First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Perkuliahan


__ADS_3

"Gita itu sepupu kamu sayang." Ucap Indira antusias.


"What's??? Sepupu???" Seketika Viola membelalakkan matanya, rasa kantuknya pun menghilang.


"Ya sayang, dia itu sepupu kamu, keponakan Momom." Tutur Indira dengan wajah sumringahnya.


"Gimana bisa sih Mom? Gimana ceritanya dia bisa jadi sepupu Aku? Dari kecil aja kita gak pernah ketemu dia kok." Seru Viola.


"Momom pernah cerita kan sama kamu kalau Momom itu punya kakak yang menghilang entah kemana, Nah, ternyata Gita itu anak Kakaknya Momom, tapi Kakak Momom... sudah pergi Nak." Terang Indira menitikkan air matanya.


"Maksudnya pergi gimana Mom? Pergi ke luar negeri gitu? Kan tinggal Momom samperin aja, kenapa Momom pake nangis segala?" Tanya Viola dengan segala kelemotannya.


"Ck... Maksud Momom, beliau itu sudah meninggal nak." Tutur Indira.


"Hah??? Berarti Gita jadi anak yatim piatu dong Mom sekarang?" Sahut Viola.


"Iya nak, kasian sekali dia... tadi Momom ajak dia untuk tinggal dirumah kita, tapi dia menolak." Ucap Indira.


"Untuk apa dia tinggal disini, janganlah Mom!" Tolak Viola mengurucutkan bibirnya.


"Lho memangnya kenapa? Kok kamu terlihat gak suka sama dia?" Selidik Indira karena melihat ekspresi diwajah putrinya.


"Dia yang udah bikin Viola dulu kena SP di...!" Viola seketika menutup mulutnya dengan telapak tangannya, ia keceplosan.


"Maksud kamu? Gita yang dulu kamu dan Priscilla kurung didalam toilet?!!" Indira tak menyangka bahwa teman sekolah Viola yang dibully putrinya itu adalah keponakannya sendiri.


Viola hanya diam menggigit kuku jari telunjuknya.


"Pantas saja tadi Zico terlihat kesal saat Momom sebut nama kamu!" Indira menatap tajam Viola.


"Itu kan Priscilla yang ajak aku Mom, aku cuma ikut-ikutan aja, lagi pula... suru siapa juga dia berani dekat-dekat Zico, sudah tau Priscilla sudah lama tertarik pada Zico." Gerutu Viola.


"Lho itu bukan salah dia dong! Zico kan  sukanya sama Gita, cinta itu gak bisa dipaksakan Vio, apalagi dari apa yang Momom lihat tadi... sepertinya dia sangat menyayangi Gita." Tutur Indira.


Melihat anaknya yang diam saja, Ia melanjutkan, "Pokoknya Momom gak mau ya, kalau sampai kamu dan teman-temanmu itu coba-coba ganggu Gita lagi, Momom akan marah sekali sama kamu kalau sampai itu terjadi!" Tegas Indira.


"Iya Mom." Jawab Viola cemberut.


Indira pun pergi begitu saja meninggalkan kamar putrinya, ia merasa sangat kecewa pada putrinya karena pernah membully keponakannya.


***


Tiga bulan telah berlalu semenjak kepergian Sophia.

__ADS_1


Zico dan Gita pun sudah kuliah di universitas yang sama, hanya saja beda fakultas, karena Gita di fakultas kedokteran, dan Zico di fakultas Ekonomi dan Bisnis, Zico, Sean, Alex dan Kenzo mengambil jurusan Managemen Bisnis, mereka kuliah di fakultas yang sama.


Sedangkan Yolla melanjutkan Studi nya di Paris, karena ia ingin sekali menjadi designer, jadi ia memilih berkuliah di sana.


Sebenarnya Yolla merasa berat meninggalkan Gita, ia sempat ingin membatalkan rencananya untuk bersekolah disana, tetapi Gita selalu meyakinkan Yolla bahwa dirinya baik-baik saja, Gita terus memaksa Yolla untuk tetap berangkat kesana, bahkan mereka berdua membuat perjanjian, jika Gita memiliki masalah apapun, Gita harus memberi tahu Yolla, akhirnya dengan berat hati Yolla pun meninggalkan Gita ke negara fashion tersebut, tetapi ia selalu menelpon Gita setiap harinya untuk memastikan kalau Gita baik-baik saja.


Gita memilih tinggal di asrama kampusnya demi keamanannya, sedangkan Zico pulang dan pergi dari Mansionnya.


Mereka selalu bertemu di taman atau dikantin Kampusnya.


Sama seperti di sekolah yang sebelumnya, Zico selalu menjadi pusat perhatian para gadis, apalagi jika Zico sedang berjalan berempat dengan para sahabatnya, Sean, Alex dan Kenzo.


Mereka berempat sama tampannya, hanya saja memiliki kharismatik dan tipe wajah yang berbeda.


Sore ini mereka sedang bermain basket di Sport Hall kampus mereka.


Gita yang telah menyelesaikan kelasnya segera menghampiri Zico di Sport Hall, dan membawakannya minuman ion dingin favorit Zico.


Gita duduk dikursi pinggir lapangan melihat pujaan hatinya yang terlihat sangat tampan, keren dan cool itu, walaupun sudah menjalin hubungan dengan Zico hampir satu tahun lamanya, ia selalu merasa jatuh cinta pada Zico lagi dan lagi, apalagi jika Zico sedang bermain basket seperti ini, kerennya bertambah berkali-kali lipat.


Zico yang melihat Gita sedang duduk segera melemparkan bola basketnya ke Sean, ia keluar dari lapangan dan menghampiri Gita.


"Lho kok udahan mainnya?" Gita menyatukan alisnya sembari tersenyum.


"Ck... Kemarin kan kita ketemu sebentar sayang." Imbuh Gita.


"Itu sih cuma selewat doank." Keluh Zico lagi mengerucutkan bibirnya.


Gita tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Peluk aku dong sayang..." Pinta Zico membentangkan kedua tangannya, berharap Gita akan memeluknya.


"Ih kamu lagi keringetan juga.. lihat tuh, baju kamu udah basah, nanti baju aku ikut basah dong." Tolak Gita tertawa kecil sambil mencubit kedua pipi Zico, ia selalu merasa gemas pada Zico jika sedang bersikap manja padanya seperti ini.


"Nih sayang minuman buat kamu." Gita memberikan minuman ion dingin itu pada Zico.


"Makasih Sayangku." Ucap Zico membelai pipi Gita.


Zico pun segera meminumnya.


Ternyata di kejauhan ada banyak pasang mata yang memperhatikan kebucinan mereka berdua.


Ya, memang saat Zico dan teman-temannya bermain basket, pasti banyak gadis-gadis yang masuk ke Sport Hall hanya untuk memandangi dan mencari perhatian mereka.

__ADS_1


Diantara banyak pasang mata, ternyata ada tiga pasang mata yang tak asing yang menatap benci pada Gita, siapa lagi kalau bukan Priscilla, Chaterine dan Viola.


"Iih geli banget deh gue liat kebucinan dia berdua tuh." Cebik Chaterine.


"Tau iih, sebel gue liatnya." Sahut Viola.


"Sepupu lo tuh Vio!" Ketus Priscilla .


"Diih, bodo amat, gue gak akan anggap dia sepupu gue sampe kapanpun!" Kilah Viola.


Viola memang telah menceritakan semuanya pada Priscilla dan Chaterine tentang hubungan persaudaraannya dengan Gita.


"Ayo ah pergi, males gue disini!" Ajak Priscilla .


Priscilla beranjak dari tempat duduknya diikuti pula oleh Viola dan Chaterine, mereka berjalan keluar dari Sport Hall.


"Pris, lo gak ada rencana gitu buat merebut Zico? Kita bikin malu atau apa gitu, si Gita itu." Tanya Chaterine.


"Nanti aja, gue belum ada mood buat ngerjain dia lagi." Sahut Priscilla .


Di dalam Sport Hall lagi...


Setelah berbincang dengan Gita, Zico kembali masuk ke lapangan, kembali berlatih bersama teman-temannya, karena sekitar satu minggu lagi akan ada turnamen antar universitas.


Saat Gita sedang duduk menunggu Zico berlatih, Ponselnya berdering, siapa lagi kalau bukan Yolla.


(Hallo La!) Ucap Gita lembut.


(Hallo Git!) Sahut Yolla terdengar sedih, ia melanjutkan, (Lo lagi ngapain Git? Kok kayanya berisik banget sih disana?)


(Lagi nunggu Zico latihan basket La.)  Jawab Gita.


(Ooh... Sean lagi main basket juga ya Git?) Tanya Yolla.


(Iya La, seperti biasalah... Sama Alex dan Kenzo juga.) Sahut Gita.


Di sebrang telpon terdengar suara Yolla yang menghela nafas berat.


(Lo kenapa La?) Tanya Gita yang tahu kalau sahabatnya itu sedang tidak baik-baik saja.


(Nggak,.. gak apa-apa kok Git.) Kilah Yolla.


(Oya La, gue mau tanya deh, sebenernya hubungan lo sama Sean tuh seperti apa sih?)

__ADS_1


__ADS_2