hmmm.. akting kalian buruk banget!” Gumam Gita sambil mengunyah Popcorn nya dan tetap menatap ke arah depan.
Ia malas melihat akting Yolla dan Zico, ia tahu kalau ini ternyata rencana mereka, ia pun memilih fokus pada layar saja, malas meladeni mereka.
Yolla dan Zico hanya saling melirik, mereka kikuk karena rencana mereka sudah diketahui oleh Gita.
Yolla pun mulai berakting lagi, ia berpura-pura mendapat telpon dari mamanya, ia berpura-pura menelpon sembari berbisik.
"Hallo Ma? Ada apa Ma?"
"Lho? Mama sudah pulang? Katanya ke Singapura?"
"Oooh nggak jadi ya Ma? Yolla sedang nonton nih Ma sama Gita di Mall Grand Park, Mama dimana?"
"Lho Mama di Mall sini juga?"
"Nggak bisa lah Ma, masa Gita nya ditinggal?" Yolla melirik Gita, ingin melihat reaksi Gita.
“Sudah nggak apa-apa, ayo kita keluar saja.” Ajak Gita berbisik, ia merasa tidak enak pada Mamanya Yolla, terlebih lagi ia merasa canggung karna ada Zico.
"Okay Ma, nanti Yolla keluar deh, Mama tunggu disitu aja ya, nanti Yolla kesitu Ma!"
“Git, gue keluar dulu ya sebentar, gue mau ke nyokap dulu di salon yang ada di Mall ini juga, nanti gue kesini lagi kok, kalo nggak percaya nih tasnya gue tinggal ya.” Bujuk Yolla agar Gita mau ia tinggal, karna kalau sampai Gita ikut, bisa ketahuan kalau ia hanya berpura-pura bertelpon dengan Mamanya. Yolla pun terpaksa meninggalkan tas nya karna ia tahu kalau ditinggal pun Gita nanti pasti akan membawakan tas nya.
“Ah lo tuh gimana sih, lo yang ngajak nonton juga, udah deh gue ikut aja!” Gita malah minta ikut Yolla keluar karna canggung bila harus berdua dengan Zico.
“Jangan dong! nanti kalau lo ikut gue, gue nggak ada alasan lagi ke nyokap buat balik lagi nonton, gue penasaran banget soalnya sama film ini Git.. Please ya? Sebentaaar aja!” Bohong Yolla lagi.
“Ck... Ya udah deh, tapi awas ya, janji lo jangan lama-lama, kalau kelamaan gue pulang!” Ancam Gita.
“Okey sayang.” Goda Yolla sambil mencolek dagu Gita agar sahabatnya itu tidak cemberut lagi.
__ADS_1
“Zi, gue titip sahabat gue ya, gue keluar dulu sebentar.” Pamit Yolla berbisik pada Zico sambil memberikan kode untuk mendekati Gita dengan duduk dikursinya.
Setelah Yolla keluar Zico pun bergeser tempat duduk nya ke samping Gita menduduki kursi Yolla.