
Di lorong rumah sakit...
"La!!! TUNGGU!!!" teriak Gita memanggil Yolla yang membuat Yolla pun menghentikan langkah kakinya.
"Hmmm?" sahut Yolla singkat.
"Mike, I want to talk with Yolla!" ucap Gita pada Yolla.
"Okay!" sahut Mike, ia pun kembali ke ruangan Giselle.
"La, Ayo kita pergi ke cafe bawah!" ajak Gita.
Yolla pun mengangguk dan mereka berjalan ke sebuah cafe yang terletak di samping rumah sakit.
Di cafe...
"La, lo jujur sama gue, La! Ada apa sama lo sebenernya?" selidik Gita.
Bukannya menjawab Yolla malah menumpahkan air matanya, ia terisak sembari menundukkan pandangannya.
Melihat itu Gita pun mendekatkan kursinya dengan kursi Yolla dan memeluknya.
"Hssst ... Hsssst ..." Gita menepuk-nepuk punggung Yolla.
"Gue tau, La! Hati lo belum bisa move on dari Sean, kan?" ucap Gita yang membuat Yolla semakin terisak.
"Gue ... Gue ... Hati gue sakit banget, Git!" jawab Yolla terisak.
"Apa itu alasan lo mau kembali ke paris lebih awal?" selidik Gita lagi.
Yolla hanya menganggukkan kepalanya.
"Kalau memang itu bisa membuat hati lo merasa lebih baik, ya udah lo kembali lah ke sana, La," ucap Gita dengan berat hati.
Walau sebenarnya Gita merasa berat membiarkan Yolla kembali lebih awal ke sana, karena ia pun masih sangat rindu dengan sahabatnya itu, ia merasa belum puas menghabiskan waktu bersama Yolla, tapi demi kebaikan Yolla, mau tak mau Gita harus rela ditinggal lagi oleh Yolla.
"La!" Suara berat yang terdengar tak asing memanggilnya dari balik punggung Yolla dan Gita.
Degh!!!
'Sean? Itu kayanya suara Sean?' gumam Yolla dalam batinnya sambil saling menatap dengan Gita, Gita pun sangat hafal kalau suara itu adalah suara Sean.
'Sejak kapan dia di sini?' gumam Gita pula dalam batinnya.
Yolla segera menyeka air matanya.
Saat ini Sean sudah ada di hadapan kedua gadis cantik itu.
"Git! Gue mau ngomong sama Yolla sebentar, boleh?" izin Sean pada Gita yang mengisyaratkan agar Gita meninggalkan mereka berdua.
Gita pun menatap Yolla, sebenarnya Yolla mengisyaratkan agar Gita tidak meninggalkannya, tapi Gita berpikir memang harus ada yang diselesaikan di antara Yolla dan Sean untuk menyelesaikan semua kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka berdua.
Gita pun menjauh dari tempat duduknya dengan Yolla tadi, ia duduk di kursi pojokan cafe itu sendirian.
__ADS_1
Karena ia juga tidak mungkin kembali ke ruangan Giselle, takutnya membuat Giselle curiga dan salah paham nantinya.
Flashback On
'Kenapa perasaan gue jadi seperti ini ya?' Gumam Sean dalam batinnya.
"Sean! Kamu kenapa?" tanya Giselle menatap Sean, ia merasa Sean seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Eng-Enggak ... Aku nggak kenapa-kenapa kok, Sayang." jawab Sean nampak gugup.
Giselle pun menyentuh wajah Sean untuk memastikan kalau kekasihnya itu benar baik-baik saja.
"Sayang, aku keluar dulu ya sebentar, aku mau telpon Papa dulu." bohong Sean sembari membelai jemari Giselle yang sedang menyentuh wajahnya.
Giselle pun mengangguk dengan seulas senyum di wajah manisnya.
Setelah keluar dari ruangan itu Sean pun bergegas keluar dan mengikuti Yolla dan Gita.
Flashback Off
"La," Panggil Sean lagi.
"Hmmm," sahut Yolla tanpa menatap Sean, ia hanya menunduk sembari memainkan jemarinya.
"Gue udah tau semuanya dari Gita." tutur Sean.
"Hmm? Tau? Tau apa?" seketika Yolla menatap Sean karena tak mengerti apa yang dimaksud Sean.
"Hah? Gita yang kasih tau?!" tanya Yolla dengan matanya yang menatap tajam Gita yang sedang duduk di kursi pojok. Gita pun menutup wajahnya karena takut dengan tatapan Yolla.
"Iya, gue yang udah paksa dia buat ngomong, jadi lo nggak perlu marah sama Gita, La." jawab Sean yang melihat kemarahan Yolla pada Gita.
"Lo nggak usah pikirin lagi tentang perasaan gue! Lo udah ada Giselle, gue kok yang udah salah dari awal karena terlambat menyadari perasaan gue sendiri! Lo nggak perlu berpikir banyak tentang perasaan gue ke lo, gue pasti bisa move on kok dari lo! Lusa gue akan balik ke paris bareng Mike." tegas Yolla sambil menyeka air mata yang tak henti mengalir.
"Ini salah gue, La! Kalau dari awal gue nggak mengabaikan lo dan gue mau terus berusaha buat ngambil hati, Lo! mungkin kita nggak akan seperti ini." Sanggah Sean yang juga merasa bersalah pada Yolla.
"Please, Sen! Gue minta sama lo Jangan pernah bahas lagi tentang kita! Sekarang hanya ada gue dan lo! Nggak ada lagi kata 'kita' di antara gue dan lo! Gue nggak mau jadi beban untuk hubungan lo sama Giselle! Lo tenang aja, Gue nggak akan ganggu hubungan kalian. Sorry, Sean! Gue harus balik." Yolla pun berdiri dan hendak beranjak pergi sebelum pergelangan tangannya ditarik oleh Sean.
"La, kita masih bisa berteman seperti dulu kan, La?" pinta Sean.
"Sorry! Gue nggak bisa! Bener kata lo dulu, di saat kita memutuskan untuk berteman dan melihat salah satu dari kita dengan pasangan barunya, itu amat sangat menyakitkan. Jadi untuk sekarang gue nggak bisa untuk berteman sama lo, sampai gue benar-benar bisa move on dari lo!" Yolla menepis tangan Sean dan berlari keluar dari cafe.
Gita mencoba berlari mengejar Yolla, tapi saat Gita tiba Yolla sudah masuk ke dalam mobilnya.
Diketuknya kaca mobil Yolla, tetapi Yolla tidak menggubrisnya dan melajukan mobilnya dengan cepat.
"Lo pasti kesal sama gue ya, La! Maafin gue, La!" gumam Gita terisak.
Tiba-tiba saja Zico dan Mike tiba di belakangnya dan Zico seketika merangkul Gita.
"Gita, di mana Yolla?" tanya Mike.
"Sepertinya dia pulang Mike!" jawab Gita yang sudah mulai sedikit tenang.
__ADS_1
"Sayang, kita ke rumah Yolla aja gimana? Kamu pasti nggak akan tenang kan kalau Yolla seperti itu?" ajak Zico.
Gita pun mengangguk.
"Mike! Kamu mau ikut ke rumah Yolla?" tanya Zico.
"Ya! Of course!" sahut Mike.
"Okay!" Sahut Zico yang turut mengajak Mike.
Di perjalanan ke rumah Yolla...
"Sayang! Coba deh kamu hubungi dulu Mamanya Yolla," Titah Zico.
"Dia udah pasti pulang ke rumah, Zi. Nggak mungkin dia pergi kemana-mana kalau nggak sama aku," sahut Gita.
"Sayang, coba deh kamu pikir baik-baik, kalau seandainya dia pulang ke rumah pasti keluar dari rumah sakit tadi dia menyebrang lalu belok ke kanan, tapi tadi dia malah belok ke kiri lho!" Tutur Zico.
"Oh iya juga ya, Sayang. Ya udah aku telpon Tante Chintya dulu." seru Gita.
"Hallo, Tan!"
(Iya, Gita. Ada apa, Sayang?)
"Aku mau tanya, Tan. Apa Yolla ada di rumah?"
(Lho? Bukannya dia pergi ke rumah sakit sama, kamu?)
"Oh! Dia udah di sana ya, Tan? Ya udah, Tan. Aku mau ke rumah sakit dulu ya, Tan. Soalnya tadi aku ke Mall dulu sama Zico." bohong Gita.
(Oh! Tante kira dia pergi sama kamu.)
"Hehe... Nggak, Tante. Ya udah Gita nyusul Yolla dulu ya, Tan! Sore, Tan!"
(Iya, Sayang.)
Blip ... Suara telpon dimatikan.
"Sayang, Bener kata kamu, Yolla nggak pulang ke rumahnya, terus dia di mana, dong?" tutur Gita kembali menumpahkan air matanya.
"Kamu tenang ya, Sayang. Kita cari dia sekarang. Kamu tau nggak tempat yang biasa dia kunjungi saat sedang seperti ini?" tanya Zico mencoba menenangkan kekasihnya.
"Biasanya dia ke Mall shopping atau nonton di bioskop, selain itu aku nggak tau lagi," jawab Gita.
"Ya udah! Ayo kita cari ke sana, ya?" ajak Zico sambil mengelus pipi Gita.
"Maksud kalian, Yolla hilang?!" tanya Mike yang baru mengerti maksud Gita dan Zico setelah membuka kamus di ponselnya.
BERSAMBUNG...
____________________________________________________________________
Jangan lupa coretanmya di kolom komen yaa 😁
__ADS_1