
Di ruang Ganti...
Sekarang Sean sudah berada di ruang ganti, ia menghampiri Zico yang sedang memakai sepatu.
"Zi!" Sapa Sean.
"Eh Sen, kenapa? Udah mulai latihannya ya?" Tanya Zico, ia mengira Sean mendatanginya untuk memintanya cepat-cepat ke lapangan.
"Nggak kok, belum mulai, coach nya belum dateng Zi." Sahut Sean, ia pun melanjutkan, "Zi, gue mau tanya deh, Gita ada masalah apa sih sama gue? Dari tadi siang gue lihat dia jutek banget sama gue." Seru Sean.
Zico menghela nafas kasar.
"Hmmm... Gita itu kesal sama lo karna lo punya cewek baru!." Jawab Zico.
"Lho? Maksudnya Giselle? Gue belum jadian kok sama dia, gue baru juga ketemu dia tadi siang, itu juga dikenalin sama Alex, Zi... Eh tapi, apa hubungannya sama Gita deh? Kenapa juga dia harus marah sama gue?" Tanya Sean beruntun masih tak mengerti kenapa Gita terlihat marah padanya.
"Kita berdua baru tau dua hari yang lalu, kalau ternyata lo itu udah pernah nembak Yolla, jadi Gita tuh kesal sama lo, belum lama abis nembak Yolla sekarang lo udah punya yang baru aja, dia jadi mikir lo tuh playboy... Tau gak? Gara-gara dia kesal sama lo, tadi tuh pas di Resto dia jadi ikut kesal sama gue! Tadi aja gue susah banget bujukin dia supaya mau ikut ke sini, katanya dia males ketemu sama lo!" Tutur Zico panjang lebar.
Sean terdiam mendengar semua perkataan Zico, "Lo berdua pasti udah tau kan kalau dia itu udah nolak gue? Terus kenapa Gita harus marah? Kan Yolla nya yang udah nolak gue!"
"Iya kita berdua udah tau, tapi masalahnya Yolla itu lagi gal...." Belum selesai Zico menyelesaikan penjelasannya, salah satu teman basket mereka memanggil mereka.
"Zi, Sean! Ayo cepet ke lapangan, coach udah dateng!" Seru Andrew, salah satu anggota tim basket mereka.
"Okay ndrew!" Sahut Zico.
"Ayo kita ke lapangan, nanti kita lanjut lagi ngobrolnya." Ajak Zico merangkul sahabatnya itu.
Sean menganggukkan kepalanya.
Mereka berlari ke lapangan, Zico tak melihat ada Gita ditempatnya tadi duduk.
'Gita kemana ya? Kok gak ada?' batin Zico.
Sean yang melihat Zico matanya sedang mencari Gita pun berbisik padanya, "Tadi dia lagi telponan sama Yolla Zi!"
"Oh!" Jawab Zico singkat, ia merasa tenang saat sudah mengetahuinya.
Zico mulai memimpin latihannya, karna ia adalah kaptennya dari tim basket universitas.
Gita yang sudah mengakhiri panggilannya dengan Yolla pun kembali ke dalam Sport Hall.
Gita sedang berjalan di pinggir lapangan, tiba-tiba saja...
__ADS_1
"Aaaah!!!" Jerit Gita melindungi kepalanya dengan kedua lengannya.
Bola basket yang dilempar Andrew ke arah Kenzo hampir saja mengenai wajah Gita, beruntung Kenzo yang sempat menyadari kedatangan Gita pun sempat menghalau bola itu, sehingga bola itu mengenai punggungnya.
Zico yang menyadari jeritan Gita pun berlari menghampirinya.
"Kamu gak apa-apa sayang?" Tanya Zico cemas menangkupkan kedua telapak tangannya pada wajah Gita.
"Nggak apa-apa, aku baik-baik aja kok." Jawab Gita menunduk, ia malu menjadi pusat perhatian disana, terlebih lagi disana ada Nadhira kekasih Alex dan juga Giselle gebetan Sean yang ikut menghampiri Gita.
"Syukurlah Kenzo menghalau bolanya, kalau nggak, bisa kena wajah cantik kamu lho Git." Ucap Nadhira .
"Makasih ya Ken!" Ucap Gita pada Kenzo .
Kenzo hanya menganggukkan kepalanya dan kembali ke dalam lapangan.
"Gita, ayo ikut aku! kita duduk di sana aja, di sana gak akan kena bola." Tunjuk Nadhira pada tempat duduk yang didudukinya tadi.
Gita hanya menganggukkan kepalanya.
"Ya udah aku latihan lagi ya sayang." Ucap Zico mengelus pipi Gita.
Gita tersenyum menganggukan kepalanya.
Di saat Zico dan yang lainnya kembali memulai latihan, Nadhira mencoba berbincang dengan Gita dan Giselle .
"Gita, tumben kamu nemenin Zico latihan? Lagi gak ada tugas ya?" Tanya Nadhira , karena setiap Zico latihan, Gita tidak pernah ikut menemaninya, setiap Nadhira dan Alex menanyakan Gita pasti jawaban Zico selalu sama, Zico selalu bilang kalau Gita sedang mengerjakan tugas.
Gita jadi merasa malu pada Nadhira .
"Iya, hari ini lagi free aja, lagi gak ada kegiatan juga." Ujar Gita tersenyum.
"Kamu di fakultas kedokteran kan ya?" Tanya Nadhira lagi.
Gita hanya tersenyum menganggukkan kepalanya.
"Waaah, kamu pinter banget dong ya bisa masuk fakultas kedokteran? Berarti calon dokter dong ya?" Tanya Giselle sambil tersenyum ramah.
"Nggak kok... biasa aja." Sahut Gita tersenyum, melihat keramahan Giselle , Gita pun tidak bisa bersikap acuh padanya.
'Ternyata ramah sekali ya dia, aku jadi gak enak tadi udah jutekin dia sama Sean.' Batin Gita.
"Bohong Gis.., dia ini emang pinter banget, kata Alex waktu SMA dia yang selalu mewakili SMA Pelita Harapan mengikuti olimpiade sains dan matematika, dan selalu membawa pulang medali emas." Ujar Nadhira.
__ADS_1
"Ah itu Alex aja yang berlebihan, pernah juga kok dapet medali perak satu kali." Sahut Gita merendah.
"Waah bener-bener pinter banget dong kamu ya." Kagum Giselle .
Gita hanya tersenyum.
Zico yang sedang berlatih melirik Gita dan melihat Gita yang tersenyum sedang berbincang bersama Giselle dan Nadhira , ia merasa tenang, karena sepertinya Gita sudah mulai mendapatkan teman baru.
"Oya, nama kamu siapa?" Tanya Gita pada Giselle .
"Oya, kita belum kenalan ya? Aku Giselle Lilian, kamu Gita kan?" Jawab Giselle dan balik bertanya.
"Iya aku Gita... Kamu... Pacarnya Sean ya? Tadi aku liat kamu di Resto Quincy." Tanya Gita lagi menginginkan jawaban yang sebenarnya tanpa menduga-duga.
"Nggak Kok... kami baru kenal tadi siang, kami baru bertemu di Resto Quincy tadi dikenalkan sama Nadhira dan Alex." Sahut Giselle .
"Baru calon!" Goda Nadhira .
"Iih kamu apa sih Ra, ngarang aja, dia nya aja cuek sama aku, dia kayanya udah punya pacar deh, Alex bohong kali tuh." Cetus Giselle .
"Memang kenapa kamu kok mengira dia sudah punya pacar?" Tanya Gita penasaran.
"Hmmm.. Soalnya tadi di Resto, saat dia sedang ke toilet kan Hp nya ditinggal di meja... nah, saat ada pesan masuk layar Hp nya menyala, dan aku liat wallpaper Hp nya tuh foto cewek imut chubby gitu." Tutur Giselle .
'Ciri-cirinya seperti Yolla, apa mungkin beneran dia masih ada hati sama Yolla ya?' gumam Gita dalam benaknya.
"Coba tuh tanya Gita, dia pasti tau, kan Sean paling dekat dengan Zico." Ucap Nadhira .
"Nggak, aku gak tau!" Sanggah Gita.
"Oya, kalian berdua di fakultas apa? Kuliah di kampus ini juga kan?" Tanya Gita berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Aku di fakultas hukum." Sahut Giselle .
"Kalau aku di fakultas Seni & budaya." Sahut Nadhira .
"Ooh.. " Balas Gita.
"Mulai sekarang kita berteman ya?" Ajak Nadhira .
"Okay!" Jawab Giselle semangat.
"Gimana Gita? Mau kan berteman sama kita?" Tanya Nadhira lagi karena melihat Gita yang hanya diam saja.
__ADS_1
"Tentu saja!" Jawab Gita tersenyum.
Akhirnya mereka pun terlihat tambah akrab setelah mengikrarkan pertemanan mereka.