
***
Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda, Kenzo sedang menunggu Zico, Zayn dan juga Zefa di sebuah cafe yang terletak di samping gedung tower perusahaan milik keluarganya.
Setelah menunggu sekitar lima menit, Zico dan kedua buah hatinya akhirnya tiba di cafe itu.
"Uncle, Ken!" teriak Zefa melepaskan tangannya dari genggaman Zico dan berlari ke arah Kenzo. Yang tentu saja di sambut hangat oleh Kenzo yang juga sangat merindukan Zefa yang sudah seperti putri kandungnya itu. Kenzo berjongkok dan memeluknya.
"Zefa rindu ya sama Uncle?" tanya Zefa sembari melepaskan pelukannya dari Zefa.
"Iya, Jepa kangen cama Uncle," rengek Zefa manja.
"Wouw, Zefa udah tau kata kangen?" goda Kenzo tersenyum menatap Zefa sambil mendudukkan Zefa di kursi sebelahnya. Memang saat baru sampai di Indonesia, Zefa dan Zayn hanya tau bahasa baku saja, karena Gita yang mengajarkannya.
"Iya dong, Uncle," sahut Zefa.
Zico yang tiba sambil menggenggam lengan Zayn pun mengulurkan tangannya berjabat tangan dengan Kenzo kemudian memeluknya ala-ala bromance.
"Apa kabar, Ken?" tanya Zico basa basi.
"Baik, Lo sendiri gimana? Udah sehat, 'kan?" tanya Kenzo datar.
"Gue baik-baik aja, kok. Gue udah sehat, Ken," sahut Zico.
"Sorry ya, Zi. Waktu lo koma gue nggak bisa pulang, karena lagi banyak masalah di cabang sana," tutur Kenzo.
"Nggak apa-apa, Ken."
"Huh! Uncle jahat nggak pelnah main ke lumah Jepa!" ketus Zefa tiba-tiba sambil melipat kedua lengan mungilnya di atas dada dengan bibirnya yang mengerucut.
Kenzo tertawa melihatnya kemudian mencubit pelan pipinya.
__ADS_1
Zico yang sudah duduk di kursi pun menegur Zefa.
"Zefa, tadi katanya kangen sama Uncle Ken, kok malah dicemberutin gitu sih?"
"Jepa kecal cama Uncle Ken, Daddy. Uncle Ken nggak pelnah dateng ke lumah kita," gerutu Zefa.
"Uncle Ken kan baru pulang dari Paris, Sayang. Makanya Uncle Ken nggak dateng-dateng ke rumah kita," terang Zico mencoba membujuk putrinya yang sedang merajuk.
"Oh, Uncle Ken balu pulang dali palis? Uncle beliin Jepa coklat kecukaan Jepa nggak?" tanya Zefa sambil mengerjapkan matanya.
"Of course! Ini apa?" sahut Kenzo menunjukkan beberapa kotak coklat favorit Zefa dan Zayn yang ia keluarkan dari paper bag yang ia letakkan di atas meja.
"Uncle Ken yang telbaik," seru Zefa kemudian membuka kedua lengannya meminta Kenzo memeluknya.
"Ini yang warna pink buat Zefa, yang biru buat Zayn," ucap Kenzo sambil memberikan paper bag berwarna merah muda dan biru muda kepada Zayn dan Zefa.
"Thankyou, Uncle," ucap Zayn.
Kenzo pun menjawabnya dengan anggukan sambil tersenyum.
"Baik, Tuan," sahut kedua baby sitter serempak.
"Kalian, tolong jaga mereka!" titah Zico kepada dua pengawal yang mendampingi mereka.
Zico benar-benar memberikan keamanan yang super ketat kepada keluarganya sejak kejadian yang menimpanya waktu itu. Ia sekarang baru mengerti kenapa dulu papinya sampai membayar orang untuk selalu mengintainya, ternyata seperti inilah kasih sayang dan kekhawatiran orang tua terhadap anaknya.
"Siap, Tuan!" sahut kedua pengawal Zico.
"Ken, kita ke meja sana, ya," ajak Zico sambil menunjuk meja yang berjarak empat meja dari tempatnya duduk saat ini.
Kenzo pun mengikuti Zico, "Ada apa, Zi?" tanya Kenzo sambil duduk di kursi.
__ADS_1
"Mmm, Ken ... besok gue sama Gita mau nikah," ucap Zico hati-hati.
"Oh, Selamat, Zi!" sahut Kenzo datar.
"Lo nggak kesel, Ken?" tanya Zico melihat raut wajah Kenzo yang biasa saja.
"Don't worry about that, Zi. Lo santai aja, gue nggak akan pernah coba untuk batalin pernikahan lo sama Gita. Karena udah terlalu banyak drama di hubungan lo berdua," tutur Kenzo.
Zico terdiam mendengar perkataan Kenzo.
"Gue emang sayang sama Gita, Zi. Tapi gue nggak mau maksain perasaan dia buat gue, karena gue tau dia cinta banget sama lo. Ya, seperti yang orang-orang bilang, cinta tak harus memiliki. Jadi, lo jangan pernah bersikap bodoh cemburu-cemburu nggak jelas sama gue atau cowok manapun," imbuhnya lagi.
"Iya, Ken."
"Oya, one more thing to have you remember! Kalo lo sakitin Gita, gue akan rebut dia dari lo selama gue masih single," ancam Kenzo tersenyum.
"Damn!" sahut Zico terkekeh meninju pelan lengan Kenzo.
"Kalo gitu nanti gue suru Naw-Naw buat deketin lo terus, biar lo nggak single mulu," ejek Zico.
"Naw-Naw? Kenapa mesti dia?" tanya Kenzo menyatukan alisnya.
"Dia itu suka sama lo, Ken. Emang selama ini lo nggak sadar apa? Dia selalu salah tingkah gitu kok kalo depan lo," ujar Zico.
"Ck ... Dia mah udah kaya adek gue, Zi. Mana mungkin gue sama Naw-Naw?" kilah Kenzo.
"Laaah, lo belum tau aja Naw-Naw sekarang tambah cantik."
Kenzo hanya tersenyum mencebikkan bibirnya sambil menggendikkan bahu.
"Oya, lo bisa dateng kan ke nikahan gue sama Gita? Nggak mewah sih, kita cuma undang keluarga inti sama sahabat-sahabat gue sama Gita aja. Kalo resepsinya nanti masih minggu depan," tutur Zico.
__ADS_1
"Okay, gue bakal usahain dateng," sahut Kenzo.
"Thankyou, Ken. Oya, Makasih banyak ya Ken, lo selama ini udah merawat dan melindungi Gita, Zayn dan Zefa. Gue udah tau semua ceritanya dari Gita, Ken. Gue nggak tau kalo lo nggak ada di sisi Gita saat itu, mungkin Zayn dan Zefa belum tentu tumbuh besar kayak sekarang," tutur Zico tersenyum memandang kedua buah hatinya dengan netranya yang mengembun.