
"Gimana, Sayang? Kamu bahagia mengelola rumah sakit itu?" tanya Zico sambil memeluk Gita dari belakang, mencium sebelah pipinya dan meletakkan dagunya di bahu kanan Gita.
"Tentu saja aku bahagia, makasih ya, Sayang," jawab Gita tersenyum kemudian menoleh ke kanan dan melu*mat sekilas bibir Zico.
"Aku janji, aku akan selalu membuat kamu bahagia, Sayang," ucap Zico.
"Aku nggak butuh janji, aku cuma butuh pembuktian dari kamu. Kamu nggak akan pernah khianatin aku, 'kan?"
"Kamu kok tiba-tiba berpikir kayak gitu?" tanya Zico dengan raut wajah kesal.
"Yaaa aku cuma takut aja suatu saat nanti kamu bosan sama aku, terus kamu selingkuh di belakang aku."
Zico melepaskan lengannya yang melingkar di perut Gita, membalikkan tubuh Gita menghadapnya dan meremas pelan bahunya. "Kamu dengar ya, kamu tau kan sikap aku sama wanita lain seperti apa? Jadi aku nggak akan mungkin menduakan kamu, Sayang. Kamu udah bertaruh nyawa untuk melahirkan anak-anak aku, jadi mana mungkin aku setega itu sama kamu. Lagian, coba kamu lihat papi ... mana ada papi menduakan Mami? Nggak ada! Jadi, siapa yang aku contoh kalau sampai aku mengkhianati cinta kita? Kamu harus percaya sama aku, Sayang."
Gita pun mengangguk kecil, "Maafin aku ya, Sayang. Udah berpikir yang nggak-nggak sama kamu. Aku cuma takut kehilangan kamu," jawab Gita menangkup wajah Zico dan mengusap lembut pipinya dengan ibu jarinya.
__ADS_1
"Oya, Sayang, tapi kamu nggak pernah meeting di hotel kan sama klien-klien kamu yang cewek-cewek?" tanya Gita.
"Enggak! Aku nggak pernah meeting di hotel. Memang kadang mitra bisnis cewek tuh sering ada yang ngajak meeting di kamar hotel, Sayang. Tapi aku tau akal licik mereka, jadi aku selalu nolak, paling kalo meeting di luar ya cuma di restoran aja. Itu pun kan ada sekretaris aku, sama salah satu staff aku. Sekretaris aku pun yang menggantikan Sean kan cowok juga. Aku nggak mau kalo suatu saat aku khilaf kayak gitu, jadi yaaa mending aku cari yang cowok lagi aja," terang Zico.
"Oh, jadi kamu ada takut juga khilaf, ya?"
"Yaaa namanya juga manusia tak luput dari kesalahan, Sayang. Jadi, sebelum aku melakukan kesalahan seperti itu, aku selalu berusaha menghindari hal-hal yang membuat aku akan menyakiti kamu nantinya. Udah cukup aku kehilangan kamu selama tujuh tahun. Aku nggak mau kehilangan kamu lagi, Sayang," tutur Zico menangkup wajah Gita dan ******* bibirnya dengan lembut.
***
Setelah banyak pertimbangan, akhirnya Kenzo mengizinkan Naura untuk program hamil, dan ternyata Naura melahirkan dengan lancar tanpa kendala apapun, tidak seperti yang ia khawatirkan selama ini. Karena selama ini ia takut jika Naura akan seperti Gita.
Walaupun hubungan rumah tangga mereka sempat renggang karena banyaknya perselisihan mengenai keinginan Naura untuk memiliki momongan. Namun, sejak kehadiran Alea di rahimnya, hubungan mereka kembali membaik, dan bertambah harmonis.
Sean dan Yolla, juga Alex dan Nadhira, mereka semua pun hidup bahagia.
__ADS_1
Sama halnya seperti Kenzo dan Naura, Sean dan Yolla pun sudah dianugerahi anak laki-laki yang mereka beri nama Rendra Pratama Kinsey, yang sudah berusia 8 tahun. Usianya tidak jauh dari usia Zane. Hanya berjarak 5 bulan saja.
Bahkan, mereka bersahabat sekarang, sama seperti sang ayah.
***
Zico dan Gita sangat bahagia memiliki tiga anugerah yang tak ternilai yang diberikan Tuhan pada mereka.
Mereka pun sangat bersyukur karena Tuhan telah mempersatukan mereka kembali setelah sempat di pisahkan oleh takdir tujuh tahun lamanya kala itu.
Memang yang namanya jodoh dan maut ada di tangan Tuhan. Tapi tanpa usaha dari diri Zico dan Gita yang tetap menjaga hatinya untuk satu sama lain, mereka belum tentu bisa bersatu seperti sekarang.
________________________
Kisah cinta Zico dan Gita berakhir di sini ya!
__ADS_1
Baca kelanjutannya di Season 2 dalam judul yang berbeda. "Terjerat Hasrat Dua CEO".
Di judul baru akan menceritakan kisah cinta segitiga antara Zayn dan Zane dengan seorang gadis yatim piatu.