
"Dia mana mau ikut-ikut acara ginian, Naw," sahut Alex.
"Oooh ...," wajah Naura terlihat kecewa.
"Oya, Kak! Ini pacar Kak Sean, ya?" tanya Naura lagi, sambil menatap Giselle.
"Iya! Ini Kak Giselle pacar aku," sahut Sean memperkenalkan kekasihnya pada Naura sambil merangkul Giselle.
"Hai! Aku Giselle," ucap Giselle ramah sembari mengulurkan tangannya mengajak bersalaman.
"Hai juga, Kak! Aku Naura adik sepupu Kak Zico," Naura mengulas senyumnya yang sangat cantik sambil menyambut uluran tangan Giselle.
"Kamu cantik sekali!" Giselle memujinya.
"Ah, Kakak bisa aja, hehe. Kakak juga cantik," Naura menunjukkan barisan gigi putihnya yang rapih.
"Pantas aja Gita sampai nangis-nangis terisak gitu pas telpon aku tadi, sampai nggak tega aku dengernya, Zi," tutur Giselle.
"Sama, Sel!" sahut Zico.
"Oya, By the way, gimana lagi nih rencana kita?" tanya Nadhira terdengar sangat antusias.
"Jadi gini, Kak. Nanti kalau sekiranya Kak Gita udah tidur, kita masuk aja diam-diam ke rumahnya, sekalian kita dekor-dekor dikit rumahnya, Kak," terang Naura.
"Terus gimana caranya kita tau kalau dia udah tidur apa belum? tanya Giselle.
"Coba deh Kak Giselle telpon Kak Gita." titah Naura.
"Hah?! Telpon?! Aku harus ngomong apa?" jawab Giselle bingung, tak tau harus bicara apa pada Gita, apalagi ia merasa tak berbakat dalam hal berakting.
__ADS_1
"Di miscall aja, Kak, nanti kalau ada suara kak Gita menjawab ya langsung matiin aja telponnya, kan pasti bisa ketebak sama kita kalau suaranya sedang mengantuk atau tidak," jelas Naura.
"Okay," jawab Giselle ragu-ragu.
Ia pun mengeluarkan ponselnya dari sling bag nya, dan mulai menghubungi Gita dengan mode loudspeaker.
Tut... Tut... Tut...
Gita tak kunjung menjawab panggilan dari Giselle.
"Kok nggak diangkat-angkat ya? Apa dia marah sama aku ya karena tadi sore aku cuekin?" keluh Giselle saat mematikan panggilannya yang sudah ke tiga kalinya.
"Mungkin dia udah tidur, Sel. Lo tau sendiri kan Gita kalo udah ketiduran karena nangis tuh pasti susah bangunnya," tutur Nadhira.
"Lagi pula Hp Gita kan memang selalu di silent," Zico menimpali.
"Ya udah ayo kita ke sana!" ajak Zico yang terlihat mulai bersemangat.
Mereka pun memarkirkan mobil mereka di depan apartemen Gita.
"Itu lampu kamar Gita udah mati, berarti dia udah tidur." seru Zico.
"Ya udah ayo kita naik!" sahut Alex.
"Yuk!" Nadhira menimpali.
Mereka pun mulai melangkahkan kakinya masuk ke apartemen Gita.
Sesampainya di depan pintu Gita, Zico mulai menekan angka-angka password nya, setelah pintu terbuka ia pun masuk perlahan mengendap-endap seperti maling, setelah memastikan bahwa Gita tidur di kamar, yang lain pun ikut masuk mengendap-endap pula.
__ADS_1
Mereka mulai mendekor ruang keluarga di unit apartemen Gita itu dengan berbagai dekor balon dan pernak-pernik lainnya.
Saat selesai mendekornya, mereka mulai bersantai di ruangan itu sambil menunggu jam dua belas malam tiba, bahkan Sean dan Alex mulai tertidur karena mengantuk.
Ketika pukul 23.50 tiba-tiba saja balon yang ada di sofa pecah.
DUARRR!!!
BRUKKK!!!
BRAKKK!!!
Karena mendengar suara balon yang pecah membuat Giselle dan Nadhira terkejut dan tak sengaja menjatuhkan ponselnya masing-masing.
Mereka pun segera bersiap-siap di balik pintu kamar Gita, bersiap kalau tiba-tiba saja Gita membuka pintu kamarnya.
Benar saja, mereka mendengar suara Gita turun dari ranjangnya, bahkan saat Gita memekik karena kakinya yang terkena pecahan kaca pigura pun Zico ingin sekali membuka pintu kamar Gita, untung saja Naura dengan cepat menghalangi Zico, ia bahkan membungkam mulut Kakaknya itu dengan telapak tangannya, mencegah Zico yang ingin memanggil Gita yang ada di dalam kamarnya.
Tentu saja ia tak ingin rencananya ya gagal begitu saja.
Bahkan saat terdengar suara bel pintu di depan pintu unit apartemen Gita pun. Naura meminta Alex dengan cepat membuka pintunya dan mengajak polisi itu bernegosiasi di luar, agar rencananya berhasil.
Ceklek...
"Aaaaaaa!!!!"
DUARRRR!!!
"SURPRISE!!!" teriak teman-temannya saat Gita terkejut dengan pelukan Zico yang tiba-tiba.
__ADS_1