First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Mushroom


__ADS_3

Naura begitu kagum melihat suasana romantis di restoran milik Kakak sepupunya itu. Namun, hatinya menjadi bertanya-tanya, kenapa Kenzo membawanya ke restoran yang romantis seperti ini? Apa mungkin apa yang ia duga dalam benaknya itu benar bahwa saat ini Kenzo mulai memiliki perasaan yang sama terhadap dirinya?


Naura mencoba menepis dugaannya itu, ia tak mau nantinya kecewa karena dirinya yang terlalu percaya diri.


Akan tetapi, baru saja Naura menepis dugaannya itu, lagi-lagi Kenzo memberikan perlakuan romantis pada Naura, ia menarik kursi untuknya duduk. Jantung Naura menjadi berdetak semakin cepat karena mendapat perlakuannya yang begitu manis. Naura pun duduk di kursi yang sudah dipersilahkan Kenzo.


Dan, ternyata Kenzo sudah memesan menunya karena para pelayan di restoran itu segera menyajikan menu yang dipesan Kenzo. Kenzo memesan menu tenderloin steak dengan mushroom sauce diatasnya.


Kenzo memotongkan steak itu dan menyiramkan saus mushroom di atasnya dan menukar piringnya dengan piring Naura. Sungguh perlakuan yang romantis.


Sebenarnya Kenzo adalah tipe laki-laki yang benar-benar romantis dan bisa dikatakan bucin maksimal jika sudah jatuh hati kepada seorang wanita. Seperti dulu saat ia bersama mantan kekasihnya yang telah mengkhianatinya, ia selalu memperlakukan wanita itu dengan manis, namun karena pengkhianatan nya, Kenzo menjadi hilang rasa percaya kepada wanita manapun.


Dengan Naura, ia mau mencoba untuk membuka hatinya kembali, karena ia sudah sangat lama mengenal Naura, bahkan sejak Naura masih duduk di bangku kelas 6 SD. Dan juga tentunya karena Zico yang sudah memberitahunya jika Naura memiliki perasaan khusus padanya sejak lama, bahkan Naura tidak pernah berpacaran dengan siapapun karena sejak dulu yang disukainya hanyalah Kenzo.


Mengetahui kenyataan itu, membuat Kenzo berpikir untuk membuka hatinya untuk Naura, dan kebetulan saat pesta resepsi pernikahan Zico dan kemarin, penampilan Naura begitu sangat cantik dan anggun di mata Kenzo, membuatnya hatinya sedikit bergetar karena terpesona pada penampilan Naura saat itu.


Gadis cantik dan imut yang ada di ingatan Kenzo sudah menjadi sosok wanita dewasa yang kini terlihat anggun di matanya. Padahal dulu Kenzo menganggapnya hanyalah seorang adik kecil baginya. Karena Naura yang sering sekali bersikap manja padanya dan juga teman-temannya.


"Kenapa? Kok nggak di makan? Kamu nggak suka menunya? Kakak pesankan yang lain aja, ya?" tanya Kenzo beruntun saat melihat Naura hanya diam saja belum menyantap makanannya, seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Enggak kok, Kak. Nggak apa-apa ini aja. Ya udah aku mulai makan sekarang, ya," jawab Naura, yang dibalas anggukan oleh Kenzo, disertai senyuman yang membuat lelaki itu terlihat jauh lebih tampan.


Gadis itu pun mulai menusuk potongan steak itu dengan garpu yang dipegangnya kemudian memasukkan ke dalam mulutnya dan mengunyahnya secara perlahan.


Melihat ada sisa saus mushroom yang berantakan di sudut bibir Naura, Kenzo pun menyekanya dengan ibu jarinya. Membuat wajah Naura nampak memerah. Kenzo tersenyum melihat wajah Naura yang terlihat malu-malu.


Setelah menghabiskan makanannya, mereka menaruh sendok dan garpunya dengan posisi menelungkup, dan menyeka sudut-sudut bibirnya dengan serbet yang tersedia di atas meja.


"Kamu kapan selesai tesisnya, Naw?" tanya Kenzo memulai percakapannya dengan Naura.


"Pengennya sih bulan ini selesai, Kak. Cuma ya tau sendiri daddy aku killer nya kayak gimana, dia mau aku dapet nilai yang perfect, jadinya aku harus bener-bener kerjain tesisnya, nggak bisa asal lulus gitu aja," keluh Naura.


"Ooh, jadi tadi kamu abis debatin masalah itu sama daddy kamu?" tanya Kenzo lagi menatap Naura.


"Hah? I ... iya, Kak," jawab Naura berbohong. Karena ia tidak mau jika Kenzo mengetahui bahwa daddynya ingin mengobrol dengannya. Karena ia akan merasa tidak enak jika daddynya yang terkenal galaknya itu akan bertanya macam-macam pada Kenzo.


"Ya udah yang semangat ya kerjainnya, santai aja, yang penting kamu bisa turutin kemauan daddy kamu, Kakak yakin kamu pasti bisa," ucap Kenzo tersenyum sembari mengacak-acak sedikit rambut di pucuk kepala Naura, yang tentu saja membuat jantung Naura makin berdetak tak karuan.


"Naw, tangan kamu kenapa? Kok merah-merah? Mata kamu juga merah. Tadi nggak kayak gini," tegur Kenzo panik sambil memegang tangan Naura, setelah menyadari kulit tangan Naura yang tiba-tiba banyak ruam-ruam merah di kulitnya yang biasanya terlihat putih dan mulus.


"Aiishh! Pasti gara-gara jamur tadi, kenapa kumatnya nggak pas di rumah aja sih? Gue kan malu!" gumam Naura dalam batinnya.

__ADS_1


Jemarinya sudah mulai menggaruk kulit tangannya, efek dari jamur itu sudah mulai terasa gatal di seluruh tubuhnya.


Ya, Naura memiliki alergi terhadap berbagai macam jenis jamur, maka dari itu tadi ia sempat ragu saat ingin menyantap steak bersaus jamur itu.


"Enggak kok, Kak. Ini cuma alergi aja," jawab Naura santai.


"Alergi? Jangan bilang kamu alergi mushroom?" Kenzo terkejut.


"Iya, Kak. Aku alergi mushroom," jawab Naura lirih sambil menundukkan pandangannya.


"Ya Tuhan, Naw! Kenapa kamu nggak bilang? Kan tadi aku bilang, kalo kamu nggak suka ganti menu aja, kenapa justru kamu makan?" omel Kenzo panik kemudian memanggil pelayan dan menyerahkan kartu debitnya untuk melakukan pembayaran.


Setelah pelayan itu mengantarkan kembali kartunya, ia pun segera mengajak Naura untuk keluar dari restoran itu.


"Ayo! Kita ke rumah sakit!" ajak Kenzo merangkul Naura dengan memegang kedua bahunya. Naura pun menurut dan mengikuti langkah Kenzo, kepalanya sudah mulai terasa pusing dan napasnya pun mulai tersengal, merasa sesak di bagian dadanya.


"Astaga! Naw!" pekik Kenzo.


Baru saja melangkahkan kakinya beberapa langkah, Naura tidak sadarkan diri, untung saja Kenzo merangkulnya.


Kenzo seketika menggendongnya dan berlari keluar dari restoran, memasukkan Naura ke dalam mobil sambil mendudukkannya di kursi samping pengemudi, ia atur kursinya dengan posisi untuk berbaring.


Ia bergegas melajukan mobil menuju ke rumah sakit terdekat, yang kebetulan rumah sakit itu adalah milik dokter Felix.


Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, Naura sudah selesai di periksa dan sudah dipindahkan ke ruang rawat inap, namun ia masih belum sadarkan diri. Kenzo menunggu Naura dengan duduk di kursi lipat yang ada di samping tempat tidur Naura.


Ponsel Naura yang berada dalam sling bag nya terus berdering, Kenzo pun terpaksa membuka tas Naura dan mengambil ponselnya untuk menjawab panggilan itu. Dan ternyata panggilan itu dari ayah Naura, yang di panggil Kenzo, Profesor Steven.


Kenzo yang sangat tahu akan sikap tegas profesornya saat di kampus itu akhirnya memberanikan diri untuk mengangkat panggilannya.


"Malam, Prof!" sapa Kenzo.


(Kamu Kenzo? Naura ke mana? Kenapa kamu yang angkat telponnya?) tanya Steven dengan suaranya yang tegas dari seberang telpon.


"Maaf, Prof. Ini Naura ada di IGD, tadi dia makan saus mushroom. Maafkan saya, Prof. Saya tidak tau jika Naura alergi mushroom," tutur Kenzo memberikan penjelasan pada Steven.


(Mengapa dia makan? Dia kan alergi jamur! Sekarang kalian di rumah sakit mana?) tanya Steven lagi.


"Kami di rumah sakit uncle Felix, Prof," jawab Kenzo.


(Baiklah, saya akan segera ke sana bersama istri saya!) jawabnya kemudian mematikan panggilannya.

__ADS_1


Setelah Kenzo memasukkan kembali ponsel Naura ke dalam sling bagnya, Naura sudah mulai mengerjapkan matanya menatap langit-langit ruang perawatan kelas VIP itu.


"Emmh," gumam Naura saat membuka matanya.


"Naw, syukurlah kamu udah bangun," kata Kenzo sembari tangan kanannya menggenggam tangan Naura dan tangan kirinya mengusap lembut pucuk kepala Naura dengan ibu jarinya.


"Aku di rumah sakit ya, Kak?" tanya Naura dengan suara yang terdengar begitu lemah.


"Iya, Naw. Kamu di rumah sakit. Tadi kamu pingsan, untung Kakak lagi rangkul kamu, jadi kamu nggak jatuh," jawab Kenzo lembut.


"Maaf ya, Kak. Aku jadi ngerepotin Kakak," ucap Naura merasa tidak enak pada Kenzo.


"Sssst ... Kenapa kamu yang minta maaf, Kakak yang salah karena udah seenaknya nentuin makanan kamu tadi. Kakak minta maaf ya, Sayang," tutur Kenzo.


"Hah? Apa, Kak?" tanya Naura yang tersentak tiba-tiba dipanggil 'Sayang' oleh lelaki yang selama ini ia cintai. Cinta dalam hati.


"Kakak minta maaf, Naura Sayang," ucap Kenzo lagi.


"Sa-sayang?"


"Iya, Sayang ... Kakak Sayang kamu, Naura," tutur Kenzo tersenyum menatap Naura.


"Hah? Kak, A ... aku nggak mimpi, 'kan?" jawab Naura gugup membelalakkan matanya.


"Enggak, Sayang. Kamu nggak mimpi. Kakak buktiin, ya?" Kenzo membuktikannya dengan mencium kening Naura. Tentu saja hal itu membuat Naura sangat bahagia, membuat detak jantungnya berdetak lebih cepat.


Sebenarnya Kenzo ingin melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan Naura lebih lama, tidak ingin terburu-buru mengungkapkannya, karena ia takut perasaan itu hanya sesaat. Ia ingin memastikannya dulu perasaannya pada Naura. Namun, karena Naura yang tiba-tiba jatuh pingsan tadi, lelaki itu sadar, ia merasa begitu khawatir saat Naura tidak sadarkan diri.


Jadi, ia memutuskan untuk mengungkapkannya saja perasaannya. Ia pun menyadari selama mereka ngedate di mall tadi, begitu banyak mata pria yang memandang ke arah Naura. Ia menyadari wanita yang dulunya hanya ia anggap sebagai adik itu ternyata sudah menjadi wanita dewasa yang cantik dan menarik yang membuat banyak pria memandang kagum pada dirinya.


Naura hanya terdiam mendapat pengakuan dan perlakuan manis dari Kenzo yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Tidak menyangka ternyata lelaki yang ia cintai selama ini akhirnya membalas perasaannya.


"Kamu sayang juga kan sama Kakak?" tanya Kenzo.


Naura hanya menjawabnya dengan anggukan sembari tersenyum, tak terasa air mata nya pun meluncur dari kedua sudut matanya.


"Kenapa nangis?" tanya Kenzo lembut. Walaupun ia selalu bersikap dingin pada setiap wanita yang mendekatinya, namun Kenzo akan bersikap sangat lembut pada wanita yang di cintainya.


"Aku nggak nyangka aja kalo Kakak akhirnya bisa memandang aku sebagai wanita, bukan hanya sebagai adik kecil," terang Naura.

__ADS_1


"Maaf ya, Kakak baru bisa membalasnya sekarang," ucap Kenzo terus tersenyum.


__ADS_2