First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Ikatan Batin


__ADS_3

Setelah tiba di ruang ICU, Zico masuk ke dalam ruangan itu dan berdiri di samping tempat tidur Gita seraya menggenggam tangannya. Ia kecup kening sang istri dengan lembut.


"Sayang, kamu cepetan bangun, ya. Aku dan anak-anak kita tunggu kamu bangun, Sayang," ujar Zico menitihkan air matanya sambil membelai pipi Gita dengan lembut.


Zico sungguh sangat menyesal, seketika ia mengingat momen saat tadi pagi, entah kenapa Gita begitu manja padanya, Gita merengek agar Zico tidak berangkat ke kantor dengan alasan ingin bermanja-manja dengan Zico seharian.


"Maafin aku ya, Sayang. Kalau aku tahu kamu bakal kayak gini, aku akan lebih memilih membatalkan meeting itu. Aku memang bodoh banget, maafin aku, Sayang. Maafin aku," rutuknya semakin terisak sembari meremas rambutnya.


***


Tiga minggu berlalu dan Gita masih belum terbangun dari komanya.


Bayinya saja sudah di bawa pulang oleh mommy Celine, namun hingga saat ini Gita masih terbaring di ruang ICU.


Zico selalu menemaninya di rumah sakit, perusahaannya kini di ambil alih sementara oleh daddy Austin.


Hari ini, Kenza dan Naura kembali dari London dan langsung pergi ke rumah sakit setelah mendengar kabar buruk itu dari Gilbert. Kenzo sangat khawatir dengan keadaan Gita saat ini, karena mengingatkannya pada saat dulu Gita melahirkan Zayn dan Zefa.


Saat dulu Gita hanya koma selama satu minggu. Namun, ini sudah tiga minggu berlalu, tapi Gita masih belum terbangun dari komanya.


"Zi!" panggil Kenzo saat tiba di depan ruang ICU VIP.


"Ken," sahut Zico lirih. Kenzo kemudian memeluknya dan menepuk punggungnya, bermaksud memberi semangat pada Zico.


"Lo yang sabar ya, Zi. Gita kuat, dia pasti bangun!" kata Kenzo.


"Gue takut, Ken. Gue takut dia nggak mau bangun. Dia pasti sekarang ini lagi marah sama gue, Ken. Hari itu dia minta gue nggak berangkat ke kantor, dia minta ditemani gue hari itu, tapi ... gue malah tinggalin dia buat pergi meeting. Gue bodoh banget, Ken," tutur Zico merutuki dirinya sendiri sambil terisak.


Setiap ada yang menjenguk Gita pasti Zico berbicara seperti itu.


"Zi, lo nggak salah. Ini musibah, gue yakin Gita nggak mungkin menyalahkan lo, mungkin memang dia lagi mau istirahat aja, Zi. Gue yakin nggak lama lagi dia pasti bangun. Lo harus semangat, terus kasih semangat sama Gita, jangan lemah kayak gini," tutur Kenzo sembari melepaskan pelukannya dari Zico.

__ADS_1


"Kak," lirih Naura kemudian berhambur ke pelukan kakak sepupu kesayangannya itu sambil terisak. Baru kali ini ia melihat Zico menangis dengan kesedihan yang begitu mendalam seperti itu.


"Kak Gita pasti kuat, Kak. Kakak yang sabar, ya. Benar apa kata Kak Ken, Kakak harus semangat," imbuhnya menyemangati Zico.


Zico hanya mengangguk sembari menghapus air matanya saat melepaskan pelukan dari Naura.


"Thank's ya, Naw, Ken. Kalian udah mau datang ke sini," ucap Zico lirih.


Kenzo dan Naura pun masuk ke ruang ICU itu secara bergantian. Saat Kenzo keluar dari ruangan itu ia terpikirkan akan satu hal.


"Zi, Gita udah ketemu sama bayinya belum?" tanya Kenzo.


"Belum lah, Ken. Kan dia belum sadar," jawab Zico.


"Maksudnya, udah pernah coba bawa bayinya masuk ke ruangan ini nggak?"


"Belum lah, kan nggak boleh bayi dibawa masuk ke ruang ICU."


"Tapi dulu di London boleh kok, Zi. Waktu itu dokternya yang inisiatif bawa Zayn dan Zefa ke ruang ICU, dan benar aja, Gita langsung merespon setelah mendengar suara tangisan Zayn sama Zefa, dan nggak lama dia sadar," ujar Kenzo menceritakan saat dulu Gita mengalami koma juga setelah melahirkan Zayn dan Zefa.


Mommy Celine pun bergegas ke rumah sakit bersama baby sitter yang khusus merawat bayi dari Gita yang sampai saat ini masih belum di beri nama, karena Zico ingin, Gita sendiri yang memberikan nama untuk anaknya.


Saat tiba di rumah sakit, Zico lekas mengambil bayinya dari gendongan baby sitter.


"Aunty!" panggil Naura saat melihat kakak dari ayahnya itu tiba.


"Eh, Naw-Naw! Kamu kapan balik ke sini?" tanya mommy Celine sambil memeluk keponakan kesayangannya itu.


"Kita baru sampai terus langsung ke sini."


"Oh ... makasih ya kalian udah menjenguk Gita," ucap mommy Celine dengan lirih.

__ADS_1


"Aunty, jangan sedih. Kak Gita pasti kuat, sebentar lagi pasti dia bangun," tutur Naura mencoba memberi kekuatan pada mommy Celine.


Mommy Celine pun tersenyum mengangguk kecil.


Kenzo dan Naura sangat senang melihat bayi Gita. Apalagi Naura, ia sudah tak sabar ingin segera memiliki bayi, namun Kenzo masih belum mau, karena ia takut Naura sampai mengalami koma seperti Gita setelah melahirkan.


"Lucu banget sih, Kak. Gemas," ucap Naura sambil mengelus pipi bayi Gita dengan ibu jarinya.


"Cowok ya, Zi?" tanya Kenzo yang juga sedang memandang wajah bayi Gita.


"Iya, cowok. Kenapa, Ken? Pasti lo bilang dia mirip Zefa, ya?"


"Iya, dia lebih mirip Zefa, ya. Dia mirip Gita sama kayak Zefa. Kalau Zayn kan mirip lo. Dari baru lahir juga dia udah mirip banget sama lo," jawab Kenzo.


"Iya, ya. Mirip banget Kak Gita sama Zefa, tapi versi cowoknya," ucap Naura menimpali.


Zico memandang bayinya sambil tersenyum. "Aku harap kamu bangun setelah bertemu bayi kita, Sayang," harap Zico dalam batinnya. Sejak Gita koma, baru kali ini senyuman kembali terulas di bibir Zico.


"Gue bawa anak gue masuk dulu ya, Ken," ucap Zico.


Kenzo dan Naura pun mengangguk sambil tersenyum.


Zico segera membawa bayinya masuk ke ruang ICU di mana Gita berada, dengan didampingi seorang perawat. Ia dekatkan wajah bayinya ke wajah Gita. Dan bayinya pun menyesap pipi Gita. Membuat Zico tersenyum melihatnya.


"Sayang, lihat deh anak kita, wajah dia sama banget seperti kamu dan Zefa ... kamu bangun ya, Sayang. Kamu sendiri kan yang bilang waktu itu, kamu mau mengurus bayi kita sendiri, nggak mau dibantu baby sitter," tutur Zico tersenyum dengan netranya yang mengembun.


Gita mulai merespon, cairan bening tiba-tiba mengalir dari sebelah sudut mata Gita, namun kelopak matanya masih tertutup rapat.


"Sayang, Please. Kamu bangun, ya. Apa kamu nggak kangen sama Zayn dan Zefa? Mereka terus nanyain kamu lo, Sayang. Apalagi Zefa, dia nangis terus cari kamu. Kata Zefa, kenapa cuma adik bayinya aja yang pulang, kenapa Mommy nggak pulang-pulang. Aku bingung harus jawab apa, Sayang. Aku nggak mau mereka tau kondisi kamu," tutur Zico dengan air matanya yang terus mengalir di wajah tampannya.


Lagi-lagi air mata Gita keluar dari sudut matanya, bahkan kali ini jemarinya sudah mulai ada pergerakan.

__ADS_1


Bayinya pun tiba-tiba menangis kencang, mendengar bayinya menangis, terlihat ada pergerakan pada kelopak mata Gita. Kekuatan batin antara Gita dengan bayinya lah yang membuatnya mulai merespon.


"Sus, istri saya mulai banyak merespon, Sus. Tolong panggilkan profesor Felix, ya! Cepat ya, Sus!" titah Zico pada perawat yang mendampinginya.


__ADS_2