First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Makcomblang Cilik


__ADS_3

Keesokan harinya, Gita sudah sembuh dari sakitnya. Mommy Celine mulai mempersiapkan semuanya, dari mulai dekorasi dan juga katering untuk acara pernikahan Zico dan Gita. Sedangkan untuk urusan berkas-berkasnya, Sean lah yang mengurus semuanya.


Yolla mengunjungi mansion Zico, ia baru mengetahui kalau Gita dan Zico akan segera mempercepat pernikahan mereka. Gita baru mengabarinya tadi pagi. Yolla pun segera meluncur ke mansion Zico yang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari mansionnya.


Saat tiba di halaman parkir mansion Zico, Yolla melihat mobil Sean terparkir di sana, tepat di samping mobilnya.


Sejak Sean mengungkapkan perasaannya pada Yolla, mereka belum pernah bertemu lagi.


Yolla selalu menghindari Sean, pesan atau pun panggilannya tidak ada yang dijawab oleh Yolla.


Seperti saat ini, melihat mobil Sean terparkir di sana saja membuat Yolla ingin memutar balik mobilnya, namun tiba-tiba saja ada panggilan dari Gita.


Gita ternyata sudah melihat mobil Yolla terparkir di halaman dari balkon kamarnya. Yolla pun tak ada pilihan lain selain masuk ke dalam. Ia hanya bisa berharap tidak berpapasan dengan Sean. Namun, baru saja ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam, ternyata lelaki yang sedang berusaha ia hindari itu sedang berada di ruang tamu berbincang dengan Zico, mommy Celine, dan daddy Austin.


''Selamat pagi," sapa Yolla menghampiri mereka yang sedang berbincang.


"Yolla? Sini, Nak," sambut mommy Celine. Kemudian ia menyalami mommy Celine dan daddy Austin, sebisa mungkin Yolla menghindari kontak mata dengan Sean. Sedangkan Sean terus menatap Yolla, Zico yang memperhatikan mereka pun berdecak sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu mau ketemu Gita, ya?" tanya mommy Celine .


"Iya, Mom. Sekalian mau ketemu anak-anak, kangen sama mereka udah lama nggak ketemu," jawab Yolla tersenyum ramah sambil mengusap lembut punggung mommy Celine .


"Minum teh dulu ya di sini? Ngobrol dulu sama kita, nanti baru menyusul Gita. Atau nanti Gita aja yang Mommy suru turun bergabung di sini," tawar mommy Celine .


"Enggak usah, Mom. Aku aja yang samperin dia," tolak Yolla.


"Bunda!" teriak Zefa berlari menghampiri Yolla.


"Unchh-Unchh ... Princess Bunda ... kangen nggak Sayang sama Bunda?" tanya Yolla memeluk erat Zefa kemudian mencium kedua pipinya.


"Bunda kerja, Sayang. Maaf ya, Bunda baru main ke sini ... oya, rumah Bunda di dekat sini lho, nanti kapan-kapan kita main ya ke rumah Bunda. Mau, 'kan?"


"Mau mau, Bunda," seru Zefa sangat antusias.


"Okay, nanti Bunda ajak Zefa sama Kak Zayn, ya," ujar Yolla.

__ADS_1


"Okay, Bunda! Oya Bunda, ayo ke cini temenin Jepa main," Zefa menarik paksa Yolla.


"Uncle! Ayo kita main PS lagi," ajak Zayn pada Sean menarik tangan Sean.


Zico pun tersenyum melihat tingkah anak-anaknya yang terlihat seperti Mak comblang cilik.


Sean tiba di ruang bermain bersama Zayn, menyusul Zefa dan Yolla.


"Zayn, Uncle mau ngomong sama Bunda dulu, ya," bujuk Sean berbisik.


Zayn pun mengangguk sambil menaikan alisnya.


Sean mendekati Yolla yang sedang bermain bersama Zefa.


"La, boleh ngobrol sebentar?" tanya Sean.


Yolla hanya diam saja tak mau menjawab sampai Zefa menegurnya dan membuatnya merasa malu.

__ADS_1


"Bunda, itu Uncle Cean tanya Bunda," ucap Zefa membuat Sean gemas lalu mengusap rambutnya.


__ADS_2