First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Rambut Basah


__ADS_3

Tok… Tok… Tok…


Ceklek…


Mendengar suara ketukan pintu Gita pun seketika berdiri, wajahnya sangat terlihat gugup, sedangkan Zico masih duduk dan merapihkan posisinya, wajahnya terlihat tidak kalah gugup dari Gita.


Perawat masuk sembari mendorong kursi roda yang ditumpangi Sophia.


Gita bergegas menghampiri Ibu nya untuk membantunya berbaring di tempat tidur.


“Nak Zico, tolong antar Gita pulang ya? Ibu khawatir kalau Gita pulang sendiri, ini sudah sangat larut.” Pinta Sophia.


“Aku nggak pulang kok bu, aku mau temani Ibu aja di sini.” Terang Gita.


“Tapi kamu kan besok sekolah nak.” Ucap Sophia.


“Nggak apa-apa bu, besok pagi-pagi sekali aku pulang, nanti aku berangkat sekolah dari rumah.” Jawab Gita.


“Oh ya sudah kalau itu mau kamu, kamu nyalakan alarm ya, agar besok tidak telat bangun.” Sophia mengingatkan.


“Baik bu.” Sahut Gita.


“Ya sudah kalau begitu Zico pamit pulang ya tan.” Zico mencium punggung tangan Sophia dengan hormat.


“Hati-hati ya nak Zico.” ucap Sophia.


“Iya tante.” Jawab Zico.


“Panggil Ibu saja seperti Gita, nggak usah panggil tante.” Pinta Sophia.


“Hmmm? i..iya bu.” Sahut Zico gugup.


Sophia tersenyum, begitupun juga Gita.

__ADS_1


Gita hendak mengantarkan Zico keluar, tetapi Zico menghentikannya.


“Udah kamu antarnya sampai sini aja, udah sepi soalnya.. Aku pulang dulu ya, kamu beneran mau menginap di sini aja?” Tanya Zico.


“Iya aku di sini aja, aku nggak bisa tinggalin Ibu sendirian, percuma kalau aku pulang aku nggak akan bisa tidur, pasti hanya akan kepikiran Ibu.” Jawab Gita.


“Oh ya udah, besok pagi aku jemput kesini yaa jam lima pagi.” Zico membelai pipi Gita dengan ibu jarinya.


“Hah?? Nggak usah, aku pulang sendiri aja besok.” Tolak Gita.


“Jangan! pagi-pagi itu masih sepi diluar sana, aku nggak mau kamu ketemu orang jahat, pokoknya kamu besok aku jemput titik!” Ucap Zico tegas tak ingin dibantah.


Gita menghembuskan nafasnya kasar, “Huuuft… okay okay!”


Zico membuka tangannya memeluk Gita kemudian mencium pucuk kepala Gita.


“Hati-hati ya sayang, kalau sudah sampai rumah kabarin aku ya.” Gita menatap wajah tampan Zico dengan posisi masih berpelukan.


“Iya sayang.” Sahut Zico tersenyum lembut sembari membelai rambut Gita.


***


Zico sudah sampai di Mansion nya yg mewah, dan disambut oleh Mommy nya diruang tamu yang tidak bisa tidur karena putra kesayangannya itu belum sampai rumah.


“Akhirnya kamu pulang juga son.” Monic berjalan menghampiri Zico dan seketika memeluknya.


“Iya Mom, maaf ya sudah membuat Mommy khawatir.” Zico membalas pelukan Mommy nya sambil mencium kening Mommy nya.


Zico memang sangat lembut kepada Mommy nya, tidak heran dia juga sangat lembut kepada Gita. Karena memang Mommy nya selalu memanjakannya, hanya saja Daddy nya Austin William yang tidak suka kalau Zico dimanja, karena Zico yang suatu saat akan meneruskan perusahaannya, Austin ingin putra semata wayangnya itu bisa bersikap tegas seperti dirinya.


“Dari mana saja kamu jam segini baru pulang?!” Tanya Austin dengan tegas yang tiba-tiba turun dari tangga karna mencari istrinya.


“Aku habis dari rumah sakit Dad, Ibunya teman Zico sakit.” Jawab Zico, ia terpaksa berbohong kepada Daddy nya , karena kalau sampai Daddy nya tau ia berpacaran pasti akan ada ceramah sampai subuh.

__ADS_1


“Siapa? Alex atau Kenzo?” Tanya Austin, karena selama ini memang Zico tidak pernah punya teman dekat selain mereka berdua dan juga Sean, tapi kalau Sean tidak mungkin orang tuanya sakit, karena baru saja tadi siang ia melihat Mamanya Sean datang ke kantornya untuk bertemu suaminya, yakni papanya Sean.


“Ada lah Dad, teman yang lain.”Jawab Zico singkat, ia melanjutkan, “Zico naik dulu ya Dad mau mandi, bye Mom.” Zico segera meninggalkan Mommy dan Daddy nya ke kamar, karena ia malas berdebat dengan Daddy nya.


Zico segera mandi Lalu tertidur.


***


Pukul 04.30 alarm HP Zico berdering, ia segera bangun mematikan alarm, kemudian bersiap-siap dan bergegas pergi menjemput Gita dirumah sakit sebelum Daddy nya bangun, ia paling malas kalau mendengar Daddy nya mengoceh.


Saat akan melajukan mobilnya, ia mengirimkan pesan dahulu kepada Celine, {Mom, aku sudah berangkat ya, aku akan menjemput Gita dulu ke rumah sakit, Love you Mom!}


Celine terbangun karena ada dering pesan dari HP nya, setelah membaca pesannya Celine tersenyum karena perlakuan Zico kepada Gita sama persis seperti suaminya saat sedang bucin bucinnya dulu, pada saat yang sama Austin terbangun dan melihat ekspresi Celine kemudian bertanya karna penasaran, “Kamu kenapa? Baru bangun kok sudah senyum-senyum seperti itu? Pesan dari siapa itu?” Tanya Austin curiga.


“Ini Zico sayang, dia sudah berangkat karena akan menjemput Sean dulu katanya.” Celine terpaksa berbohong kepada suaminya.


“Oh!” Sahut Austin.


***


Zico sudah sampai di rumah sakit lalu pamit kepada Sophia , dan bergegas menuju apartemen Gita.


Setibanya di apartemen Zico menunggu Gita diruang keluarga, dan Gita segera ke kamar mandi.


Lima belas menit kemudian, Gita keluar kamar mandi dengan rambutnya yang terurai basah.


Deg..Deg..Deg..


Detak jantung Zico tak beraturan saat melihat pemandangan didepannya, entah mengapa melihat Gita seperti itu tiba-tiba membangkitkan gairahnya, apalagi mengingat ciuman semalam yang belum selesai, tetapi Zico menahannya sebisa mungkin.


Gita segera masuk ke kamar dan berganti seragam sekolah, setelah keluar dari kamarnya Gita terburu-buru berangkat dengan rambutnya yang masih basah, hanya disisir rapi, karena merasa tidak enak pada Zico jika menunggunya terlalu lama.


“Ayo kita berangkat.” Ajak Gita sambil memakai tas nya.

__ADS_1


Zico menatap Gita dan berpikir dalam benaknya ‘Apa dia akan pergi dengan rambut basah seperti itu?’


“Sayang, tapi rambut kamu masih basah, keringkan aja dulu, nanti kamu masuk angin, masih banyak waktu kok.” Pinta Zico.


__ADS_2