
Hari ini adalah hari pertama Gita bekerja di Mini Market dekat apartemennya, setelah ia melarikan diri dari Zico ia bergegas naik Bus menuju ke Mini Market.
Sedangkan Zico yang menyusul Gita tidak sempat melihat Gita, kemudian ia menghampiri Kenzo yang sedang berada di halaman parkir.
“Ken tunggu!!!” Teriak Zico memanggil Kenzo.
Kenzo pun berbalik memandang ke arah Zico menyatukan alisnya.
“Lo semalam waktu ketemu Gita dimana Ken? Kata Gita kan lo ketemu dia di Mini Market, di Mini Market mana?” Tanya Zico.
Kenzo menggaruk leher belakangnya padahal tak terasa gatal, ia bingung ingin menjawab apa, karena semalam Gita berbohong pada Zico, padahal ia bertemu dekat halte bus bukan di Mini Market.
Ingin berterus terang tapi Gita memohon padanya untuk tidak bicara pada Zico atas apa yang terjadi semalam.
“Mmmm… di Mini Market dekat halte bus.” Jawab Kenzo asal.
“Maksud lo Halte dekat apartemennya?” Tanya Zico lagi memastikan.
“Bukan Zi, halte yang setelah itu, yang ke arah sekolah kita, mungkin sekitar lima menit dari halte apartemen Gita.” Tutur Kenzo, ia menjawab seperti itu karena memang ia bertemu di dekat halte sana, mungkin tempat kerja Gita memang ada di sekitar sana.
“Oh! Okay! Thank’s ya Ken!” Zico merangkul bahu Kenzo .
“Oya Ken, Thank’s juga ya semalam udah antar Gita pulang.” Zico merasa tidak enak sendiri pada sahabatnya itu karena semalam malah cemberut dan tidak mengucapkan terimakasih sama sekali.
Kenzo hanya menganggukkan kepalanya.
“Gue cari Gita dulu ya Ken! Bye!” Zico menepuk bahu Kenzo dan melangkahkan kakinya, tapi tiba-tiba suara Kenzo menghentikan langkahnya.
“Zi!” panggil Kenzo .
“Ya Ken?” Tanya Zico berbalik ke arah Kenzo lagi.
“Lo usahain setiap dia balik kerja jemput dia, jangan biarin dia pulang sendiri!” Ucap Kenzo mengingatkan.
__ADS_1
“Emang kenapa Ken? Kok lo ngomong gitu?” Tanya Zico mengerutkan dahinya, ia curiga, Karena Kenzo yang masa bodo kenapa bisa mengeluarkan kata-kata yang menunjukkan kepedulian seperti itu untuk Gita, apa Kenzo menyukai Gita? Itulah yang ada dipikiran Zico saat ini.
“Ya nggak apa-apa, soalnya kan Gita pasti pulang malam, di sekitar situ kemarin gue liat banyak preman-preman.” Tutur Kenzo .
“Oh! Okay!” Zico berbalik melangkahkan kakinya dan masuk ke mobilnya, meninggalkan Kenzo , saat ini wajahnya terlihat kesal.
‘Tumben banget tuh anak peduli sama Gita, biasanya juga cuek! Nggak mungkin kan kalau dia...? Arrghhh stop Zico!' Batin Zico sambil mengacak rambut belakang kepalanya.
Ia pun mengemudikan mobilnya mencari Gita ke Mini Market yang diberi tahu Kenzo tadi.
Setelah tiba disana benar ternyata Gita ada di Mini Market dekat halte itu. Tapi ia tidak ingin Gita tahu kalau dirinya mengetahui tempat kerjanya, karena Gita menghindar tadi, ia jadi berpikir mungkin Gita tidak ingin Zico melihatnya sedang bekerja.
Tapi Zico juga tidak bisa untuk tidak melihat Gita, karena beberapa bulan terakhir ini ia selalu menghabiskan waktunya berdua dengan Gita setiap pulang sekolah.
Ia merasa jenuh tanpa Gita, tidak ada teman bicara, karena ia hanya banyak bicara pada Gita, pada Sean saja ia jarang mengeluarkan kalimat panjang, hanya menjawab seperlunya saja.
Pada hari pertama dan hari kedua Gita bekerja, Zico selalu menunggu Gita dari dalam mobilnya yang diparkir agak jauh dari mini market tempat Gita bekerja.
Hari pertama Gita tidak sadar kalau Zico memantaunya, tapi pada hari kedua disaat Gita merapikan sampah yang ada didepan toko ia melihat di kejauhan ada mobil yang tak asing terparkir.
Kemudian Gita mengetuk kaca mobil Zico, dan Zico pun terbangun, ia kaget melihat Gita, Lalu ia membuka kaca mobilnya menyandarkan dagunya di pintu mobil yang kacanya telah terbuka full.
“Ada apa sayang?” Tanya Zico sambil menguap karena dia masih mengantuk.
Gita mengerutkan alisnya dan dengan marah menjawab, “Aku yang harusnya tanya, kenapa kamu disini? Aku lagi kerja, untuk apa kamu buang-buang waktu disini?!”
Zico pun tersadar dan menjawab dengan tampang memelas, “Maaf… aku kangen kamu sayang, aku nggak bisa nggak ketemu kamu satu hari aja, setiap aku keluar kelas dan mendatangi kelas kamu pasti kamu udah pulang duluan.”
Gita memutar bola matanya.
“Tapi kan setiap pagi kita ketemu, kamu selalu jemput aku dirumah sakit dan kita pergi ke sekolah berdua, terus istirahat juga kita makan bareng dikantin.” Tutur Gita kesal pada Zico yang kebangetan bucinnya.
Zico hanya menunduk tak tau harus menjawab apa lagi, Gita pun jadi merasa bersalah karena tidak menyadari kalau ia mulai mengabaikan Zico, bahkan ia sudah jarang sekali membalas pesan Zico semenjak Ibunya dirawat di rumah sakit, apalagi sekarang saat bekerja, ia tak ada lagi waktu untuk membuka pesan dari Zico.
__ADS_1
Gita menghela nafas panjang.
“Hemmmmm… baiklah… Kalau gitu mulai besok kita pulang bareng lagi saat pulang sekolah, kamu boleh mengantarkan aku ke tempat ini, tapi setelah itu kamu langsung pulang ya, jangan mengawasi aku seperti ini lagi, okay?” Gita memberikan penawaran kepada Zico dengan tatapan serius.
Mendengar itupun Zico akhirnya membuka pintu mobil dan keluar dari mobilnya.
“Mmm.. Gimana kalau setelah aku mengantar kamu kesini, aku menemani Ibu dirumah sakit aja sampai aku menjemput kamu sepulang kerja, aku antar kamu ke rumah sakit, terus baru deh aku pulang ke rumah.” Tawar Zico.
“Apa kamu nggak capek?” Tanya Gita dengan matanya yang berembun, terharu dengan keinginan Zico untuk menemani Ibunya dirumah sakit, sejujurnya ia sedih membayangkan Ibunya hanya sendirian dirumah sakit.
Zico tersenyum sambil menangkup wajah Gita,
“Nggak sayang, aku sama sekali nggak capek kok, toh dirumah sakit juga aku hanya duduk-duduk aja di sofa.”
“Apa Mommy sama Daddy kamu nggak marah kalau kamu pulang malam setiap hari?” Tanya Gita.
“Nggak kok, lagian aku dirumah juga sendirian, Mommy sering pergi sama temen-temen sosialitanya, sedangkan Daddy juga sering pulang malam.” Tutur Zico.
“Mmmm… baiklah… tapi kalau kamu lagi capek atau nggak enak badan jangan maksain ya? Aku nggak mau kamu sakit.” Ucap Gita mendongakkan kepalanya menatap manik mata Zico dengan tatapan sayang.
“Iya sayang.” Jawab Zico lembut membelai rambut Gita.
***
Akhirnya Zico setiap hari nya selalu menemani Sophia dirumah sakit setelah mengantar Gita bekerja, Gita pun telah berterus terang kepada Ibunya kalau ia bekerja di Mini Market.
Satu minggu kemudian…
Gita tiba dirumah sakit dikamar Ibunya, wajahnya terlihat sangat lelah setelah seminggu ini bekerja, Sophia tidak tega melihat putri semata wayangnya itu terlihat lesu.
“Kau lelah ya nak? Maafkan Ibu ya , karena Ibu sakit, kamu jadi harus kelelahan seperti ini.” Sophia merasa bersalah dan menitikkan air matanya.
Gita tersenyum, “Nggak bu, emang udah seharusnya aku membantu Ibu untuk mencari uang, aku kan sebentar lagi ujian kelulusan, jadi sebentar lagi aku lulus SMA bu, jadi aku banyak waktu untuk bekerja, aku akan mencari pekerjaan paruh waktu lainnya agar aku bisa lebih banyak menghasilkan uang untuk kita.” Ucap Gita dengan penuh semangat.
__ADS_1
Zico yang sedang duduk di sofa mendengar itu, ia mengerenyitkan Alisnya dan menatap ke arah Gita dan Sophia yang sedang berbincang.