First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Ternyata?


__ADS_3

"Aaaaaaaaa!!!" teriak Gita terkejut memejamkan matanya saat tiba-tiba ada sosok lelaki yang memeluknya erat.


Saat menyadari pelukan yang ia rasakan itu terasa nyaman dan seperti tidak asing, ia pun membuka matanya perlahan.


Ya, yang memeluknya adalah Zico.


Memang semua ini adalah suprise yang dibuat oleh Zico dan teman-temannya, karena Gita yang berulang tahun tepat di jam dua belas malam ini.


Flashback On


'Hmmm... Ngambek lagi deh,' gumam Zico dalam batinnya.


Ketika Gita berbaring di atas ranjangnya dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimutnya sampai menutupi kepalanya, Zico masih duduk di sofa di dalam kamar Gita, ia membuka ponselnya, ketika ia memandang layar ponselnya dan melihat tanggal hari ini, ia teringat bahwa lusa adalah hari ulang tahun Gita. Kemudian Zico pun tersenyum usil, ia beranjak dari sofa dan keluar dari kamar Gita.


Gita yang mendengar suara pintu yang tertutup pun membuka selimut yang menutupi kepalanya itu, ia mendengus kesal. "Hmm!!! Nyebelin banget, bukannya bujukin aku, malah pergi!"


Di kamar Zico...


"Kayanya seru deh kalau sekali-sekali aku kerjain kamu, Sayang," gumam Zico terkekeh sendiri di dalam kamarnya.


"Hmm ... tapi gimana caranya ya aku kerjain kamu?" gumamnya lagi.


Zico pun terpikir untuk menelpon saudara sepupunya dari mommy Celine, ia adalah Naura Wang anak perempuan Steven Wang adik dari mommy Celine.


Zico sangat dekat dengan Naura, ia sangat menyayangi Naura seperti adik kandungnya sendiri, karena ia adalah anak tunggal, jadi Zico menganggap Naura seperti saudara kandungnya.

__ADS_1


Ia bahkan mempunyai nama panggilan khusus untuknya, yaitu Naw-Naw.


"Hallo, Naw!" ucap Zico kepada Naura yang berada di sebrang telponnya.


(Iya, Kak? Tumben Kakak nelpon aku, Kak?!) jawab Naura ketus. Ia merasa kesal karena Zico yang jarang sekali menelponnya sejak mempunyai kekasih.


"Bantuin Kakak dong, Naw-Nawku yang paaaaaling cantik!" rayu Zico pada adik sepupu kesayangannya itu.


(Iiisssh.., Giliran ada maunya aja ngerayu-rayu!) ketus Naura sambil menyunggingkan sebelah bibirnya di sebrang telpon.


"Please??? Kakak mau sekalian kenalin kamu sama pacar Kakak, kamu mau kan?" mohon Zico.


(Bantuin apa?!) Naura masih ketus.


"Pacar Kakak besok ulang tahun, Kakak mau kasih surprise ke dia, tapi Kakak pengen banget kerjain dia dulu, kira-kira kamu punya ide nggak, Naw?" tutur Zico.


"Ide apa, Naw?" sahut Zico yang ikut antusias.


(Kakak besok ada kelas, kan?) tanya Naura.


"Iya ada, kok!" sahut Zico singkat.


(Aku besok ke kampus Kakak, ya? Pacar Kakak ada kelas juga, kan?) tanya Naura lagi.


"Iya! Memang kenapa, sih? Kenapa kamu mesti ke kampus Kakak? Memang kamu nggak sekolah? Kamu jangan bolos! Kamu kan sebentar lagi ujian, Naw!" omel Zico yang belum mengerti maksud Naura.

__ADS_1


(Tenang aja, Kak! Aku besok libur, kok! Pokoknya besok pagi aku ke kampus Kakak, ya?) tutur Naura lagi.


"Ya udah, deh. Terserah kamu aja, Naw!" sahut Zico malas berdebat dengan adik sepupu kesayangannya itu.


***


Di ruang makan mansion keluarga William...


'Aku tegur Gita nggak, ya? Tapi kalau aku tegur dia, nanti aku susah untuk kerjain dia. Tapi kalau nggak dibujuk juga pasti dia ngambeknya bakalan lama. Bibirnya aja udah manyun gitu,'  gumam Zico dalam batinnya sambil melirik Gita yang sedang mengerucutkan bibirnya.


Drrtt...


Getaran dari ponsel Zico membuat Zico membuka ponselnya yang ternyata itu adalah pesan dari Naura.


[Kak! Nanti jangan kaget ya kalau ketemu aku dengan memakai pakaian yang mini! Aku mau beraksi menggoda Kakak di depan pacar Kakak nanti!] Isi pesan dari Naura di ponsel Zico.


[What's? Maksud kamu kita mau bikin jealous Gita?] balas Zico sambil mengernyitkan alisnya.


[Iyalah, Kak! Kan Kakak sendiri yang bilang mau kerjain dia.] balasan dari Naura.


Zico tidak membalasnya lagi, ia menyantap nasi gorengnya sambil berpikir tentang rencana Naura, apa mungkin ia tega melakukan itu pada Gita? Itulah yang ada dibenaknya.


Zico pun melirik piring Gita yang terdengar berisik karena benturan sendok dan garpu yang saling beradu.


Ia lirik wajah Gita yang terlihat sedang kesal karena ia acuhkan, melihat Gita mengerucutkan bibirnya membuat Zico merasa sangat gemas padanya, ingin rasanya ia peluk Gita saat itu juga, tapi ia tahan sebisa mungkin demi menjalankan rencananya.

__ADS_1


Bahkan ketika mommy Celine dan daddy Austin menegur Gita, Zico berusaha sebisa mungkin untuk menahan tawanya.


__ADS_2