First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Syarat Mommy


__ADS_3

“Sore juga Gita, terima kasih ya nak kamu sudah repot-repot mengantar Zico pulang.” Ucap Mommy tersenyum ramah, ia sangat menyukai sosok Gita. ‘Pantas saja Zico sangat mengagumi Gita, ternyata dia sangat cantik.’ Batin Mommy Celine.


“Tidak kok tante, malah aku yang ber…” belum sempat menyelesaikan kata-katanya Zico sudah memotong pembicaraan mereka.


“Aduh… kaki Zico sakit nih Mom terlalu lama berdiri disini, nggak mau ngajak anaknya masuk apa?” Keluh Zico, ia mencoba mengalihkan pembicaraan Gita dan Mommy, Zico tidak mau Mommy tau ia celaka karna menolong Gita.


“Oh iya nak Mommy lupa sayang, ayo Gita silahkan masuk.” Celine mengajak Gita masuk ke dalam.


“Maaf tante, Aku langsung pulang saja ya tante, biar Zico nya bisa istirahat.” Gita menolak dengan halus.


“Lho kamu mau pulang naik apa nak? Di sini susah lho dapat taksi, harus telpon dulu, sudah masuk saja dulu, nanti biar Mommy minta supir Mommy untuk mengantar kamu.” Pinta Celine.


“Tidak tante, tidak perlu repot-repot, aku bisa pulang sendiri kok, tidak apa-apa aku jalan ke depan saja, nanti didepan gerbang juga banyak taksi lewat kok.” Gita masih tetap ingin pulang.


Zico memegang tangan Gita, “Git, ayo masuk dulu sebentar saja, mobil aku sedang diambil Sean di restoran tadi, nanti saat dia kesini aku akan minta dia sekalian mengantar kamu pulang, kan rumah kamu searah sama dia, mau ya?” Pinta Zico halus dengan tatapan penuh harap.


Saat Zico menyebutkan kata searah, Gita baru menyadari ternyata rumah Zico dan apartemen tempat tinggal Gita berbeda arah dan cukup jauh, butuh waktu sekitar 40 menit untuk sampai ke apartemen Gita.


‘Hmmm, ternyata selama ini dia bohong, dia bilang rumahnya searah sama aku.’ Batin Gita, ia mau mengomel pada Zico tapi tidak mungkin, karna ada Mommy Celine di dekat mereka.


“Hmmm, Baiklah.” Gita pun akhirnya masuk ke dalam rumah mewah Zico, ia tidak enak hati pada Mommy Celine kalau terlalu keras menolak.


“Ayo nak, masuk!” Ajak Mommy sambil menuntun Zico disebelah kiri, dan Gita disebelah kanan Zico.


“Silahkan duduk Git.” Celine mempersilahkan duduk kepada Gita.


“Iya tante, terima kasih.” Sahut Gita, dan ia pun segera duduk.


“Dari tadi panggilnya tante tante terus, panggil MOMMY... Okay?” Pinta Celine yang risih dipanggil tante oleh gadis yang menurutnya kelak akan jadi menantunya.


“Memang tidak apa-apa kalau aku panggil tante Mommy?” tanya Gita, ia heran kenapa dirinya harus memanggil Mommy.


“Memang kenapa tidak boleh? Sean, Alex dan Kenzo, meraka semua panggilnya Mommy kok, iya kan Son?” Mommy Celine memberikan kode mata pada Zico, memintanya untuk membantu meyakinkan Gita.


“Iya Git, panggil Mommy aja ya?” Pinta Zico.


“Iya Mom..My.” Ucap Gita terbata-bata.

__ADS_1


“Nah gitu dong sayang, Mommy kan senang mendengarnya.” Celine tersenyum senang.


Gita juga membalas tersenyum.


‘Gita benar-benar cantik dan manis, dia juga sangat sopan.’ Batin Celine.


Bu Wati tiba mengantarkan minuman dan beberapa camilan untuk Gita.


“Silahkan non diminum teh nya.” Bu Wati mempersilahkan Gita dengan sangat ramah, ia yang sudah bekerja disana sejak Zico berumur 5 tahun sangat mengenal Zico, selama ini tidak ada satu pun gadis yang dibawa kerumahnya, hanya Gita gadis yang sudah menginjakan kakinya di Mansion mewah itu.


“Terima kasih Bu!” Sahut Gita tersenyum ramah, tapi ia belum meminum teh nya.


“Diminum Git, kamu pasti haus kan?” Zico ikut mempersilahkan.


"Iya nak, ayo silahkan diminum.” Celine juga ikut mempersilahkan.


“Baiklah.” Gita pun segera meminumnya sedikit dan segera meletakkan cangkir teh nya lagi di meja.


“Oh iya nak, bagaimana ceritanya kamu bisa sampai terluka seperti ini?” Tanya Mommy yang masih penasaran.


“A.. Aku Mommy yang sudah menyebabkan Zico seperti ini, Zico tadi menolongku yang hampir tertabrak sepeda motor, Maafkan aku ya Mom.” Gita menjelaskannya dengan wajah yang sangat merasa bersalah.


“Oh jadi kamu penyebabnya!” Mommy Celine berpura-pura memasang wajah agak ketus.


‘Zico benar-benar sangat melindungi Gita ternyata, Mommy bangga sama kamu nak, Mommy punya ide untuk membuat kamu semakin dekat dengan Gita.’ Batin Mommy Celine.


“Mom, itu bukan salah Gita kok, Zico yang sudah membuat Gita marah sampai dia menyebrang tidak lihat kanan kiri.” Zico yang melihat ekspresi ketus Mommy nya menjadi khawatir Mommy nya akan menjadi tidak respect pada Gita.


“Aku benar-benar minta maaf Mom sudah membuat Zico terluka.” Gita tertunduk, ia merasa takut pada Mommy.


“Mommy akan memaafkan kamu, tapi dengan satu syarat.” Sahut Mommy Celine.


“Syarat apa sih Mam?!” Zico mulai kesal pada Mommy nya.


“Kamu Gita yang harus merawat Zico sampai pulih, setiap pulang sekolah kamu harus ke rumah ini membantu Mommy merawat Zico!” Pinta Mommy dengan tegas.


“Mommy apa sih? Kasian Gita dong Mam kalau…” Belum juga Zico menyelesaikan perkataannya Mommy memberi kode dengan mengedipkan matanya, Zico pun segera mengerti maksud Mommy nya, ia jadi ikut senang membayangkan Gita datang ke rumahnya setiap hari.

__ADS_1


“Iya Mom, Aku janji akan merawat Zico sampai sembuh.” Imbuh Gita.


“Baiklah, Mommy pegang janji kamu ya!” Sahut Celine tersenyum senang, ia merasa menang sudah berhasil mengelabui Gita.


‘Mommy ini ada-ada saja.’ Batin Zico sambil mencubit kecil di antara dua alisnya.


“Kamu kenapa Son? Kamu pusing?” tanya Mommy.


“Hmmm? Nggak kok Mam.” Sahut Zico.


“Kamu istirahat aja dikamar, Gita... kamu tolong bantu Zico ke kamarnya ya.” Pinta Celine.


“Memang boleh Mom?” tanya Gita tidak enak kalau harus masuk ke kamar Zico.


“Tentu boleh, kamu kan tahu Zico kesulitan berjalan, kasian dia kalau harus ke kamar sendirian.” Sahut Mommy.


“Oh, Baiklah Mom.” Sahut Gita. Ia melanjutkan, “Ayo Zico aku antar!” Ajak Gita.


Gita pun segera bangkit dari tempatnya duduk dan membantu Zico berdiri dan berjalan.


Zico berjalan menuju lift sambil mengedipkan mata ke Mommy nya.


Biasanya Zico lebih suka naik tangga, tapi karna kakinya yang sakit ia lebih memilih naik lift saja, karna kamarnya berada dilantai 4.


Gita benar-benar terpukau melihat rumah Zico, sampai ada lift nya pula.


Setelah keluar dari lift, Gita mulai bertanya, “Kamar kamu yang mana Zico?” Gita bertanya karna dilantai itu terdapat 2 kamar.


“Itu!” tunjuk Zico pada kamar yang ada di sisi kanannya.


Gita pun memapah Zico sampai duduk diranjangnya, setelah itu Gita hendak pamit untuk segera pulang.


“Zico, aku pulang dulu, kamu istirahat ya.” Pamit Gita dan hendak melangkahkan kakinya pergi sampai tiba-tiba tangannya dipegang oleh Zico.


“Gita Wait!” Seru Zico.


“Auww! Sssst.. ” Gita mendesis merasakan sakit dipergelangan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2