
Gita dan Nadhira pun meninggalkan mereka berdua di dalam kamar kemudian kembali ke ruang keluarga, di mana ada Alex dan Zico yang sedang berbincang.
"Zayn mau main sama Vier, Sayang?" tanya Zico sambil menoleh ke arah Gita yang sedang berjalan menghampirinya.
"Mau, kok," sahut Gita kemudian duduk di samping Zico di sofa double.
Mereka pun berbincang dan bercanda di penuhi dengan tawa karena lawakan Alex dan celotehan Nadhira yang ramai.
Bel pun kembali berdering. Namun saat Gita membuka pintunya, ternyata itu adalah Sean. Ia berniat untuk menemui Zico, karena ada beberapa berkas penting yang membutuhkan tanda tangan Zico secepatnya.
Setelah selesai di tandatangani oleh Zico, ingin sekali rasanya Sean ikut bergabung bersama mereka, namun karena ada beberapa dokumen yang mendesak yang sudah di tunggu oleh klien maupun staff nya. Akhirnya ia pun kembali ke kantor dulu untuk mengantarkan dokumen-dokumen tersebut.
Saat Sean membuka pintu hendak keluar dari apartemen Gita, ternyata ada Kenzo yang sedang menggendong Zefa yang sedang tertidur.
"Lho? Lo sama Zefa abis dari mana, Ken?" tanya Sean yang memang tak tahu kalau Zefa sedang keluar bersama Kenzo. Ia mengira Zefa ada di dalam bersama Vier dan Zayn.
"Abis ngajak jalan Zefa," sahut Ken dingin seperti biasa.
"Ooh!" sahut Sean singkat.
Zico yang mendengar Sean sedang berbicara dengan seseorang pun menghampirinya.
"Lo ngomong sama siapa?"
"Daddy ..." lirih Zefa yang bangun saat mendengar suara Zico.
"Oh, Princess Daddy sudah pulang, ya?" Zico pun lantas mengambil Zefa dari gendongan Kenzo.
"Thank's ya, udah ngajak anak gue jalan!" ucap Zico dingin.
Gita pun menghampiri mereka yang sedang berada di pintu. Gita tersenyum melihat dan mendengar Zico mengucapkan terima kasih. Yaaa, walaupun masih terlihat gengsi.
Sean yang masih berdiri di antara mereka pun menghela nafas kasar kemudian menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Gue berasa ada di antara 2 kutub, Git. Satu kutub utara, satu lagi kutub selatan," gerutu Sean.
"Udah sana lo! Udah tau tuh dokumen di tungguin!" omel Zico, membuat Gita tertawa melihatnya. Karena ternyata Zico dan Sean tidak berubah, yang satu masih senang mengejek, yang satunya lagi jutek.
"Ken, ayo masuk dulu! Ada Alex sama Nadhira juga di dalam," ajak Gita.
"Enggak, Git. Nggak usah. Aku mau langsung balik aja, harus ke kantor soalnya," tolak Kenzo.
Alex pun datang menghampiri mereka dan menarik Kenzo masuk.
"Masuk dulu kali bentaran, lo nggak kangen apa sama gue?" gerutu Alex yang memang sudah lama tidak bertemu Kenzo.
"Nanti aja, Lex. Nanti gue ke rumah lo, deh! Gue mau ke kantor sebentar, ada yang urgent soalnya," tolak Kenzo lagi.
"Ya udah, deh! Terserah, lo!" ketus Alex.
"Maaf banget ya, Git. Aku beneran harus ke kantor," tutur Kenzo.
"Ya udah ... take care ya, Ken," ucap Gita tersenyum pada Kenzo. Membuat hati Zico kebakaran.
Setelah Kenzo pergi, Alex baru memperhatikan Zefa yang sedang di gendong Zico.
"Pfffft," Alex menahan tawanya.
"Kenapa, lo?" tanya Zico mengernyitkan dahi.
"Enggak apa-apa, lucu aja ... lo yang gua kira masih bujangan, ternyata punya buntut, sekaligus dua pula! Ahahaha," Alex terbahak.
Nadhira seketika menghampiri Zefa karena mengagumi kecantikan dan keimutan Zefa. Karena ia memang ingin sekali memiliki anak perempuan, namun ia baru di karuniai satu anak laki-laki.
"Daebak, Git! Cantik banget sih anak lo ... Buat gue, ya?" seru Nadhira memelas.
"Enak aja! Bikin lagi lah sama Alex!" ketus Zico sambil menjauhkan Zefa dari Nadhira yang sedang terpesona memandang Zefa.
__ADS_1
"Bikin mah tiap hari, Zi. Tapi belum jadi-jadi!" sahut Alex terkekeh.
"Kok kalian hebat banget sih bikinnya? Masa langsung jadi sepasang begini? Ganteng dan cantik pula!" puji Nadhira serius. Namun malah terdengar seperti sedang menggoda Zico dan Gita.
"Taauuu! Yakin lo berdua cuma bikin sekali?" sahut Alex asal.
"Tiga kali ya, Sayang?" sahut Zico menaik-naikkan alisnya.
Gita memukul lengan Zico, Pipi nya seketika merona sambil menahan senyum.
"Bikin apa, Daddy?" tanya Zefa dengan polosnya.
"Bukan apa-apa, Sayang. Kita ke kamar, yuk! Ada teman baru lho di kamar Zefa," bujuk Gita mencoba mengalihkan perhatian Zefa.
Gita mengajak Zefa ke kamarnya untuk memperkenalkannya kepada Vier. Nadhira pun mengikuti Gita dan Zefa.
"Vier, sini, Sayang! Kenalan dulu sama cewek cantik," Panggil Nadhira kepada putra semata wayangnya.
"Iya, Mami," sahut Vier.
"Hai, cantik! Namaku Vier," ucap Vier memperkenalkan dirinya. Cara Vier memperkenalkan diri membuat Gita dan Nadhira saling menatap kemudian terkekeh.
"Nama aku Jepa! Bukan cantik!" jawab Zefa jutek. Membuat Gita dan Nadhira terbahak. Terutama Nadhira, karena melihat mereka berkenalan seperti melihat dirinya dengan Alex pada saat pertama kali berkenalan.
Sikap genitnya Vier persis seperti Alex, dan sikap juteknya Zefa mirip sekali dengan dirinya saat di goda oleh Alex dulu.
Setelah anak-anak mereka mulai terlihat akrab, Gita dan Nadhira pun berbincang berdua.
"Ra, Giselle sekarang tinggal di mana? Katanya dia married sama temen kantornya, ya? Gue kaget lho waktu Sean bilang Giselle married sama orang lain, gue kira married sama dia," tanya Gita yang sejak kemarin sudah sangat penasaran.
"Iya, Git ... tapi Giselle pacaran sama suaminya itu setahun setelah putus dari Sean, kok ... Sekarang dia tinggal di bandung, Git. Suaminya kan buka kantor pengacara sendiri," terang Nadhira.
"Oh ... oya, yang bikin gue penasaran tuh, kok bisa sih Giselle minta putus dari Sean? Yang gue tau, Giselle kan sayang banget sama Sean, Ra."
__ADS_1
"Waktu itu sih Giselle sempat curhat sama gue, Git. Katanya dia ngerasa hati Sean tuh sebenernya bukan buat dia," terang Nadhira lagi.
"Lho? Kok bisa dia mikir gitu? Yang gue liat Sean kayanya sayang banget kok sama dia," ucap Gita mengernyitkan dahi.