First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Memberi Pelajaran


__ADS_3

Ternyata Gita sudah tidak sadarkan diri, Gita kedinginan karena air yang disiramkan Priscilla dan Viola kepadanya. Mungkin ia juga kelelahan karena menangis sambil berteriak terus menerus.


Mendapati kondisi Gita yang terlihat sangat menyedihkan seperti ini, Zico pun segera menggendong Gita ala bridal shower, Yolla membukakan pintu mobil Zico, ia membaringkan Gita di dalam mobilnya dan bergegas ke rumah sakit, ia juga mengajak Yolla untuk menemani Gita di kursi belakang.


Setibanya mereka di IGD rumah sakit, Gita segera diperiksa oleh dokter, dokter memasang selang infus ditangan Gita.


Dokter keluar dari ruangan IGD, Zico dan Yolla yang panik segera bertanya pada dokter.


“Dok bagaimana keadaannya?” Tanya Zico.


“Tidak terlalu mengkhawatirkan, dia hanya kedinginan saja, bagaimana dia bisa basah kuyup seperti itu?” tanya dokter, ia heran kenapa pasiennya itu basah kuyup, padahal dari kemarin tidak ada hujan.


“Kami juga tidak tahu dok, saat kami menemukannya di toilet dia sudah basah seperti itu.” Jawab Yolla.


“Oh ya sudah, tadi perawat sudah mengganti pakaiannya, sekarang keadaannya sudah lebih baik, tinggal menunggu dia bangun saja.”


“Kami boleh masuk dok?” Tanya Zico lagi.


“Silahkan.. saya tinggal dulu ya, saya akan memeriksa pasien lain.” Seru dokternya sambil menepuk bahu kanan Zico.


“Terimakasih dokter.” Zico membukukkan tubuhnya sedikit sebagai rasa hormat.


Dokternya hanya menjawab dengan anggukkan saja.


Mereka berdua pun bergegas masuk ke ruangan IGD, mereka menghampiri Gita yang masih tertidur.


“Git, siapa yang sudah melakukan ini sama lo?” tanya Yolla pada Gita yang jelas masih tertidur, ia mengatakannya sambil menitikkan air matanya.


“Kita harus segera mencari tahu siapa yang sudah mengurung Gita  Bel.” Ucap Zico geram.


“Gak perlu cari tahu pun gue tahu benar siapa yang mengurung Gita Zi.” Yolla sudah tahu pasti Priscilla dan teman-temannya yang melakukan ini, karena disekolah yang membenci Gita hanyalah Priscilla  dan sahabat-sahabatnya.


“Siapa La?” tanya Zico.


“Masa lo gak bisa duga sih siapa orangnya?” Yolla malah bertanya balik.


“Apa mungkin???” Zico mengatakannya sambil menatap Yolla.


“Priscilla !” ucap Zico dan Yolla  bersamaan. Lalu Yolla  melanjutkan, “Yups benar, Siapa lagi kalo bukan cewek sombong itu.”


‘Beraninya lo mencelakai Gita seperti ini, gue akan beri lo pelajaran cewek iblis!’ Batin Zico.

__ADS_1


Selama mereka berbincang, Gita tiba-tiba tersadar, ia berteriak dan langsung dengan posisi duduk.


“Tolong!!!” teriak Gita , lalu menghela nafas begitu cepat seperti habis dikejar pencuri.


“Gita!” seru Zico dan Yolla. Mereka yang sedang berdiri  bergegas menghampiri Gita .


“Kamu kenapa Git?” tanya Zico.


Gita yang sadar kalau yang bertanya itu Zico ia hanya diam, dan mengalihkan pandangannya. ia berkata, “Kamu pergilah Zico, jangan pernah dekat-dekat aku lagi!” Ia mengatakannya dengan masih tetap ke arah lain, tidak menghadap Zico.


“Kamu kenapa Git? Apa aku ada salah?” tanya Zico dengan wajah yang terlihat cemas pada Gita .


“Aku bilang kamu pergi ya pergi, tolong menjauh dari aku Zico!” bentak Gita sambil menitikkan air matanya tapi tak terlihat oleh Zico.


“Git, jangan begitu, Zico lho yang udah bawa lo ke rumah sakit ini.” Tegur Yolla mencoba menenangkan Gita.


“Gue nggak mau dia di sini La, tolong suru dia pergi dari sini.” Pinta Gita sambil menangis terisak memeluk Yolla  yang sedang berdiri disampingnya.


“Zico, tolong lo pergi dulu ya, biarin Gita nya tenang dulu.” Bisik Yolla pada Zico.


“Okay.” Jawab Zico lesu.


“Gita, aku tunggu diluar ya!” pamit Zico.


Yolla hanya memberikan kode pada Zico untuk segera pergi.


“Baiklah Git, kamu istirahat ya, jangan lupa makan, aku pulang dulu.” Pamit Zico pada Gita .


“La, tolong jaga Gita ya, nanti kabari gue kalo Gita udah boleh pulang biar gue jemput.” Zico pamit pula pada Yolla menepuk pelan bahu Yolla sambil berbisik.


“Nggak perlu Zico, gue udah telpon supir gue, nanti dia akan jemput gue dan Gita, dan mengantar Gita pulang ke apartemennya.” Balas Yolla, ia sangat tahu Gita  pasti tidak akan mau diantar Zico pulang, jadi ia mencari alasan pada Zico.


“Okay!” Zico pun melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit itu dan ia bergegas melajukan mobilnya mencari Priscilla untuk membuat perhitungan dengannya.


Sebelum melajukan mobilnya ia menelpon Sean .


(Hallo Sean!)


(Lo kemana Zi? Ini tas lo gue bawa nih, lo ke toilet kok nggak balik-balik? mobil lo juga nggak ada, Kemana lo sebenernya?)


(Tadi Gita terkurung di toilet, ada yang sengaja mengurungnya, terus dia pingsan di dalam toilet dengan keadaan tubuhnya yang basah kuyup, jadi gue bawa dia ke rumah sakit.)

__ADS_1


(Hah?! Serius lo? Siapa yang udah berani melakukan itu? Sumpah itu jahat banget Zi!)


(Gue dan Yolla curiga sama Priscilla dan teman-temannya, maka dari itu gue mau minta tolong sama lo, sekarang juga lo pergi ke ruangan CCTV di sekolah, coba pastikan sekitar jam 11 siang siapa yang sudah memasang gagang pel di pintu toilet cewek.)


(Okay Zi, sekarang juga akan gue cek.)


(Okay, thankyou sean!)


Zico menutup panggilannya dan melajukan mobilnya ke sekolah untuk menjemput Sean, Sean memang selalu bersama Zico, mereka berdua sering bergantian menyetir.


Saat tiba disekolah Zico bergegas ke ruang CCTV dan melihat rekaman Priscilla yang sedang tertawa cekikikan bersama Viola didepan pintu toilet wanita. Zico sangat geram pada wanita itu. Wajahnya merah padam.


“Sean, ayo kita cari cewek-cewek sialan itu!” ajak Zico dengan wajah yang benar-benar terlihat marah.


Zico dan Sean segera bergegas ke parkiran dan saat hendak naik ke mobilnya mereka bertemu Alex dan Kenzo.


“Hei Zi, Sean, lo mau pada kemana? Kok buru-buru banget?” tanya Alex mengerutkan alisnya.


“Oya Lex, Lo juga Ken, cepetan Lo ikutin kita ya!” bukannya menjawab pertanyaan Alex  , Sean malah meminta mereka mengikutinya.


“Lah nih anak, bukannya jawab pertanyaan gue, malah seenaknya lo nyuru-nyuru kaya gitu.” Gerutu Alex .


“Udah, nanti juga lo tahu, nanti sampe TKP gue kasih tau Lo ceritanya!” Jawab Sean  setengah teriak. Dan bergegas masuk ke mobil Zico, Zico pun melajukan mobilnya.


Alex  hanya menghembuskan kasar nafasnya, karena ia penasaran dengan apa yang terjadi, ia pun memutuskan untuk mengikuti mobil Zico.


Didalam mobil Alex...


“Si Zico kenapa bawa mobil seperti kesetanan begitu ya? ” tanya Alex .


“Pasti ada yang buat dia marah, dan pastinya sekarang ini kita akan mendatangi orang itu.” Jawab Kenzo yang duduk santai disamping Alex yang sedang mengemudi. Karena kebetulan mobil Kenzo sedang jadwal service jadi ia menumpang pada Alex .


Kenzo memang jarang sekali berbicara, tapi ia sangat pandai membaca situasi.


“Oh iya ya, tadi juga gue liat mukanya Zico seperti sedang marah banget.” Jawab Alex .


Kenzo tidak menjawab, hanya menaikkan kedua alisnya.


Didalam mobil Zico...


“Sean, bener nih cewek itu ada di cafe itu?” tanya Zico.

__ADS_1


“kita coba aja dulu, gue sering banget kalau jam segini liat dia lagi nongkrong di cafe itu.” Jawab Sean sangat yakin, karena memang Sean sering nongkrong di café itu karena ingin bertemu Priscilla, ia sempat menyukai Priscilla  sebelum mengetahui sifat jahat Priscilla .


“Okay!” jawab Zico singkat, ia sudah sangat tak sabar untuk memberi pelajaran pada Priscilla.


__ADS_2