First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Yolla menghilang


__ADS_3

***


Sean tiba di depan apartemen itu, setelah turun dari mobilnya ia menghampiri taksi online yang tadi di tumpangi Yolla, ia mencocokkan plat mobil tersebut dengan foto yang ada di ponselnya. Ya, Saat Yolla pergi Sean sempat memotret plat mobil tersebut untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu yang terjadi pada Yolla.


Ia mengintip kaca mobil yang masih bisa terlihat dari luar itu, dan ternyata Yolla dan supir itu sudah tidak ada di dalam mobil tersebut.


Sean membuka kembali ponselnya, kemudian ia melihat kembali titik lokasi Yolla. Dan titik lokasi Yolla berada di apartemen itu.


Sean masuk ke lobi apartemen, ia bertemu dengan dua orang security yang berjaga di sana. Kemudian Sean menunjukkan foto Yolla dan ternyata memang benar, Yolla masuk ke apartemen dan naik ke lantai atas, tapi kedua security itu tak tahu ke lantai berapa Yolla dan supir itu pergi.


Akhirnya Sean pun memberi tahu Zico tentang kejadian ini, ia pun mengirimkan titik lokasinya ke ponsel Zico. Sean meminta Zico untuk menghubungi polisi sebelum datang ke apartemen itu.


***


Gita yang sedang menemani kedua buah hatinya bermain pun merasa heran melihat wajah Zico yang terlihat panik dengan wajah yang penuh amarah.


"Zico kenapa, ya?" tanya Gita dalam batin.


Zico naik ke lantai empat menuju kamarnya. Gita pun bergegas menyusul Zico.


Setelah sampai di depan pintu kamar Zico, Gita mendengar Zico sedang berbicara dengan seseorang di telpon, Gita mencoba menyimak dulu pembicaraan Zico. Dan ternyata yang Zico hubungi adalah polisi. Tanpa mengetuk pintu Gita lekas membuka pintu kamar Zico.


Melihat Gita masuk, Zico pun segera mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


"Kamu kenapa telpon polisi, Sayang? Apa ini semua ada hubungannya sama Priscilla?" tanya Gita langsung pada poinnya.


"Iya, Sayang," jawab Zico jujur namun singkat sambil memakai sweaternya.


"Terus kamu mau ke mana?" tanya Gita lagi mengerutkan dahi.


"A ... aku mau ke kantor polisi, Sayang," jawab Zico berbohong.


"Lho? Ngapain? Bukannya biasanya Sean yang urus masalah itu?"


"Sean? Emm, Sean nya lagi sibuk di kantor, Sayang. Jadi aku yang akan urus masalah ini, aku pergi sebentar doang, kok."


"Aku ikut!" cetus Gita, ia merasa ada yang tidak beres dan Zico sedang berbohong padanya.


"Enggak! Pokoknya aku ikut!" bantah Gita menatap tajam mata Zico.


"Sayang, please, ya. Kamu kan calon pengantin, jadi kamu di rumah aja, ya."


"Kamu juga sama! Memang calon pengantinnya aku doang?"


Zico bingung ingin mencari alasan apa lagi.


"Zi, kamu nggak usah bohongin aku, ya! Aku tau kamu tuh sekarang lagi bohongin aku!"

__ADS_1


"Bohongin apa sih, Sayang? Udah ya, aku berangkat dulu, aku buru-buru," Zico melepaskan pelukannya kemudian pergi meninggalkan Gita. Namun Gita berlari mengejar Zico lalu memeluk erat Zico dari belakang, menyandarkan pipinya pada punggung Zico sambil menangis terisak.


"Sayang, aku pergi sebentar doang, kok. Aku janji nggak akan lama," bujuk Zico.


"Pokoknya aku ikut! Kalo kamu pergi tanpa aku, jangan salahin aku kalo kamu pulang aku sama anak-anak nggak ada di rumah ini lagi," jawab Gita masih terisak.


Zico menghela nafas panjang, "Okay, ayo ikut. Tapi kamu janji, ya? Nanti di sana jangan jauh-jauh dari aku."


Gita pun mengangguk, mengiyakan permintaan Zico. Ia bertambah yakin kalau benar-benar ada sesuatu hal penting yang berkaitan tentang Priscilla.


Zico mengambil salah satu jaketnya di lemari kemudian memakaikannya di tubuh Gita.


"Kamu pake jaket ini, di luar dingin, anginnya lagi kenceng banget, Sayang."


Gita pun menurut, kemudian Zico menggenggam tangan Gita dan bergegas ke lokasi yang di kirimkan Sean. Bahkan mereka lupa pamit pada mommy Celine dan daddy Austin.


***


Di sisi lain Sean sedang mengecek CCTV apartemen bersama para security apartemen.


Setelah mengetahui ke mana Yolla dan supir itu pergi, Sean menghampiri Yolla ke atap apartemen bersama dua security itu.


Ketika mereka membuka pintu itu, salah satu security itu terjatuh pingsan karena punggung dan tengkuknya dipukul menggunakan balok kayu yang cukup besar oleh seorang pria yang bersembunyi di balik pintu.

__ADS_1


"****! **** damn!" maki Sean pada pria yang sudah memukul security itu.


__ADS_2