First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Nasihat Zico


__ADS_3

"Okay, Sayang," sahut Gita tersenyum kemudian memeluk erat tubuh sang suami.


"Ah, nyaman banget peluk kamu," gumamnya di pelukan sang suami.


Zico pun tersenyum mendengarnya, kemudian menciumi pucuk kepala sang istri berkali-kali.


"Ya udah, ayo kita pergi," ajak Gita.


"Tunggu, Sayang. Kamu pake bajunya kayak gini?" tanya Zico menahan langkah Gita. Ia memperhatikan Gita dari ujung kepala sampai ujung kaki. Gita hanya mengenakan kaos dan hotpants.


"Memang kenapa?" tanya Gita mengernyitkan dahi sambil menatap tubuhnya sendiri.


Zico pun menghampiri almari dan mengambil sebuah dress selutut bermotif bunga-bunga kecil dengan warna dasar krem muda. Senada dengan hem yg digunakannya.


"Nih, ganti pake ini aja, Sayang," pinta Zico.


"Ya udah, tunggu aku di luar, nanti aku nyusul," titah Gita. Namun, Zico hanya berdiri di tempat sambil tersenyum usil memandangi wajah Gita.


"Kenapa? Kok malah lihatin aku kayak gitu?" tanyanya menyatukan alis.


"Memang kenapa aku harus keluar, Sayang? Kan aku udah jadi suami kamu, boleh dong aku lihat kamu, toh dulu juga aku udah pernah liat, 'kan? " goda Zico menaik-naikkan alis.


"Iissh, jangan lah! Tar kamu ngiler lagi, aku kan masih halangan. Udah ah sana cepetan keluar," omel Gita tersenyum sambil mendorong tubuh Zico agar keluar dari walk in closet.


Zico pun terkekeh dibuatnya. Kemudian ia menurut keluar dari walk in closet dan turun ke bawah menemui kedua buah hatinya yang sedang bermain di ruang bermain, sembari menunggu Gita berganti pakaian dan bersiap pergi ke apartemen Yolla.


"Daddy mau berangkat ke kantor, ya?" tanya Zayn saat melihat sang daddy berjalan menghampirinya yang sedang bermain PS.


"Iya, Nak. Daddy mau ke kantor, terus Mommy juga ada perlu keluar rumah sebentar, kalian baik-baik ya sama Genma Genpa, jangan nakal," pesan Zico kepada kedua buah hatinya.


"Iya, Daddy," sahut Zayn.


"Bohong, Daddy. Kak Zayn nakal cuka gangguin Jepa!" adu Zefa pada sang daddy.


Zico pun tersenyum memandangi bibir putrinya yang mengerucut, mengingatkannya pada Gita saat kecil dulu, sangat persis.


"Zayn jangan usil sama adiknya ya, Nak." Zico berpesan pada sang putra.


"Dia nya aja yang cengeng, Daddy!" cibir Axell sambil melirik sinis pada Lexa yang telah mengadukannya.


"Hei, kenapa? Kok anak-anak Mommy keliatannya lagi pada berantem?" tegur Gita yang baru saja tiba di sana. Zico terperangah melihat penampilan istrinya yang terlihat lebih feminim dari biasanya. Gita terlihat semakin cantik dengan dress yang dikenakannya.


"Itu, Mom. Si cengeng ngadu-ngadu sama Daddy!" ketus Zayn.


"Zayn, kok ngomongnya kaya gitu sama Zefa? Nggak boleh bilang kayak gitu dong, Nak," tegur Gita lagi.

__ADS_1


"Iya, Maaf," sahut Zayn ketus.


"Zayn, Daddy mau bicara berdua sama Zayn boleh nggak?" tanya Zico lembut.


"Iya, Daddy."


"Lho? Mau bicara apa, Sayang? Nanti kamu telat, lho! Belum nanti anterin aku dulu ke apartemen Yolla, kan kamu katanya ada meeting," omel Gita.


"Sebentar kok, Sayang," jawab Zico membelai pipi sang istri.


"Ya udah," sahut Gita.


"Ayo, Nak. Ikut Daddy sebentar ke kamar, yuk!" ajak Zico kemudian menggendong Zayn.


Setelah tiba di kamarnya, Zico mendudukkan sang putra di atas ranjangnya.


"Daddy mau bicara apa?" tanya Zayn mengerjapkan matanya.


"Zayn sayang nggak sama Mommy dan Zefa?" Zico bertanya balik sambil tersenyum.


"Iya," jawabnya singkat.


"Daddy juga sayang sekali sama mereka. Kalo Zayn sayang juga sama mereka, mulai sekarang kita harus bekerja sama untuk melindungi mereka. Kita kan laki-laki, seorang laki-laki itu harus melindungi wanita. Nggak boleh kasar apa lagi sampai bikin wanita menangis. Okay? Apa Zayn paham perkataan Daddy?" imbuh Zico tersenyum menatap sang putra.


Zayn pun menjawabnya dengan anggukkan.


Setelah berbincang dengan putranya, Zico pun mengajaknya kembali ke lantai bawah dengan menuntunnya, karena Zayn tak mau lagi di gendong oleh Zico.


Saat tiba di bawah, ia mengantarkan Zayn kembali ke ruang bermainnya bersama Zefa, Zayn pun terlihat meminta maaf pada Gita dan Zefa tanpa perlu diminta oleh Zico.


Setelah memastikan kedua buah hatinya itu telah berdamai, akhirnya Zico pun memutuskan untuk berangkat ke apartemen Yolla bersama istrinya tercinta.


Lima belas menit berlalu, akhirnya mereka pun sampai di basemen apartemen Yolla.


"Lho, Sayang? Kok di sini nganterin nya? Memang kamu mau ikut turun?" tanya Gita.


"Of course!" sahut Zico singkat sambil memarkirkan mobilnya.


"Nanti kamu telat kalo ikut aku naik dulu, Sayang. Aku nggak apa-apa kok naik sendirian."


Zico meraih tangan Gita menggenggamnya dan menciumi punggung tangannya, "Nggak mungkin lah aku biarin istri aku secantik ini jalan sendirian, nanti kalo cowok-cowok pada godain kamu, gimana?"


Gita pun tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ya udah ayo turun!" seru Gita kemudian melepaskan seat belt nya.

__ADS_1


Mereka pun turun dari mobil dan naik ke apartemen Yolla.


Gita menekan bel nya setelah sampai di depan pintu unit apartemen Yolla.


Karena Yolla sedang mandi, jadi Sean lah yang membukakan pintunya.


"Lho? Lo nginep?" tanya Zico yang memandang tubuh Sean masih menggunakan warna celana dan kemejanya masih sama dengan yang kemarin dipakainya saat mengunjungi mansion Zico.


"Hah? I-iya, Zi," jawab Sean menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali.


"Mana Yolla?" tanya Gita memandang kesal pada Sean.


"Dia lagi mandi, Git," jawab Sean kikuk.


"Oh ya, ayo masuk dulu," ucapnya lagi.


Gita dan Zico pun duduk berdampingan di sofa.


Sepuluh menit berlalu, mereka telah berkumpul berempat di ruangan yang sama, di ruang tamu apartemen Yolla.


"La, lo kenapa?" tanya Gita melihat raut wajah sahabatnya yang berbeda dari biasanya, tidak terlihat ceria sama sekali.


Yolla mendongakkan kepalanya menatap wajah Sean yang duduk disisi sofa.


"Kalo kamu nggak sanggup untuk cerita, biar aku yang ngomong, ya?" ucap Sean. Kemudian di balas Yolla dengan anggukkan.


Sean menghela napas panjang sebelum memulai percakapannya.


"Tadi malam Mike melecehkan Yolla, Git, Zi," ucap Sean menatap Zico dan Gita bergantian.


"Hah? Melecehkan? Maksudnya melecehkan gimana?" jawab Gita tersentak. Karena yang ia tahu Mike adalah pria yang begitu lembut pada Yolla.


"Kemarin siang dia mergokin kita berdua di kantor Yolla, terus dia marah, dan setelah Yolla jelasin sama dia, dia bilang kalo dia mau maafin Yolla tapi Yolla harus mau dinner sama dia. Dan Yolla pun nurutin keinginan dia. Setelah pulang kerja dia ke restoran hotel tempat Mike menginap, eh gak tau kenapa Yolla malah ada di kamar hotel Mike," jelas Sean yang ia pun tidak mengerti sebenarnya apa yang membuat Yolla ada di kamar Mike. Ia sebenarnya sangat penasaran. Namun, ia tak tega untuk menanyakannya pada Yolla.


"Dia semalam ngakunya kepalanya sakit terus belum minum obat katanya, jadi aku ke apotek terus samperin dia ke kamarnya. Aku sama sekali gak nyangka kalo dia cuma bohongin aku dan mancing aku supaya aku datang ke kamarnya. Dan aku juga nggak nyangka kalo dia bakal lakuin hal kayak gitu ke aku, Han," terang Yolla lirih pada Sean dengan air matanya yang tak hentinya mengalir di wajah cantiknya.


Mendengar penjelasan Sean dan Yolla, tanpa berkata-kata Gita pun seketika mendekati Yolla dan memeluknya erat. Tentu saja ia pun ikut menangis mendengar kejadian pahit yang di alami oleh sahabatnya itu.


"Terus dia udah lo laporin ke polisi?" tanya Zico menatap tajam Sean.


"Gue udah mau lapor, tapi Yolla ngelarang gue dan biarin dia kembali ke Paris aja," jawab Sean.


Mendengar perkataan Sean, Gita pun seketika melepaskan pelukannya karena tersentak dan menatap wajah Yolla sambil meletakkan kedua belah tangannya di kedua belah bahu Yolla.


"Serius? Lo biarin dia gitu aja, La?" tanya Gita.

__ADS_1


"Iya, Git. Gue nggak tega kalo harus lihat dia di penjara di sini, gue terlalu banyak berhutang budi sama dia, Git. Dia yang selama ini selalu melindungi gue selama gue tinggal di sana. Lo pasti nggak lupa kan apa aja yang udah dia lakuin buat kita? Di saat Zayn atau Zefa sakit pun terkadang dia yang anterin gue bawa mereka ke rumah sakit kalo lo lagi sibuk kerja dan Kenzo juga lagi sibuk di kantornya. Udah terlalu banyak kebaikan dia sama kita, Git. Gue nggak bisa melupakan beribu kebaikannya hanya karena satu kesalahan yang semalam dia lakuin. Apalagi dia kayak gitu juga karena gue yang salah. Gue yang udah khianatin dia," tutur Yolla panjang lebar sambil terisak.


Gita pun terdiam mendengar perkataan Yolla. Karena memang benar yang dikatakan Yolla, Mike itu pada dasarnya adalah orang yang sangat sangat baik. Namun, rasa kekecewaan lah yang membuatnya melakukan hal yang di luar nalar.


__ADS_2