
Gita terus menarik Priscilla sampai ke toilet.
Saat didepan pintu toilet tiba-tiba saja Priscilla melawan Gita sekuat tenaganya, kemudian ia mendorong Gita ke dinding, beruntungnya ada Zico, Yolla dan yang lainnya mengikuti mereka karena penasaran dengan apa yang akan Gita lakukan pada Priscilla.
Yolla bergegas menghampiri Gita dan memeluknya, Zico mendorong kasar Priscilla sampai jatuh tersungkur.
Zico memberi kode dengan matanya kepada teman-temannya untuk membantunya menahan Priscilla.
Sean dan Alex menahan posisi Priscilla, membuatnya bersimpuh di depan Gita.
Sedangkan Kenzo menghalangi Catherine dan Viola yang akan membantu Priscilla.
Zico melanjutkan, “Gue nggak mau tau, sekarang juga lo harus minta maaf sama Gita! Kalau lo gak mau, gue akan laporin perbuatan lo ke ketua yayasan, ngerti lo?!!” Ancam Zico sambil menunjuk wajah Priscilla dengan telunjuknya.
Ketua yayasan Sekolah Pelita Harapan Internasional adalah James Wang paman Zico, adik dari Celine Wang Mommy nya Zico, Hanya dalam satu kali panggilan saja ia mampu membuat Priscilla terusir dari sekolah itu, tapi ia masih memberi satu kesempatan lagi pada Priscilla.
“Zi, kenapa nggak sekalian aja lo laporin dia ke Uncle lo biar sekalian di DO? Nggak usah dikasih kesempatan lagi, liat aja nih muka dia aja nggak ada merasa bersalah sama sekali!” tanya Alex sembari memegang dagu Priscilla dan mendongakkan ke atas agar menatap Zico dan Gita.
“Biarin gue kasih dia kesempatan satu kali ini untuk minta maaf, tapi kalau sampai dia berulah lagi, nggak ada ampun lagi dari gue!” jawab Zico tegas sambil menatap tajam pada Priscilla.
“Tapi gue rasa cewek macam dia pasti akan berulah lagi Zi, nggak akan ada kapoknya!” Sahut Kenzo yang biasanya diam kali ini ia ikut menyahut.
Sedangkan Sean hanya diam, yang biasanya banyak bicara tapi kali ini tidak.
Sean tidak menyangka gadis yang dikaguminya ternyata sejahat itu, tapi ia juga tidak tega melihat Priscilla yang penampilannya sudah tak karuan seperti sekarang.
“Sen, lo kenapa? Tumben diem aja? Biasanya lo paling berisik.” Ejek Alex.
“Hmm? nggak apa-apa.” Sahut Sean singkat.
Tiba-tiba Security tiba di depan toilet wanita, “Ada apa ini?”
“Pak tolong saya pak, saya di bully pak!” Keluh Priscilla, berpura-pura lemah sambil menangis.
“Tidak ada apa-apa pak, bapak tidak perlu ikut campur, ini urusan saya dengan wanita ini, bapak boleh tinggalkan kami saja!” Zico mengatakannya dengan tegas dan raut wajah dingin, seperti aura seorang CEO.
“Siapa kamu? Beraninya kamu bicara seperti itu kepada saya?” bentak Security itu marah, tak terima Zico membantahnya.
__ADS_1
“Pak! dia ini Zico William anak dari pengusaha terkenal Tuan Austin William, mungkin café ini juga salah satu miliknya.” Tutur Alex.
Security itu pun membelalakkan matanya, “Ma.. Maaf Tuan, kalau begitu silahkan, saya tidak akan ikut campur, saya permisi.” Ia pun melangkah pergi dan berjaga didepan pintu café.
“Cepetan lo minta maaf sekarang! Kalau nggak, gue akan seret lo ke rumah Uncle gue sekarang juga!” Ancam Zico.
“Ma.. Maaf!” sahut Priscilla menundukkan pandangannya.
“Kalo minta maaf tuh yang bener!” Tegur Alex sembari mendongakkan kepala Priscilla ke arah Gita, “Cepetan ngomong!”
“Iya! Gue minta maaf Gita!” Ucap Priscilla dengan nada ketus.
Gita pun berjongkok menyamakan posisinya, wajah mereka bertatapan, sama-sama menatap sinis, “Lo tuh jangan bodoh jadi orang! Kalo lo suka sama Zico, kejar dia sekeras mungkin sebisa lo, jangan gue yang lo kejar, nggak ada urusannya sama gue, ngerti lo?!”
Setelah mengucapkan itu Gita berdiri dan menarik Yolla meninggalkan mereka semua, Zico dan teman-temannya mematung sambil menatap sosok Gita dari belakang, terkejut dengan perkataan Gita tadi, sedangkan Priscilla tersenyum licik, ia puas mendengar perkataan Gita, ia menganggap Gita sudah menolak Zico secara tidak langsung.
Zico pun berlari mengejar Gita dan Yolla dan menangkap pergelangan tangan Gita, “Git, tunggu!”
“Apa lagi?!” Gita menatap ke arah lain, ia malas menatap Zico, menurutnya dekat-dekat dengan Zico hanya membawa banyak masalah untuknya, ia tidak pernah mau memiliki musuh.
Gita menghela nafas panjang, “Zico, Please ya! tolong banget mulai sekarang lo nggak usah deket-deket gue lagi, gue udah muak dikejar Priscilla terus!”
“Git, aku janji aku bakal lindungin kamu dari dia, aku akan jamin dia nggak akan pernah berani ganggu kamu lagi, please jangan jauhin aku ya?” pinta Zico dengan tatapan memohon.
Gita mengabaikannya dan meninggalkan Zico, ia bergegas naik ke mobil Yolla, Yolla yang tangannya sedang ditarik Gita hanya bisa mengikutinya saja.
Zico mematung sesaat ditempatnya berdiri.
Setelah melihat mobil Yolla pergi, Zico bergegas naik ke mobilnya dan meninggalkan Sean, ia melajukan mobilnya menyusul ke apartemen Gita.
“Sial! Udah dibantu gue malah ditinggal.” Gerutu Sean.
“Udah lo ikut gue aja, eh kita nongkrong aja yuk di café biasa, kali aja gue dapet cewek baru disana.” Ajak Alex terkekeh.
Alex lah yang playboy diantara mereka berempat, hampir sebulan sekali ia berganti pacar.
Alex pun melajukan mobilnya menuju café tempat biasa mereka nongkrong bareng.
__ADS_1
Didepan apartemen Gita…
Zico bergegas turun dari mobilnya dan menghampiri Gita yang akan turun dari mobil Yolla.
“Ayo aku bantu Git.” Zico mengulurkan tangannya untuk membantu Gita turun dari mobil, tapi Gita tak menggubrisnya sama sekali, bahkan melirik pun tidak.
Gita masih merasakan lemas, Apalagi tenaganya seperti terkuras saat melawan Priscilla tadi.
Zico hanya terdiam ditempat saat diabaikan oleh Gita, hatinya terasa sangat sakit.
Yolla yang melihat itu pun juga terdiam ditempat ia berdiri sebelumnya, merasa iba pada Zico, ia tahu Zico sangat peduli pada Gita, ia tidak tega melihat Zico diabaikan oleh sahabatnya.
“La, ayo masuk dulu ke rumah gue.” Ajak Gita, ia benar-benar tidak menganggap keberadaan Zico disitu.
Yolla hanya mengangguk dan membantu memapah Gita.
“Pak Yadi, terimakasih banyak ya sudah mengantar aku pulang.” Gita mengucapkan terimakasih pada Pak Yadi supirnya Yolla sembari membungkukkan tubuhnya sedikit.
“Iya non sama-sama, cepet sehat ya non.” Sahut Pak Yadi, ia melanjutkan, “Non Yolla, sembari menunggu Non, saya mau cari makan dulu boleh nda ya non?”
“Oh iya Pak tidak apa-apa, makan saja dulu, aku juga sepertinya agak lama dirumah Gita.” Sahut Yolla.
“Baik Non.” Sahut Pak Yadi lagi.
“Ayo naik La.” Ajak Gita sambil menggandeng tangan Yolla, ia benar-benar tidak menganggap Zico yang sejak tadi mematung dipintu mobil Yolla.
Yolla kebingungan, bagaimana harus bersikap, ia tak enak hati pada Zico, ia memapah Gita sambil menengok ke belakang ke arah Zico, memasang wajah tidak enak pada Zico.
Zico menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya sembari tersenyum memaksa.
Yolla pun melanjutkan berjalan ke rumah Gita.
Zico memandangi punggung Gita sampai tak terlihat lagi.
Ia pun masuk ke dalam mobilnya, ia melamun didalam mobilnya.
‘apa kamu beneran benci sama aku Git? sampai ngomong "lo gue" seperti tadi? Kamu pun bersikap seolah-olah menganggap aku nggak ada, sikap kamu sangat berbeda daripada saat pagi tadi Git.’ Batin Zico.
__ADS_1