First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Kenzo dan Naura


__ADS_3

Jemari Zico terus bergerilya menelusuri daerah-daerah sensitif pada tubuh Gita. Walaupun dulu ia hanya melakukannya dalam satu malam, namun ia masih sangat hafal bagian-bagian sensitif yang ada pada tubuh Gita.


Akhirnya Gita pun terhipnotis akan sentuhan-sentuhan Zico, mereka pun mengawali pagi hari dengan melakukan ronde keduanya.


***


Di lain tempat, Naura yang masih memejamkan matanya, seketika terbangun karena ada chat masuk di ponselnya.


Tangannya meraba seprai, mencari di mana ponselnya berada, karena ia terbiasa menaruh ponselnya di bawah bantal. Setelah mendapatkan ponselnya, ia membuka sedikit kelopak matanya dan mengintip siapa yang mengirimkannya pesan.


Saat melihat nama 'Kak Kenzo' di layar ponselnya, matanya seketika terbelalak, ia mengucek kedua matanya untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah melihat. Senyuman pun merekah di bibirnya saat ia benar-benar sudah memastikan bahwa itu adalah Kenzo. Pria yang sedari kecil ia kagumi.


[Naw, nanti malam ada acara nggak? Kita Dinner, yuk!]


Seperti itulah isi chat dari Kenzo. Bagaimana tidak berbunga-bunga hati Naura yang tiba-tiba mendapatkan ajakan dinner dari pria yang selama ini ia kagumi.


"Ini beneran Kak Kenzo kan, ya? Kok rasanya seperti mimpi ya dia tiba-tiba ngajak aku dinner kaya gini. Ya Tuhan, aku nggak mimpi, 'kan?" gumam Naura kemudian senyum-senyum sambil berguling-guling di atas ranjangnya.


"Ah, aku harus bales apa, ya? Kalo aku pura-pura jual mahal pasti Kak Kenzo jawabnya 'Oh ya udah!', pasti gitu doang jawabnya, nanti malah gagal aku dinner sama dia. Tapi kalo langsung terima ajakannya aku terlalu gampangan nggak ya di mata dia?" gumamnya lagi.


"Ah masa bodoh lah, dari pada aku melewatkan kesempatan emas buat dinner bareng dia, mendingan aku turunin sedikit gengsi aku deh," lanjutnya kemudian mengetikkan balasan chat untuk Kenzo.


[Jam berapa, kak? Terus ketemu dimana?] jawab Naura membalas chatnya. Tidak sampai satu menit, Naura sudah mendapatkan balasan chat dari Kenzo.


[Nanti aku jemput di kampus kamu, ya!] balas Kenzo.


[Okay, Kak!] balas Naura lagi.


Hati Naura seketika berbunga-bunga dibuatnya. Ia benar-benar tidak menyangka Kenzo yang selama ini selalu bersikap dingin pada setiap wanita bisa tiba-tiba mengajaknya makan malam seperti ini. Ya, walaupun dengan dirinya Kenzo tidak pernah bersikap dingin, namun Kenzo selalu bersikap seperti kepada seorang adik jika bersama Naura. Namun, saat di pesta resepsi pernikahan Zico dan Gita kemarin, ia merasakan ada yang berbeda dengan sikap dan tatapan Kenzo padanya.


Ia bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia pun pergi ke kampus karena ia sedang mengurus tesis untuk program pasca sarjananya. Naura memutuskan mengikuti jejak sang ayah untuk menjadi seorang dosen.


Naura menyiapkan penampilan terbaiknya untuk Kenzo. Bahkan ia membawa pakaian ganti untuk dinner nya nanti malam. Ia akan menumpang mandi dan mengganti pakaiannya di kantor kepala yayasan kampusnya, yang tidak lain adalah ayahnya, Steven Wang.


***


Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu Naura pun tiba, ia sudah bersiap dengan pakaian yang di bawanya tadi. Ia sudah terlihat sangat cantik dengan balutan dress selutut berwarna merah yang dipadupadankan dengan blazer berwarna putih.


"Putri Daddy cantik sekali? Mau ngedate kamu? Sama siapa?" tanya Steven Wang pada sang putri.

__ADS_1


"Iissh, apa sih, Dad. Aku cuma mau makan bareng Kak Kenzo, kok," jawab Naura.


"Kenzo? Kenzo temennya Zico?"


"Iya, Dad."


"Memangnya dia belum menikah?"


"Belum lah. Kalau sudah menikah Naw-Naw mana mau di ajak dia," cetus Naura keceplosan. Ia baru sadar ternyata pertanyaan sang Daddy adalah pertanyaan yang menjebak. Ia pun menutup mulutnya.


"Kamu suka kan sama dia? Apa dia alasan kamu selalu nolak anak dari teman-teman Daddy?" tanya Steven Wang. Pasalnya, ia sudah beberapa kali mencoba menjodohkan sang putri dengan anak dari para rekannya. Tapi tak ada satu pun yang berhasil mendapatkan hati Naura.


Belum Naura menjawab pertanyaan Daddy nya, Kenzo sudah menelponnya.


"Hallo, Kak?" jawab Naura.


(Naw, kamu sudah siap? Kakak sudah di parkiran, ya!) sahut Kenzo dari sebrang telpon.


"Okay, Kak. Wait ya, Kak!" sahut Naura lagi sambil melirik Daddy nya yang sedang memicingkan mata padanya. Ia pun mematikan panggilannya.


"Suru dia ke sini, Daddy mau ngobrol dulu sama dia!" titah sang Daddy dengan tegas. Steven Wang adik dari mommy Celine ini memang over protektif sekali pada kedua anaknya. Naura adalah anak pertamanya, sedangkan anak keduanya masih duduk di bangku SMA, seorang laki-laki bernama Darren Wang.


Ia pun bergegas menghampiri Kenzo yang sudah menunggunya di halaman parkir kampus itu. Dan ternyata Kenzo sudah menunggunya di luar mobil, bersandar pada mobil SUV Range Rover miliknya. Dan pastinya ketampanan Kenzo menarik perhatian para beberapa mahasiswi yang masih berkeliaran di sekitar kampus.


Dari kejauhan Kenzo sudah memperhatikan wajah Naura yang terlihat sedang kesal, karena dahinya nampak berkerut.


Walaupun Naura mengulas senyumannya saat menghampiri Kenzo, tapi ia tetap tidak bisa menutupi rasa kesalnya pada sang Daddy.


"Hai, Naw!" sapa Kenzo tersenyum. Naura selalu merasa terpesona setiap melihat senyuman Kenzo.


"Hai, Kak!" sahut Naura.


"Ayo, masuk!" ucap Kenzo setelah membukakan pintunya untuk Naura. Gadis cantik yang mulai memikat hatinya.


"Thank's, Kak!" jawab Naura kemudian masuk ke dalam mobil mewah milik Kenzo.


Setelah Kenzo sudah masuk dan duduk di kursi pengemudinya, ia memandang ke arah Naura yang sedang menundukkan pandangannya sambil memainkan kuku-kuku pada jemarinya. Kenzo pun melepas kembali seat belt yang sudah dipasangnya dan duduk menghadap Naura.


"Naw, kamu kenapa? Kok kayak lagi kesal gitu?" tanya Kenzo sambil membelai rambut Naura.

__ADS_1


"Hah? Eng ... enggak, Kok. Aku nggak apa-apa, Kak," jawab Naura gugup, karena baru sadar dari lamunannya.


"Jangan bohong sama Kakak, Kakak tau kamu lagi nggak baik-baik aja. Kenapa? Cerita dong sama Kakak," bujuk Kenzo.


"Nggak apa-apa, Kak. Aku cuma lagi badmood aja abis debat sama daddy," jelas Naura akhirnya jujur.


"Oh, ya udah. Kalo gitu, gimana kalo kita pergi nonton dulu? Kita cari film komedi biar kamu nggak badmood lagi, lagian kalo makan malam sekarang masih terlalu sore, baru juga jam lima," tutur Kenzo sambil menatap jam yang melingkari pergelangan tangannya.


"Emmm ... terserah Kakak aja, deh," jawab Naura tersenyum. Melihat Naura tersenyum, Kenzo pun membelai sebelah pipi Naura dengan ibu jarinya. Membuat wajah Naura memerah.


"Okay! Dipasang seat beltnya, ya," sahut Kenzo tersenyum.


"Hmm," sahut Naura.


Setelah Naura memasang seat beltnya, Kenzo pun mulai melajukan mobilnya menuju Mall dekat kampus. Setelah tiba di halaman parkir, Kenzo turun lebih dulu dan membukakan pintunya untuk Naura. Ia benar-benar memperlakukan Naura dengan sangat spesial.


Mereka pun mulai memasuki mall jalan berdampingan, mereka langsung menuju bioskop, Kenzo pun segera membeli tiket film bergenre komedi romantis. Tak lupa ia juga membeli popcorn dan dua cup minuman untuknya dan juga Naura.


Kebetulan film yang akan mereka tonton sudah mulai lima menit yang lalu, jadi mereka bergegas masuk ke dalam bioskop tanpa perlu menunggu lama.


Mereka pun menikmati film itu dengan canda tawa karena banyaknya adegan lucu dalam film itu, sedangkan jika sedang ada beberapa adegan romantis Naura hanya diam, namun berbeda dengan dadanya yang bergemuruh karena jantungnya yang berdetak lebih cepat. Ia pun tak berani menatap Kenzo, sedangkan Kenzo diam-diam melirik Naura.


Setelah film yang mereka tonton selesai, mereka pun sudah keluar dari bioskop.


"Kamu mau shopping dulu nggak, Naw?" tanya Kenzo saat mereka baru saja keluar dari pintu keluar teater bioskop.


"Enggak, Kak. Aku nggak suka shopping, aku shopping kalo di paksa mommy doang," terang Naura.


"Oh, gitu. Ya udah kita langsung ke restoran aja, ya?" ucap Kenzo.


"Restoran? Restoran mana? Kenapa nggak makan di resto yang ada di mall sini aja?" tanya Naura.


"Aku udah booking meja di restoran Zico sama Sean. Enggak apa-apa kan kalo kita makan di sana?" tanya Kenzo lagi.


"Oh, ya udah, Kak. Nggak apa-apa," jawab Naura.


Mereka pun bergegas pergi ke restoran milik Zico dan Sean. Restoran di mana Sean telah melamar Yolla.


Mereka pun masuk ke dalam restoran yang bernuansa romantis itu.

__ADS_1


__ADS_2