First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Mencari Tiga Gadis


__ADS_3

"Jangan, Nad!" Sanggah Gita.


"Lho? Memangnya kenapa Git? Giselle pasti senang kalau ditemenin Sean." Ujar Nadhira menyatukan alisnya.


"Belum tentu Nad. Coba deh lo pikir, Giselle aja gak jujur sama kita tentang sakitnya ini, apalagi sama Sean? Dia pasti nggak mau dikasihanin sama kita, Nad," Imbuh Gita.


"Iya juga ya! Jadi, kita nggak usah bilang Sean, nih? Terus kalau sama Alex dan Zico gimana, Git? Nanti pasti mereka nanya kita dimana," Nadhira melihat ke jam tangannya, kemudian melanjutkan, "Tuh udah jam segini, mereka udah selesai latihan, Git, pasti sebentar lagi mereka nyari kita deh,"


"Oh iya ya, gimana ya kasih alasannya?" Pikir Gita lalu menghembuskan nafasnya panjang.


"Ya udah deh itu kita pikirin nanti, sekarang kita ke Ruang HD dulu yuk temenin Giselle." Ajak Gita dan dijawab oleh Nadhira dengan anggukan.


Mereka pun pergi ke Ruang HD menemani Giselle yang sedang Cuci darah, tetapi kesadaran Giselle masih belum kembali, ia masih belum sadarkan diri.


***


Di halaman parkir Universitas...


Setelah mereka selesai latihan, Alex dan Zico mencoba untuk menghubungi para kekasihnya, tapi tidak ada jawaban, kirim pesan pun tak kunjung ada balasannya, bahkan mereka meminta Sean untuk menghubungi Giselle, tapi masih sama, tidak ada jawaban juga.


"Ck... Nih cewek-cewek kemana sih sebenernya?!" Decak Alex sembari mengacak rambut belakangnya.


'Kamu kemana sih sayang, di angkat dong telponnya!' Gumam Zico dalam batinnya, sambil terus mencoba menelpon Gita.


"Aarrggghhh!!!" Teriak Alex kesal sambil menggenggam erat ponselnya dan meninju ke udara.


"Memang tadi mereka bilang mau kemana, Lex?" Tanya Sean yang ikut cemas.


"Bilangnya sih mau ke Grand Mall." Sahut Alex.


"Oh! Ya udah kita susul ke sana aja, biasalah cewek kalau lagi shopping kan suka lupa waktu, nggak akan denger Hp nya berdering atau nggak," Ujar Sean.


"Tapi Gita bukan tipe cewek yang seperti itu," Sanggah Zico.


"Itu kan dulu sebelum kenal Nadhira sama Giselle," Balas Sean. Memang ia pun mengetahui perubahan Gita, dulu Gita sangat jarang pergi hang out dengan Yolla, berbeda sekali saat Gita berteman dengan Nadhira dan Giselle, ia menjadi lebih ceria dan suka bepergian bertiga.


"Ya udah deh! Ayo kita cabut ke Mall!" Ajak Alex.


Mereka bertiga berpencar mencari ketiga gadis itu ke seluruh penjuru Mall, tetapi mereka masih tidak bisa menemukannya, akhirnya Alex pun memutuskan untuk mencarinya ke tempat kost Nadhira dan Giselle, ternyata hasilnya nihil, mereka tetap tidak dapat menemukannya.


"Ya Tuhan! Kemana sih mereka?!!" Kesal Alex dengan wajah yang tampak merah padam.

__ADS_1


Berbeda dengan Zico dan Sean, bukannya memasang wajah kesal, ekspresi yang sangat khawatir terpancar dari raut wajah mereka.


'Sayang, kamu kemana sih sebenernya? Aku khawatir banget sama kamu.' Gumam Zico sembari memijit kedua alisnya.


'Kei, kamu kemana sih? Aku takut kamu kenapa-napa.' pikir Sean pula dalam batinnya.


Ketika mereka sedang terdiam, tiba-tiba saja ponsel Alex berdering memecah keheningan di antara mereka. Alex begitu antusias mengangkatnya, tapi sayang, saat melihat layar ponselnya, ternyata bukan nama kekasihnya yang tertera, melainkan nama sahabatnya, Kenzo. Ia menghembuskan nafasnya kasar.


"Hmmmm!!! Iya Ken, kenapa?"


(Lex, lo pada dimana? Kok tumben nggak bareng cewek-cewek lo?)


"Kok lo bisa tau ken kita lagi nggak sama cewek kita?"


(Ini gue liat mereka disini!)


"Hah?! Dimana? Lo lagi dimana emang?"


(Gue lagi di rumah sakit nganter Mommy gue check up.)


"What's??? Rumah sakit??!" Teriak Alex membuat Zico dan Sean membelalakkan matanya dan lekas menghampiri Alex.


"Hah? Cuci darah? Maksud lo?!"


Degh!!!


Jantung mereka bertiga berdegup kencang mendengarnya.


"Lo di rumah sakit mana, Ken? Kita mau susul mereka kesana!"


(Di Rumah sakit Brawijaya yang didekat kampus!)


"Oh! Okay! Thank's ya Ken!"


(Yaps!)


Setelah mengakhiri panggilannya, mereka bergegas menuju rumah sakit yang diberi tahukan Kenzo.


Untung saja Kenzo memberi tahu mereka, kalau tidak, bisa jadi mereka semalaman tidak akan pulang karena sibuk mencari kekasih hatinya.


Tadi Memang Kenzo bergegas pulang setelah selesai latihan basket, karena mendapat telpon dari Mommy nya yang minta di antar untuk check up, saat mengantar Mommy nya dan hendak melakukan pembayaran di kasir, tiba-tiba saja dirinya melihat Gita yang sedang melakukan pembayaran juga, karena rasa penasarannya akhirnya ia pun mengikuti Gita, dan melihat Gita menghampiri Nadhira didepan pintu Ruang HD, karena mengira Alex dan Zico pasti sedang mencarinya, akhirnya Kenzo pun memutuskan untuk memberi tahu Alex, karena sekarang sudah jam 11 malam, ia merasa khawatir kalau Gita pulang sendiri.

__ADS_1


Ya, kalau bukan karena mengkhawatirkan Gita, ia tidak akan peduli Alex dan Zico sedang kelabakan mencari pasangannya. Setelah memberitahu Alex, Kenzo kembali pulang ke rumahnya dengan sang Mommy.


Setibanya di rumah sakit, mereka mencari tiga gadis itu ke Ruang HD seperti yang diberitahukan Kenzo.


Sayangnya, ternyata mereka bertiga sudah tidak ada disana.


"Aaarrgghhh!! Damn!!!" Teriak Alex meninju dinding yang ada dihadapannya hingga membuat semua orang memperhatikannya, ia benar-benar sudah tersulut emosi sampai tidak sadar kalau ia sedang di rumah sakit.


"Maaf! tolong jangan buat kegaduhan disini!" Ujar salah satu perawat yang ada disana.


Bukannya meminta Maaf Alex malah melirik tajam Suster itu. Menyadari sorot mata Alex, Sean pun segera meminta maaf pada Suster itu.


"Tolong maafkan teman saya ya Sus!"


Zico menarik Alex keluar dari rumah sakit itu.


Sean pun mengikutinya.


"Sekarang kita ke kost nya Nadhira sama Giselle aja Lex, gue yakin mereka pasti udah balik ke sana, Gita juga pasti ada di sana, soalnya jam segini gerbang Asrama udah dikunci, jadi dia gak akan mungkin balik ke Asrama." Tutur Zico.


Alex dan Sean pun menuruti Zico dan bergegas pergi ke sana.


Saat tiba di sana, Zico menelpon Gita, dan kali ini Gita mengangkat panggilan dari Zico.


"Astaga Sayang... Kamu kemana aja sih? Dari sore aku telpon baru di angkat!" Ketus Zico benar-benar dengan nada kesalnya.


"Maaf sayang, A.., Aku tadi.., Emmm.., Aku tadi kan habis ke Mall sayang, Terus aku ke kost nya Nadhira sama Giselle, eh aku malah ketiduran, ini baru kebangun, Hehe." Bohong Gita yang dikiranya Zico tidak tahu kemana ia pergi.


"Aku tau kamu pasti disini, turun kamu sekarang! Aku dibawah!"


"Hah??? Maksudnya? Kamu di depan kost Nadhira?!" Kaget Gita.


"Hmmmm!!!" Jawab Zico singkat lantas mematikan panggilannya.


Didalam kamar Kost...


"Nad! Gimana nih? Zico ada dibawah, pasti Alex sama Sean juga disana! Ayo dong temenin gue turun, gue nggak kebayang deh muka marahnya Zico seperti apa." Keluh Gita.


"Ya udah ayo! Gue juga yakin banget, Git, Ekspresi Alex pasti lebih seram dari Zico." Gerutu Nadhira.


Mereka pun turun ke bawah dengan perasaan yang berdebar, berdebar bukan karena jatuh cinta, lebih tepatnya berdebar karena menebak-nebak Raut wajah seperti apa yang ditunjukkan oleh kekasihnya yang sedang marah itu.

__ADS_1


__ADS_2