First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Seperti Reuni


__ADS_3

Setelah tiba di pelaminan, daddy Austin dan juga om Aryo pun bergantian memberikan sambutan untuk para tamu yang hadir.


Para tamu yang hadir terkejut mendengar sambutan dari om Aryo saat ia mengikrarkan jika dirinya adalah wali dari Gita karena Gita adalah keponakannya.


Pasalnya, Aryo Adhinata adalah salah satu pengusaha yang sedang menjadi perbincangan banyak orang kalangan atas. Perusahaannya bergerak di bidang kuliner. Ia memiliki banyak restoran mewah yang sedang viral di kalangan atas yang tersebar di kota-kota besar yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu dirinya sedang menjadi perbincangan banyak orang karena kesuksesan bisnisnya tersebut.


Setelah sambutan om Aryo selesai, para tamu pun memberikan tepuk tangan yang begitu meriah. Karena om Aryo memberikan beberapa lelucon saat sambutannya hingga membuat para tamu tertawa.


Setelah acara sambutan selesai Gita dan Zico pun saling mengucapkan janji suci kembali di depan para tamu yang hadir, hingga aula itu dipenuhi dengan tangis haru, karena baik Zico maupun Gita sama-sama menitihkan air matanya ketika mengucapkan janji suci mereka.


Yolla, Giselle dan Nadhira bahkan sampai terisak dibuatnya saat melihat Gita yang mengucapkan janji sucinya pada Zico sambil menangis.


Setelah acara haru itu, para tamu pun mulai berbaris menuju pelaminan untuk sekedar mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.


Yang berada di urutan paling depan adalah para sahabat Gita dan Zico. Setelah Yolla, Sean, Nadhira dan juga Alex selesai memberikan ucapannya, bergantian Giselle dan suaminya yang saatnya mengucapkan selamat kepada Gita dan Zico.


Giselle bersama suaminya datang membawa serta anak kecil perempuan yang berusia sekitar dua tahun.


"Git, selamat ya, akhirnya ..." ucap Giselle menggantung kemudian berpelukan dengan Gita sama-sama menitihkan air matanya.


"Makasih ya udah sempatin datang, Sel. Aku kangen banget sama kamu," ucap Gita.


"Aku juga ... Rasanya seperti mimpi bisa ketemu kamu lagi, Git."


Gita pun tersenyum sambil menatap putri kecil Giselle yang sedang di gendong oleh suami Giselle.


"Ini anak kamu, Sel? Ya ampun, cantik banget, sih."


"Anak kamu juga ganteng sama cantik banget, lucu banget ... Oya, kenalin ini suami aku, Git," tutur Giselle memperkenalkan suaminya kepada Gita.


Mereka pun bersalaman, dan mengakhiri percakapannya karena sudah banyak orang yang mengantri.


Giselle bergandengan dengan suaminya menghampiri Yolla, Sean, Nadhira dan juga Alex yang sedang berkumpul.


"Ra, Vier mana? Gue kangen tau sama dia," tanya Giselle pada Nadhira.


"Dia lagi ngejar cewek, dia udah rewel banget dari kemarin minta ketemu Zefa," jawab Nadhira terkekeh begitupun dengan Alex. Sedangkan Yolla dan Sean hanya tersenyum, mereka merasa kikuk saat bertemu dengan Giselle.


"Zefa itu anaknya Zico dan Gita, 'kan? Wah, bisa besanan dong kalian," ucap Giselle terkekeh.


"Zefa nya aja nggak mau, Vier nya aja yang maunya deket-deket terus sama Zefa. Sumpah ya, Sel. Gue kalo liat mereka berdua berasa liat Alex waktu ngejar gue dulu," cetus Nadhira terkekeh, begitu pun juga dengan Giselle yang ikut terkekeh.


"Oya, La. Apa kabar? Lo katanya udah lama balik ke sini, ya?" sapa Giselle ramah pada Yolla. Giselle bersikap biasa saja pada Yolla dan Sean. Namun, tetap saja Yolla dan Sean merasa kikuk di depan Giselle.


"I-iya, gue udah di sini lama, Sel. May be, sekitar tiga bulan lebih lah gue di sini. Oya, kabar gue baik, lo sendiri gimana? Ini anak lo, ya? Cantik banget sih kayak lo. Namanya siapa cantik?" ucap Yolla sambil memegang dagu Nasya, anak dari Giselle.


"Nama aku Nasya, Aunty," jawab Giselle mewakili sang putri yang belum bisa berbicara banyak, terlebih putrinya memang terlihat kalem dan pemalu.


"Cantik namanya persis seperti orangnya," puji Yolla tersenyum sambil mencolek ujung hidung Naura.


"Oya, kenalin ini suami gue, La. Mas, ini Yolla sahabat aku," ucap Giselle memperkenalkan suaminya dengan Yolla.


"Yolla!" ucap Yolla.


"Bimo!" ucap suami Giselle.


Mereka pun memperkenalkan diri sambil berjabat tangan. Hanya Yolla yang belum mengenal suami Giselle. Sedangkan Sean sudah mengenalnya karena waktu Sean datang ke pernikahan Giselle dengan suaminya kala itu.


Namun, Giselle tak berani menegur Sean, karena suaminya sangat cemburu pada Sean. Ia tahu jika sebelum dengannya, Giselle telah berpacaran lama dengan Sean.


"Bunda!" teriak Zefa sembari berlari menghampiri Yolla.


"Eh, kenapa, Sayang? Zefa kenapa berlari? Nanti kalau jatuh gimana coba?" tegur Yolla pada Zefa.

__ADS_1


"Aku cebal cama Viel, dia ikutin aku telus Bunda!" gerutu Zefa kesal sembari mengerucutkan bibirnya.


Mendengar itu, mereka yang sedang berkumpul pun terkekeh melihat tingkah Zefa.


"Bukannya dia anaknya Gita dan Zico? Dia panggil lo, Bunda?" tanya Giselle pada Yolla.


"Iya, memang Zayn dan Zefa panggil gue Bunda, Sel. Karena dari mereka bayi gue ikut bantu Gita merawat mereka," terang Yolla.


"Oh jadi Gita itu selama menghilang tinggal sama lo?"


"Awalnya nggak, cuma karena gue usaha cari dia terus, dan kebetulan Mike juga berhasil nemuin Gita di London, jadi aku samperin dia, terus aku ajak pindah ke Paris. Aku baru ketemu Zayn dan Zefa saat mereka berumur sekitar lima bulan, Sel."


"Ooh gitu ... Mereka tuh bener-bener good looking banget, ya. Ini masih kecil, lho. Gimana kalo udah besar nanti," puji Giselle.


"Lihat dulu dong bibitnya," cetus Nadhira.


"Eh tapi anak-anak kalian juga ganteng sama cantik, lho," puji Yolla menimpali.


"Bunda! Ini Vielnya deketin aku telus, aku kecal tau!" omel Zefa.


Yolla pun berjongkok dan menatap Vier, "Vier, Sayang. Vier kenapa ikutin Zefa terus?" tanya Yolla lembut sambil meletakkan tangannya pada kedua belah bahu Vier.


"Aku kan sayang sama Zefa, Aunty. Dia pacar aku, jadi aku mau jagain dia!" jawab Vier yang tentu saja membuat mereka semua terbahak.


"Heummm, buah jatoh nggak jauh dari pohonnya ya, Ra," cetus Sean pada Nadhira, bermaksud menyindir Alex.


"Ember!" sahut Nadhira sambil memicingkan matanya pada Alex, sedangkan Alex hanya menggaruk alisnya yang tak gatal.


"Itu kan dulu, Beib. Sekarang kan aku udah tobat," sahut Alex sembari merangkul bahu Nadhira.


"Jelas aja kamu setia, orang kamu udah di ancam Papi!" cetus Nadhira.


"Di ancam? Di ancam kenapa?" tanya Sean penasaran.


"Kata papinya, kalo dia main cewek kayak dulu, nanti warisannya bakal turun semua ke Vier, dia nggak bakal dikasih jatah!" jawab Nadhira terkekeh. Dan tentu saja membuat yang lain terbahak. Sedangkan Alex hanya tersenyum malu.


Momen canda tawa yang sudah lama tak mereka rasakan, akhirnya mereka rasakan kembali hari ini, di pesta pernikahan Zico dan Gita. Acara itu menjadi terasa seperti sedang reunian.


"Oya, Lex. Kenzo mana? Kok belum keliatan?" tanya Sean.


"Tadi sih gue tanya lagi on the way," sahut Alex.


"Ooh, kirain nggak dateng," jawab Sean.


"Pasti datang lah, dia udah di tanyain mulu sama Zefa. Tadi aja Zefa minta video call uncle Ken nya itu sama aku," sahut Yolla.


"Memang Zefa dekat sama Kenzo, La?" tanya Giselle.


"Hmm, bukan deket lagi, Sel. Tapi lengket banget tau nggak. Nanti aja deh kalo Kenzo udah datang lo bisa lihat sendiri seberapa lengketnya dia sama Kenzo," ujar Yolla.


"Masa sih? Kok bisa? Memang udah berapa lama Zefa kenal Kenzo?" tanya Giselle lagi penasaran.


"Duluan juga kenal Kenzo dari pada gur, dari masih di perut dia udah kenal Kenzo, Sel," tutur Yolla, ia sudah mulai tidak kikuk lagi berbincang dengan Giselle.


"Lho? Kok bisa?" tanya Giselle mengerutkan dahinya.


"Jadi pas Gita kabur, dia sempat pingsan di bandara, terus di bawalah sama orang bandara ke rumah sakit, terus di rumah sakit ketemu Kenzo. Kira-kira begitulah cerita dari Gita," bisik Yolla pada Giselle, karena ia tak ingin ada tamu lain yang mendengar perbincangan mereka.


"Oh, gitu," jawab Giselle.


"Eh panjang umur, baru disebut udah datang aja, panas nggak kuping lo?" sambut Alex pada Kenzo yang baru saja tiba.


"Lo abis pada ngomongin gue? Pasti Yolla nih yang lemes ngomongin gue," jawab Kenzo ketus.

__ADS_1


"Cih, pede banget lho!" sahut Yolla.


"Uncle Ken!" teriak Zefa menghampiri Kenzo yang tentu saja disambut dengan tangan terbuka oleh Kenzo dengan posisi yang berlutut, kemudian ia pun memeluknya dan menggendong Zefa seperti biasa.


"Uncle," ucap Zefa.


"Apa, Sayang?" jawab Kenzo.


"Uncle kapan menikah cepeti Mommy and Daddy? Tapi Uncle cali Aunty nya yang cantik yang baik cepeti Mommy Jepa, ya?" ujar Zefa, membuat mereka yang mendengar dan menyaksikannya pun tersenyum membelalakkan matanya.


"Okay! Do'ain Uncle ya, Sayang," jawab Kenzo kemudian mencium pipinya.


"Pucuk di cinta ulam pun tiba! Tuh Aunty nya lagi on the way ke sini, Zefa," goda Sean saat melihat Naura sedang berjalan menghampiri mereka. Padahal dari tadi Naura sudah hadir di pesta itu, namun ia tak mendekat sama sekali, tapi di saat Kenzo bergabung dengan mereka, Naura pun langsung mendekati mereka.


Melihat Naura berjalan ke arahnya, Kenzo tiba-tiba terpikirkan akan kata-kata Zico yang mengatakan jika Naura mempunyai perasaan spesial terhadap dirinya.


"Eh, ada Naw-Naw! Dari tadi sombong banget nggak mau samperin kita, giliran ada Kenzo aja langsung ke sini," goda Alex pada Naura.


"Tadi aku lagi ngobrol sama sodara yang udah lama nggak ketemu, Kak," kilah Naura mencari alasan.


"Ah, Masa?" Sean ikut menggodanya.


"Iya, beneran, Kok!" ketus Naura.


"Aunty Naw-Naw, Aunty kenal cama Uncle Ken aku?" tanya Zefa pada Naura, Naura pernah datang ke mansion Zico sekali saat Zico sedang koma kala itu, ia mengetahui saat itu jika Zico dan Gita telah memiliki anak. Jadi Zefa dan Zayn sudah mengenal sosok Naura sebagai aunty nya.


Kenzo mengulas senyumnya saat mendengar hal celoteh Zefa pada Naura. Membuat Naura semakin jatuh cinta pada Kenzo.


"Uncle Ken kamu? Memang Uncle Ken siapanya Zefa, hah?" tanya Naura mencubit gemas pipi chubby Zefa.


"Iih, Aunty! Cakit tau pipi aku!" omel Zefa sambil menggosok pipinya dengan bibir yang mengerucut.


"Sakit ya, Sayang? Sini Uncle cium supaya sembuh," ucap Kenzo kemudian mencium pipi Zefa bekas cubitan Naura.


"Uncle! Uncle jangan menikah cama Aunty cepeti Aunty Naw-Naw, ya! Dia nyebelin," oceh Zefa.


Kenzo terkekeh pelan mendengarnya.


"Maafin Aunty ya, Sayang. Habisnya Aunty gemes banget sama kamu. Nih pipinya makin gembul aja nih, gemoy banget kamu tuh," goda Naura sambil mencolek pipi Zefa.


Kenzo terus memperhatikan Naura yang saat ini benar-benar sudah terlihat dewasa dan terlihat sangat cantik. Sepertinya ia sudah mulai jatuh hati pada Naura.


Sean dan Alex pun saling melirik dan tersenyum saat melihat tatapan Kenzo pada Naura.


"Zefa, ikut ncus, yuk! Zefa kan belum makan," ajak suster Kiki menghampiri Zefa yang sedang di gendong oleh Kenzo.


"Iya, Ncus. Aku lapal, nih," keluh Zefa.


"Ya udah ayo ikut Ncus," ucap suster Kiki sembari menengadahkan tangannya untuk menggendong Zefa, Zefa pun menurut dan berpindah ke gendongan suster Kiki.


"Uncle, Jepa makan dulu, ya?" ucap Zefa berpamitan pada Kenzo.


"Iya, Sayang. Makan yang banyak, ya. Biar makin gembul," jawab Kenzo sambil mencubit pelan pipi Zefa yang membuat Zefa tersenyum


"Tuh di cubit Uncle Ken kamu nggak marah, giliran sama Aunty aja marah!" sindir Naura menggoda Zefa.


"Unlce Ken kan pelan, kalau Aunty tadi kencang cekali!" sahut Zefa memicingkan matanya pada Naura.


"Maaf Tuan, Nona. Saya permisi ya mau ajak Zefa makan dulu," ucap suster Kiki kemudian beranjak pergi meninggalkan Mereka.


"Bye, Uncle!" teriak Zefa.


"Bye, Sayang!" sahut Kenzo.

__ADS_1


***


Tiga jam pun berlalu, Kenzo dan Naura terlihat semakin dekat. Kenzo semakin tertarik melihat Naura yang benar-benar sudah terlihat dewasa. Yang tadinya ia hanya menganggap Naura sebagai adik kecilnya, namun sekarang sudah mulai ada getaran lain di hatinya saat menatap wajah cantik Naura.


__ADS_2