First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Identitas Gita


__ADS_3

“Kamu kan harus kuliah nak, kamu kan sudah mendapatkan jaminan beasiswa sampai lulus di Universitas yang kamu tuju, kamu harus melanjutkan sekolah kamu nak, Ibu tidak mau kamu menghabiskan hidup kamu hanya untuk bekerja di Mini Market, Ibu ingin kamu mendapatkan masa depan yang jauh lebih baik daripada Ibu, dan sesuai dengan apa yang kamu cita-citakan nak.” Tutur Sophia dengan cemas, ia sangat mencemaskan masa depan putrinya, ia tidak ingin putrinya itu mengalami hidup yang pahit sepertinya.


Karena sepeninggal suaminya ia hanya bekerja sebagai Manager di sebuah Perusahaan kecil, itupun karena ia adalah karyawan yang bekerja sejak perusahaan tersebut baru di rintis, oleh karena itu ia diangkat sebagai manager oleh atasannya.


“Benar kata Ibu Git, kamu itu murid yang paling berprestasi di sekolah, nggak mungkin kalau kamu nggak kuliah.” Sahut Zico.


“Mmmm.. Baiklah, akan aku pikirkan lagi nanti.” Jawab Gita lesu.


“Ya udah, kamu istirahat ya, Aku pulang dulu.” Zico menuntun Gita ke sofa dan menyuruhnya berbaring di sofa, mengelus rambutnya dan memakaikan selimut pada Gita, Lalu dia berpamitan kepada Sophia dan segera pulang.


Meskipun waktu mereka untuk bertemu sangat sedikit, tapi Zico tidak keberatan dengan itu, ia tetap menjaga Sophia dirumah sakit menggantikan Gita yang harus bekerja.


Gita merasa bersalah pada Zico karena tidak memiliki waktu yang banyak untuk Zico, ia mengirim pesan kepada Zico.


Gita : {Sayang, Makasih ya kamu udah menjaga Ibu setiap hari, aku sangat bersyukur memiliki kamu, makasih juga kamu udah tulus menyayangi aku dan Ibu.}


Saat Gita mengirim pesan, Zico baru saja naik ke mobilnya.


Zico : {Iya sayang, nggak perlu terlalu banyak berpikir, tapi kamu janji sama aku ya, kamu harus tetap melanjutkan sekolah kamu, okay sayang?} Balas Zico sambil tersenyum memandangi layar ponselnya.


Gita : {Iya sayang.} Balas Gita lagi. Kemudian ia tertidur.


Zico tersenyum melihat balasan dari kekasihnya itu, hati nya selalu berdebar ketika Gita mengucapkan kata sayang kepadanya, karena memang jarang-jarang Gita memanggilnya dengan panggilan itu.


***


Zico pulang ke Mansion nya, ia segera naik ke kamarnya,  wajahnya terlihat lelah, tiba-tiba saja Austin yang ada diruang keluarga menegurnya.

__ADS_1


“Kamu dari mana saja Zico? Daddy lihat sekarang setiap hari kamu selalu pulang malam, tidak biasanya kamu seperti ini! Bergaul dengan siapa kamu sebenarnya?” Tanya Austin emosi, karena memang sebelum mengenal Gita, Zico adalah anak rumahan seperti Gita, setelah ia pulang sekolah ia hanya akan di rumahnya saja belajar atau bermain PS dengan Sean, Alex dan Kenzo, tidak pernah ikut jika nongkrong diluar bersama teman-temannya.  Selama pacaran dengan Gita pun ia selalu pulang sebelum Daddy nya itu tiba di mansion mereka.


“Aku ke rumah Sakit Dad.” Jawab Zico lesu sambil naik ke tangga.


Austin hanya menatap putranya, ia tidak tinggal diam, ia segera menghubungi sekretarisnya Bayu pratama yang tidak lain adalah Papanya Sean, dan memerintahkannya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya di lakukan Zico belakangan ini.


Celine mendengar percakapan suaminya dengan sekretarisnya, ia menegur Austin.


“Kamu ini... nggak perlu sampai seperti itu, kamu kan tahu Zico nggak suka kalau ada yang mengikutinya atau menyelidikinya, kamu kan tahu Zico tempramennya seperti apa, dia tidak akan menegur kita, sudah bagus sikap dia sekarang lebih hangat, nggak dingin seperti dulu, kamu ingat kan? dulu dia bersikap dingin dan nggak pernah berbicara kepada kita karena kamu selalu menyuruh para pengawalmu itu mengikutinya dari jauh, dia nggak suka diperlakukan seperti itu sayang.” Celine membela putra semata wayangnya itu.


Austin hanya diam dan kembali ke kamarnya. ia tidak peduli dengan apa yang dikatakan istrinya, ia hanya ingin tahu apa yang dilakukan putranya, Ia hanya tidak ingin Zico terlibat pergaulan yang aneh-aneh, apalagi kalau sampai terlibat dalam skandal yang tidak-tidak, karena akan sangat mempengaruhi harga saham di perusahaannya.


Keesokan harinya Bayu sudah mendapatkan informasi seperti yang diminta CEO sekaligus sahabatnya itu,


“Austin, aku sudah mendapatkan info seperti yang kamu minta.” Ucap Bayu.


"Zico hanya pergi ke rumah sakit setiap pulang sekolah, dia menjaga Ibu dari temannya yang sedang sakit kanker darah stadium 2.” Jawab Bayu.


“Siapa temannya itu? Wanita atau Pria?” Tanya Austin lagi.


“Mmm.. wanita sih, dan sepertinya mereka tidak hanya sekedar berteman biasa.” Jawab Bayu ragu-ragu.


Austin terkejut dan bertanya lagi, “Maksud kamu pacarnya? Anak itu sudah punya pacar? Bagaimana latar belakang gadis itu?”


“Dia murid berprestasi di sekolahnya, dia yang selalu mewakilkan sekolah ke berbagai olimpiade, dan selalu mendapatkan medali emas.” Sahut Bayu.


“Lalu latar belakang keluarganya bagaimana?” Tanya Austin penasaran.

__ADS_1


“Ayah dari anak itu seorang dokter, tetapi sudah meninggal karena melompat dari atas gedung rumah sakit tempatnya bekerja, karena terlibat kasus malpraktek. Namanya Dav…” belum selesai Bayu menjawab Austin sudah menebak duluan siapa ayah Gita.


“David Adhinata! Benar kan itu namanya? Tanya Austin.


Austin tahu benar tentang dokter yang meninggal karena melompat dari gedung itu, dan dia mengenal betul dokter itu.


dr. David Adhinata adalah sahabatnya sejak SMP, persahabatan mereka kurang lebih seperti persahabatan Zico dan Sean saat ini, bahkan Austin sangat terpukul saat melihat berita tentang sahabatnya itu, ia sangat menyesal karena pada saat itu ia tidak dapat membantu masalah David karena keadaannya yang juga baru merintis perusahaannya saat itu, baru saja perusahannya melambung, jadi ia tidak berani untuk membantu sahabatnya itu, karena takut akan berpengaruh pada perusahaannya.


Bahkan yang membuat Austin sangat menyesal ialah, sesaat sebelum David melompat dari atas gedung, ia sempat menelpon Austin tetapi ponsel Austin sedang tidak aktif saat itu karena ia sedang berada di pesawat untuk melakukan perjalanan bisnis ke New York, David mengirim sebuah pesan perpisahan untuk sahabatnya, Austin.


(Austin… Aku sudah tidak sanggup lagi menghadapi masalah ini, karir yang selama ini Aku perjuangkan sudah hancur, nama baikku pun hancur, Aku bahkan malu untuk berhadapan dengan Istri dan Putriku, Aku mohon setelah Aku pergi, tolong jaga mereka Austin.) Seperti itulah isi pesan suara untuk Austin dari David yang sedang menangis terisak sebelum melompat dari atap gedung rumah sakit tempatnya bekerja.


Austin segera memerintahkan Bayu, “Kamu urus semua biaya rumah sakit istrinya, dan tanggung semua biaya hidup mereka!”


“Selama ini memang Zico yang sudah membiayai rumah sakitnya.” Sahut Bayu.


“Baiklah, terus awasi mereka, jangan biarkan mereka hidup kesulitan, laporkan padaku kalau mereka mengalami masalah, jangan biarkan mereka hidup menderita.” Perintah Austin.


“Baik.” Sahut Bayu dengan bingung, karena ia tidak tahu ada hubungan apa sebenarnya antara Austin dan Ayahnya Gita, David Adhinata, karen mereka baru bersahabat saat Austin baru merintis karir, jadi ia tidak mengenal sosok David, ia melanjutkan,


“Oya Austin, gadis itu sekarang bekerja di Mini Market, semenjak Ibunya sakit, dia bekerja paruh waktu.” Tutur Bayu.


“Apa?! Zico membiarkannya untuk bekerja di Mini Market? Kenapa tidak dia suru saja bekerja di butik Mommy nya!” Kesal Austin.


“Aku nggak tahu.” Sahut Bayu menggendikkan bahunya.


“Ya sudah, besok kamu antar Aku menemui anaknya David ya Bay!” Perintah Austin.

__ADS_1


__ADS_2