First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
First Kiss


__ADS_3

“Enggak Zico, Aku gak marah kok, tapi aku sudah terbiasa pulang sendiri naik bus, aku tidak ingin bergantung pada siapapun.” Gita menjelaskan pada Zico takut Zico tersinggung padanya.


“Okay! Kalau gitu aku temani kamu naik bus ya?” Perkataan Zico itu mengejutkan Gita.


‘Hah? Masa iya dia mau naik bus? Mungkin seumur hidupnya dia belum pernah merasakan naik bus.’ Batin Gita.


“Gita, Kok malah melamun? Boleh gak?” Tanya Zico lagi.


“Gak usah Zico, aku sudah biasa kok pulang sendiri.”Jawab Gita.


“Kamu kayanya risih sama aku ya?” Zico bertanya pada Gita dengan wajah memelas.


Melihat ekspresi Zico membuat Gita merasa bersalah.


“Enggak Zico bukannya begitu, cuma kamu kan nggak mungkin banget naik bus, mungkin seumur hidup kamu pasti belum pernah naik bus kan? Kamu nggak mungkin menurunkan level hidup kamu hanya untuk mengantarku pulang.” Gita menjelaskan sembari melangkahkan kakinya.


“Oh begitu alasanmu, ya sudah kalau begitu kamu aja yang ikut mobil aku, gimana? Aku hanya mengantarmu sampai depan rumah aja kok.” Zico meyakinkan Gita agar mau di antar pulang olehnya.


Gita melihat sekelilingnya, benar saja sesuai dugaannya, banyak sekali siswi di sekolahnya yang menatap padanya, karena yang menyukai Zico disekolahnya memang tak terhitung jumlahnya. Ia hanya tidak mau ia jadi pusat perhatian saat menaiki mobil sport Zico yang sangat mewah itu.


“Kamu nggak lihat tuh banyak banget yang memperhatikan kita? Aku cuma nggak mau jadi pusat perhatian Zico, mungkin kalau kamu sudah terbiasa, kalau aku tuh nggak suka jadi pusat perhatian seperti itu.”


Zico mengerti apa yang dirasakan Gita, ia pun sering merasa risih karena dirinya itu selalu menjadi pusat perhatian dimana pun berada, itulah yang membuat Zico selalu memasang wajah dingin.


“Baiklah, kamu tunggu aku di halte bus, nanti kamu naik mobil aku dari situ aja ya? Gimana?” Zico masih tetap ingin mengantar Gita pulang.


Gita tidak tahu harus berkata apa lagi, ia menghembuskan nafasnya dengan kasar.


“Hmmm.. Baiklah!.” Jawab Gita singkat dan meninggalkan Zico menuju halte bus.


Zico tersenyum puas, akhirnya ia berhasil membujuk Gita, ia bergegas menuju mobil sportnya itu dan melajukan mobilnya ke halte bus.


Setibanya di halte bus ia turun dari mobilnya dan membukakan pintunya untuk Gita. Gita bergegas naik ke mobil Zico.

__ADS_1


Zico pun juga bergegas naik ke mobilnya dan mulai melajukan mobilnya.


Di dalam mobil Gita hanya diam menatap ke arah luar kaca mobil.


Zico melirik Gita sesekali, ia pun memberikan Hp nya kepada Gita.


“Gita, masukin nomor Hp kamu dong!”


“Hah? Untuk apa?.” Gita terkejut atas permintaan Zico.


“Enggak apa-apa, aku hanya ingin bertukar pesan sama kamu aja sesekali.” Terang Zico.


Gita memasukkan nomor ponselnya ke Hp Zico.


“Ini, sudah!” Gita memberikan Hp nya Zico kembali.


“Okay, Thankyou!” Zico mengucapkan terima kasih dengan tersenyum, sangat tampan, sampai membuat Gita salah tingkah. Ia melanjutkan obrolannya.


“Oya, dimana rumah kamu?.”


Zico pun melajukan mobilnya ke apartemen Gita.


Akhirnya mereka pun tiba didepan apartemen Gita.


Gita segera melepaskan sabuk pengamannya, tetapi Gita kesulitan melepaskannya.


Melihat itu pun Zico segera membantunya, tubuhnya menghampiri Gita, saat ini wajah Zico ada dihadapan wajah Gita, sangat dekat hanya berjarak sekitar 10 cm saja. Membuat Gita merasa sulit bernafas dan jantungnya seperti berhenti berdetak, bahkan tanpa sadar ia menahan nafasnya.


Zico pun kesulitan melepaskan sabuk pengaman Gita, ia menariknya agak kasar sehingga tubuhnya berguncang dan tiba-tiba bibir Zico pun mendarat dibibir Gita.


Mereka berdua sangat terkejut, manik mata mereka bertemu. Setelah beberapa detik Zico tersadar dan melepaskan bibirnya dari bibir Gita dan meminta maaf padanya.


“Ma… Maaf!” ucap Zico gugup.

__ADS_1


Mereka merapihkan posisi mereka masing-masing, Gita melipat bibirnya, pipinya benar-benar seperti tomat busuk. Iya bergegas keluar dari mobil Zico.


“Terima kasih sudah mengantarku pulang!” Gita langsung kabur menuju apartemennya. Ia sangat terkejut dengan ciuman yang tak disengaja itu, itu adalah first kiss untuknya.


Begitu pula untuk Zico, kejadian itu membuat hatinya berdebar kencang, ia menghembuskan nafasnya dengan kasar beberapa kali setelah Gita keluar dari mobil.


Saat sudah merasa agak tenang Zico memperhatikan Gita yang sedang berlari seperti anak kecil yang sedang malu karena mengompol di celana.


Ia tertawa kecil melihat Gita. Dan menyentuh bibirnya dengan ibu jari dan telunjuknya sambil senyum-senyum sendiri.


“Bibirnya lembut sekali.” Gumam Zico. Ia mengacak-acak rambut belakangnya dengan tangan kirinya.


Ia kemudian membuka Hp nya dan melihat kontak yang bertuliskan Gita, lantas ia mengganti namanya dari *Gita* menjadi *My First Love ❤️*.


Ia pun bertekad akan benar-benar mendekati Gita dan menjadikan Gita sebagai kekasihnya.


Setelah tersadar dari pikiran-pikiran nya ia pun segera menyalakan mobilnya.


Sedangkan Gita yang telah sampai di apartemennya segera mengintip dari balik tirai jendela kamarnya, dari sana terlihat mobil Zico yang masih terparkir disana, Gita tersenyum malu sambil menyentuh bibirnya dengan jari-jarinya.


‘bagaimana mungkin First Kiss ku bersama Zico?’ ia menghela nafas kasar. ‘ya ampun tapi dia benar-benar sangat tampan, seperti nya aku benar-benar mulai tertarik padanya, eh tapi tadi itu kan cuma kejadian yang nggak disengaja, pasti dia juga menganggapnya biasa aja, kamu nggak boleh terlalu percaya diri Gita!’ ia menepuk-nepuk kedua pipinya.


Ia membatin lagi, ‘Kalau dipikir-pikir selama ini aku gak pernah mendengar Zico menjalin status dengan siapapun disekolah, Priscilla saja yang cantik dan seksi seperti itu tidak diliriknya, ah tapi mana mungkin laki-laki setampan dia tidak pernah pacaran? Dia pasti pernah menjalin status dengan perempuan diluar sekolah kita.’ Ia menghela nafas kasar dan segera berganti pakaian.


Sedangkan Zico sudah melajukan mobilnya, ia sudah sampai dirumahnya yang sangat mewah itu.


Saat Zico masuk ke dalam rumah ia melihat Mommy nya Celine diruang tamu sedang mengganti bunga yang ada di vas nya yang sudah mulai layu.


Zico tiba-tiba memeluk Mommy nya dari belakang.


Sosok Celine sangat cantik dari depan maupun belakang, di usianya yang sudah tidak muda lagi, tubuhnya masih sangat ideal, ia adalah mantan model berskala internasional.


Tidak heran Zico memiliki fisik yang sempurna, karena Mommy nya adalah mantan model cantik yang terkenal dan berprestasi, dan papinya adalah CEO paling tampan pada jamannya.

__ADS_1


Celine tersentak dan hampir memukul Zico dengan vas bunga yang sedang dipegangnya, untung saja Zico cepat tanggap, ia segera menangkap tangan Mommy nya.


__ADS_2