First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Bertemu Yolla


__ADS_3

Di sebuah jalan kecil di kota Oxford, Inggris.


"Gita!!!" teriak Yolla saat menemukan sahabatnya itu, satu hari sebelum Rey bertemu dengan Gita.


Gita yang merasa mendengar suara Yolla pun berusaha melarikan diri, ia segera melajukan sepedanya secepat mungkin agar Yolla kehilangan jejaknya. Tapi sayang, Mike yang memang mahir bersepeda pun berhasil mencegat Gita yang membuat Gita berhenti mendadak hingga dirinya terjatuh dari sepeda itu.


"Aaaaaa!!!" teriak Gita dan Yolla bersamaan saat Gita hampir menabrak Mike.


BRAKKK!!!


BRAKK!!!


Yolla membanting sepedanya dan segera menghampiri Gita yang terjatuh dari sepedanya dan membantu Gita berdiri.


"Kamu tuh gimana, sih! Gita kan jadi jatuh!" omel Yolla kepada Mike sembari memukul lengan Mike.


Yolla memang sudah menerima cinta Mike, tapi entah kenapa Yolla senang sekali mengomel pada Mike.


"Sorry, Gita. Are you, Okay?" ucap Mike yang merasa bersalah pada Gita.


"I'm fine, Mike," sahut Gita.


"Lo tuh kenapa sih, Git? Lo udah tega menghilang satu tahun lamanya tanpa mengabari gue sama sekali! Sekarang lo malah menghindar dari gue!" omel Yolla dengan bibirnya yang manyun.


"Maaf, La," ucap Gita menundukkan pandangannya. Lalu melanjutkan, "Tapi gue mohon sama kalian, jangan sampai Zico tau ya kalau gue ada di sini. Lo jangan sampai mengabari dia ya Mike, La, please?" Gita memohon dengan manik mata yg mengembun dengan tatapan yang penuh harap pada Mike dan Yolla.


Yolla dan Mike pun saling menatap ketika mendengar permintaan Gita.


Satu tahun belakangan ini Yolla sering menangis karena tidak dapat menemukan keberadaan Gita. Jadi Mike pun memutuskan membayar orang untuk mencari Gita.


Dan ketika Mike mendapat kabar dari orang suruhannya, Mike mengajak Yolla ke tempat dimana mereka bisa bertemu dengan Gita. Tapi Mike tidak memberi kabar pada Zico karena ingin mendengar alasannya dulu dari Gita. alasan kenapa ia menghilang dan bersembunyi sejauh ini dari Zico, padahal yang ia tahu Gita dan Zico begitu saling mencintai satu sama lain.


"Okay! Tapi lo harus cerita sama gue, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa lo tiba-tiba minta putus dari Zico? dan kenapa lo kabur dari kita semua?" ketus Yolla yang masih merasa kesal pada sahabatnya itu.


"Iya iya! Gue bakal ceritain semuanya sama kalian, sekarang kita ke tempat tinggal gue dulu, ya? Kita ngobrol di sana aja, soalnya ada yang udah tungguin gue, La," tutur Gita.


"Siapa yang tunggu lo?" tanya Yolla penasaran.


"Ada pokoknya, nanti juga lo tau," sahut Gita.


"Okay!" sahut Yolla juga.

__ADS_1


Mereka pun bersepeda sampai ke tempat tinggal Gita.


Ceklek...


Gita membuka pintu tempat tinggalnya yang sederhana itu.


BRUKKK!!!


Yolla menjatuhkan tas selempangnya yang baru saja ia lepas, karena terkejut akan apa yang ada di depan matanya.


"Git! Lo? ... Kenzo? ... terus, Anak ini?" ucap Yolla lalu membuka mulutnya dan seketika menutup mulutnya yang menganga dengan telapak tangan kanannya. Ia mengira kalau sahabatnya itu telah mengkhianati Zico karena melihat Keenan yang ada di rumah itu dengan sepasang bayi kembar yang sedang digendongnya.


"Ini nggak seperti apa yang lo pikirin kok, La," ucap Gita.


"Terus, kenapa? Kenapa Kenzo ada di sini? Terus, bayi-bayi ini anak siapa, Git?" tanya Yolla beruntun, sedang Mike hanya memperhatikan apa yang sedang mereka bicarakan.


"Mereka anak-anak gue, La," ucap Gita menunduk sambil memainkan kuku-kukunya.


"What's??? Jadi anak-anak ini anak lo sama Kenzo? Kalian selingkuh dari Zico sampe punya anak? Gitu?" pekik Yolla.


"Bukan, La! Ini nggak seperti apa yang lo kira," sahut Gita takut sahabatnya itu salah paham padanya.


"Terus?" tanya Yolla lagi sambil menatap sahabatnya yang mulai terisak sambil menunduk.


"Hah? Gimana bisa, Git? Bukannya lo sendiri yang bilang kalo lo sama Zico nggak mau ngelakuin hal seperti itu sebelum kalian menikah?" tanya Yolla lagi beruntun, ia tak mengerti apa yang bisa membuat Gita dan Zico melakukannya, sedangkan Gita sendiri sudah berkomitmen dengan Zico tidak akan pernah melakukannya sebelum mereka menikah.


Mendengar suara tangisan anak-anaknya yang semakin nyaring, Gita pun segera menyeka air matanya dan menghampiri Kenzo mengambil kedua bayinya yang sudah berumur 5 bulan itu.


"Thank's ya, Ken," ucap Gita pada Kenzo dan dibalasnya dengan anggukkan.


"Panjang ceritanya, La. Kita ke kamar aja, ya! Kasian Zayn dan Zeva udah kelaperan," lanjutnya kepada Yolla.


"Okay!" jawab Yolla.


"Ayo!" ajak Gita.


"Mike, Ken. Kita tinggal dulu ya sebentar," pamit Gita.


Kedua lelaki itu pun mengangguk, sedangkan Yolla dan Gita masuk ke dalam kamar karena Gita yang ingin menyusui sepasang bayi kembarnya.


Di dalam kamar...

__ADS_1


"Gita, gimana cara lo menyusui mereka? Memang bisa langsung menyusui keduanya? Mana mereka udah nangis semua pula," ucap Yolla saat Gita yang sangat terlihat tenang saat mengurus kedua buah hatinya, bahkan ia saja yang baru melihat dan mendengar tangisan mereka yang kencang pun sudah merasa pusing, tapi Gita dengan begitu tenang dan telaten mengurus keduanya.


"Bisa kok, La. Yang satunya pake botol susu dulu, nanti gantian," jawab Gita.


Lalu setelah Gita selesai menggantikan popok keduanya dan selesai menyusui, mereka pun tertidur lelap, dan Gita sudah menidurkan mereka di ranjang bayinya.


Yolla pun yang sudah sangat penasaran dengan penjelasan Gita. akhirnya ia menanyakannya lagi pada Gita.


"Git, gimana ceritanya bisa ada mereka?" tanya Yolla sembari menatap kedua buah hati sahabatnya yang sangat menggemaskan itu, Zayn yang tampan seperti Zico dan Zeva yang cantik seperti Gita.


Keduanya mengobrol sambil duduk di kursi yang ada di samping ranjang bayinya, sambil menatap dua bayi yang nampak menggemaskan itu.


"Ini semua karena obat perangsang, La," lirih Gita.


"What's?? Obat perangsang?! Maksudnya?!" pekik Yolla yang membuat Zeva hampir terbangun karna kaget.


"Ssssst," Gita meletakkan jari telunjuknya di bibirnya mengisyaratkan Yolla agar berbicara pelan sambil menepuk-nepuk pantat mungil Zeva.


"Oh iya, Maaf, gue lupa, Git," bisik Yolla.


"Kita ngobrolnya bisik-bisik aja, ya? Soalnya Zeva gampang banget kaget," bisik Gita.


"Okay! Sorry Sorry ... terus gimana? Cepetan ceritain, jangan setengah-setengah ceritanya, gue udah penasaran banget."


Gita pun menceritakan penyebab awal mula kejadian kenapa ia sampai melakukannya dengan Zico.


"Padahal cuma hari itu gue sama Zico berhubungan badan, La. Mungkin karena pas kita melakukan itu, gue lagi masa subur, makanya langsung jadi lah mereka," ucap Gita sambil tersenyum memandangi kedua buah hatinya yang sedang tertidur pulas itu.


"Tapi setelah kehadiran mereka dalam hidup gue, gue nggak pernah nyesel, La. Karena berkat kehadiran mereka, gue nggak merasa sendiri lagi di dunia ini," lanjut Gita mulai menitihkan air matanya.


"Git, kan udah gue bilang dari dulu, lo itu nggak pernah sendiri, gue akan selalu ada buat lo, gue udah janji sama Ibu bakal selalu ada buat lo ... tapi lo malah menghilang bahkan nggak ngabarin gue sekalipun disaat lo benar-benar sedang terpuruk kayak gitu."


"Maaf, La. Gue cuma nggak mau kalau Zico menemukan jejak gue."


"Lo tau, Git? Kata Nadhira, Zico benar-benar berubah, lho. Hampir tiap malam Zico mabok di bar sendirian, Alex yang selalu menjemput dan nganterin dia pulang pas dia lagi mabok kayak gitu."


Gita pun menangis terisak lagi sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia tak sanggup membayangkan keadaan Zico yang terpuruk seperti itu.


Yolla pun seketika memeluknya, "Git, Gue tau lo cinta banget kan sama Zico? Terus kenapa lo nggak bilang aja sama dia kalau lo hamil waktu itu? Kenapa lo lebih milih tinggalin dia kayak gitu? Gue tau lo pun pasti merasa tersiksa kan jauh dari dia?"


"Gue nggak bisa, La," Gita semakin terisak dipelukan Yolla.

__ADS_1


"Kenapa? Apa Zico selingkuh dari lo?!" tanya Yolla sembari melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Gita dengan kedua tangannya.


__ADS_2