First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Yolla Harus kembali


__ADS_3

"Sayang ... Zefa nya Uncle Ken, sudah ya, stop jangan menangis lagi," bujuk Kenzo sambil memeluknya dan mengusap-usap punggungnya.


'Aku tau Git, sampai saat ini di hati kamu selalu ada Zico, tapi untuk apa kamu menjauhi dia kalo kamu terus mengingatnya? Apa nggak ada, sedikit aja ruang di hati kamu untuk aku?' gumam Kenzo dalam hatinya.


Kenzo pun menggendong Zefa pulang sambil berjalan pulang, sedangkan Gita sudah meninggalkan mereka karena kesal.


Ceklek...


"Lho, Git? Lo kok sendiri? Zefa sama Kenzo mana?" tanya Yolla saat melihat Gita membuka pintu dan hanya masuk sendirian, Gita pun hanya berlalu begitu saja ke kamarnya, ia sama sekali tak menggubris pertanyaan sahabatnya itu.


"Gita!" panggilnya lagi karena di abaikan oleh Gita.


Baru saja Yolla ingin membuka pintu kamar Gita, Kenzo menekan bel pintunya, Yolla pun segera membukakan pintu.


"Ken, itu Gita kenapa? Kok pulang-pulang cemberut gitu?" tanya Yolla menyatukan alisnya.


"Ini Zefa tidur, gue taruh dulu di kamarnya, ya!" bisik Kenzo.


Yolla pun menjawabnya dengan anggukan sambil mengikuti Kenzo ke kamar anak-anak.


Setelah Kenzo membaringkan Zefa, mereka pun kembali ke ruang keluarga.


"Ken, ceritain, dong!" kesal Yolla melihat Kenzo diam saja.


"Tadi sewaktu makan ice cream, Zefa tiba-tiba minta gue untuk jadi Daddy-nya ...," belum selesai Kenzo menyelesaikan kalimatnya Yolla sudah tersentak.


"What's? Terus lo jawab apa, Ken?" tanya Yolla.


"Gue bilang sama Zefa, gue mau tapi harus bilang Mommy nya dulu. Tapi dia malah marah sama Zefa dan ninggalin kita," ucap Kenzo dengan raut wajah yang terlihat kecewa.


"Kok, gitu?" tanpa sadar Yolla malah menanyakan pertanyaan yang Kenzo pun tak tahu jawabannya.


Kenzo menggendikkan bahunya, "Mungkin dia masih cinta sama Zico, La."


Yolla hanya terdiam, ia pun sangat tahu kalau Gita memang masih sangat mencintai Zico, bahkan Gita masih menyimpan foto Zico di dompetnya, dan sering tertidur sambil menatap foto itu.


"Siapa Zico? Apa dia Daddy aku dan Zefa?" tiba-tiba saja pertanyaan itu keluar dari bibir tipis Zayn yang baru saja keluar dari kamarnya. Rupanya dia telah mendengar pembicaraan kedua orang dewasa itu.


Yolla dan Kenzo pun membelalakkan matanya saling menatap satu sama lain.


"Hmm ... Bukan Zayn, itu temannya Uncle, Ken. Tapi Zayn jangan pernah sebut nama itu di depan Mommy, ya! Nanti Mommy sedih," ucap Yolla berbisik takut Gita mendengarnya.


"Kenapa Mommy harus sedih? Memang Uncle Zico itu sudah meninggal?" tanya Zayn lagi. Zayn yang pintar tidak akan pernah puas hanya dengan satu jawaban, ia pastinya akan bertanya dan bertanya lagi.

__ADS_1


"Enggak kok, dia masih hidup. Pokoknya Zayn inget pesan Bunda, jangan pernah sebut namanya di depan, Mommy. Okay?" Yolla meyakinkan Zayn.


"Baik, Bunda."


Yolla bernafas lega karena Zayn mau menurutinya.


"La, gue ke kantor dulu, ya!" pamit Kenzo.


Yolla pun mengangguk.


Saat Kenzo pergi dan Zayn masuk kembali ke kamarnya, tiba-tiba saja ponselnya berdering.


Ternyata ada video call dari Mamanya, ia pun pergi ke kamarnya, karena takut Mamanya melihat anak-anak Gita.


Ya, Yolla memang tidak pernah mengatakan tentang anak-anak Gita, karena Yolla takut mamanya keceplosan saat kumpul dengan teman-teman sosialitanya, karena kadang-kadang mamanya itu suka berkumpul dengan Mommy-nya Zico juga. Jadi ia memilih untuk tidak memberitahu sang mama. Bahkan ia tak pernah memberi tahunya kalau ia sebenarnya sudah bertemu dengan Gita.


"Hallo, Mam," jawab Yolla sambil menutup pintu kamarnya.


(Hallo, Sayang ... Kamu tuh kenapa, sih? Kalau Mama nggak call kamu duluan pasti kamu nggak call Mama!) omel sang mama.


"Yolla sibuk, Mam," jawab Yolla singkat.


(Ah! Itu terus alasan kamu!) omel mama Chindy lagi.


(Kami sehat, kok. Mama mau ngomong sama kamu, Sayang.)


"Ya itu Mama lagi ngomong, kan? Hehe," Yolla malah mengejek mamanya.


(Iissh, kamu, tuh! maksud Mama mau ngomong serius.)


"Ya udah ngomong aja, Mam. Ngomong tinggal ngomong ... Asal jangan tiba-tiba minta Yolla nikah aja!" gerutu Yolla.


(Ide bagus, tuh!) sahut Papanya Yolla dari sebrang telpon dan tiba-tiba muncul di samping istrinya.


"Iissh, Papa!" omel Yolla dengan bibirnya yang manyun.


(Ahahaha ...) Papanya terbahak.


"Aku matiin nih telponnya!" ketus Yolla.


(Eh! Jangan, dong! Mama kan belum ngomong.)


"Ngomong apa sih, Ma?" tanya Yolla malas.

__ADS_1


(Gini, La. Mama sama Papa kan mau merayakan Anniversary bulan ini ...,)


Belum selesai mama Chindy berbicara, Yolla sudah memotongnya.


"Iya Yolla tau, Ma. Nanti Yolla pulang sebentar, Kok."


(Mama belum selesai ngomong, Nak. Udah kamu potong aja.)


"Ya kan biasanya Mama minta Yolla pulang kan kalau Mama Papa Anniversary."


(Kali ini Mama dan Papa mau merayakan Anniversary kami berdua sambil liburan di kapal pesiar, Nak.)


"What's? Ya udah liburan aja, terus apa hubungannya sama aku?"


(Ya, jelas ada hubungannya, dong! Kamu harus bantu Papa urus perusahan selama Papa dan Mama liburan!) tegas Papa Alston.


"Lho? Nggak mau, ah! Kan ada Om Dicky, Pap!" omel Yolla.


(Papa nggak bisa percaya sama Om kamu itu!)


"Lah, kan itu adik kandung Papa, masa nggak percaya," gerutu Yolla.


(Pokoknya nggak ada tapi-tapi! Papa mau kamu pulang dan urus perusahaan kita! Kalau kamu nggak pulang, Papa nggak akan kirim kamu uang bulanan lagi!) tegas papa Alston kemudian mengakhiri panggilannya sepihak.


Yolla pun menatap layar ponselnya yang hanya menampilkan wallpaper fotonya dengan Gita dan anak-anaknya.


Yolla pun tak punya pilihan lain jika ancaman papanya seperti itu, dia hanya bisa menurutinya, karena karirnya sebagai designer belum berjalan lancar di negara fashion tersebut, ia masih butuh sokongan dana dari Papanya untuk biaya hidupnya di sana.


Tapi Yolla bingung bagaimana harus mengatakannya pada Gita? Bagaimana Gita bisa bekerja jika tak ada yang menjaga anak-anaknya di rumah? Karena selama ini Gita selalu bergantian menjaga dan mengantar jemput anaknya dengan Yolla dan juga Kenzo, namun ada kalanya Kenzo sedang perjalanan bisnis ke kota atau negara lain dan tidak bisa membantu Gita dan Yolla menjaga si kembar Zayn dan Zefa.


Yolla pun beranjak dari kamarnya dan menghampiri Gita yang masih mengurung diri di kamarnya.


Tok ... Tok ... Tok ...


"Git?" panggil Yolla.


Ceklek...


Yolla pun segera membuka pintunya.


"Git! Gue mau ngomong," ucap Yolla memegang bahu Gita yang sedang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Melihat Gita diam saja mengacuhkannya, Yolla pun langsung to the point saja pada Gita.

__ADS_1


"Git! Kita balik ke indo, yuk!"


__ADS_2