First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Ketakutan Gita


__ADS_3

"Eummmm ... Zico ... Zico di rumah temen, Mom," jawab Zico gugup.


(Teman yang mana? Alex nggak mungkin, Sean juga sudah mommy hubungi katanya kamu nggak ada di rumahnya, Terus kamu dimana? Apa di rumah Kenzo?) tanya mommy Celine beruntun.


"Iya, Mom. Zico di rumah Kenzo," Zico terpaksa berbohong pada mommy-nya.


Karena ia tak mungkin jujur kepada mommy-nya kalau ia telah merenggut kesucian Gita tadi malam, yang ada ia akan di amuk oleh mommy dan daddy-nya, membayangkan kemarahan kedua orang tuanya saja sudah membuat Zico sakit kepala.


(Berarti tadi malam kamu pulang sama Kenzo?)


"Iya, Mom."


(Ya sudah, tapi tadi malam kamu nggak mabuk kan, Son?) tanya mommy Celine lagi.


"Enggak kok, Mom. Mommy kan tau Zico nggak bisa minum minuman beralkohol," bohongnya lagi, padahal tadi malam ia dalam kondisi sedikit mabuk karena jus jeruk itu.


(Ya sudah, kamu jangan sore-sore pulangnya, ya. Daddy kamu sudah menanyakan kamu terus.)

__ADS_1


"Iya, Mom."


(Love you, Son.)


"Love you more, Mom."


Setelah mematikan panggilannya, Zico berbaring lagi memeluk Gita yang masih terlelap.


Ditatapnya wajah cantik Gita yang terlihat tampak natural saat tertidur, ia usap lembut pipi Gita dengan ibu jarinya.


'Kamu cantik banget sih, Sayang,' gumam Zico dalam batinnya.


Zico pun beranjak dari ranjang itu, memungut pakaiannya yang berserakan di lantai karena sisa pergulatannya semalam, ia bergegas mengenakan pakaiannya dan pergi keluar untuk mencari makanan. Perutnya sangat merasa lapar saat ini karena pergulatannya semalam.


Saat Zico pergi, Gita pun terbangun dari tidurnya. Menyadari Zico tak ada lagi di sampingnya, Gita menangis lagi, ia takut mimpi buruk yang barusan ia alami benar-benar terjadi.


Ia duduk di atas ranjangnya masih dengan tubuh polosnya yang hanya tertutup oleh selimutnya, ia duduk menangis sembari memeluk lututnya sendiri.

__ADS_1


Zico yang baru saja tiba dan membawa beberapa makanan untuk dirinya dan Gita pun tersentak saat mendengar suara Gita yang sedang terisak di kamarnya.


Ia bergegas menghampiri Gita dan duduk di atas ranjang itu, "Kamu kenapa, Sayang?" tanya Zico yang seketika memeluknya sambil mengecup pucuk kepala Gita.


"Aku ... Aku mimpi, Zi ... Aku takut mimpi itu benar-benar terjadi," ucapnya sambil terisak.


"Mimpi? Kamu mimpi apa, Sayang?" tanya Zico lagi setelah melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Gita.


"Aku mimpi ... kamu ... kamu tidur sama perempuan lain."


"Ya ampun, Sayang. Nggak mungkin lah aku tidur sama perempuan lain, cuma kamu wanita yang pernah tidur bareng dan melakukannya sama aku. Itu pun baru semalam kita melakukannya setelah kita berpacaran selama 5 tahun, kan? Dan itu pun karena obat terkutuk itu!" tutur Zico panjang lebar.


Gita hanya diam tak menjawab, masih menundukkan pandangannya.


Zico mendongakkan wajah Gita yang sedang menunduk dengan memegang dagunya, "Sayang, kamu percaya kan sama aku?"


Seketika Gita memeluk begitu erat tubuh Zico, ia benar-benar merasa lebih takut kehilangan Zico dari pada sebelumnya.

__ADS_1


Zico mengerti ketakutan yang Gita rasakan pasti karena dirinya sudah merenggut sesuatu yang paling berharga untuk Gita.


"Aku minta maaf ya, Sayang. Aku minta maaf, Maafin, aku," ucapnya menitihkan air mata sambil mendekap Gita sangat erat.


__ADS_2