First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Anak Siapa?


__ADS_3

***


Di depan apartemen Gita milik sang ibu...


Gita baru saja turun dari mobil Kenzo bersama anak-anaknya.


Flashback On 


"Gita!" teriak Kenzo.


Sontak Gita yang merasa namanya di sebut pun menoleh ke arah sumber suara itu berasal.


"Kenzo? Kamu ngapain di sini?!" Gita tak menyangka kalau ternyata Kenzo juga sudah pulang, pantas saja tidak ada kabar dari Kenzo semenjak dirinya menghindar dari Kenzo.


"Euhm? Uncle Ken? Mana Uncle Ken?" si imut Zefa yang sedang tertidur pun membuka matanya mendengar nama orang yang di rindukannya itu di sebut oleh sang mommy.


"Zefa! Ini Uncle Ken," seru Kenzo tersenyum menampakkan wajahnya persis di depan Zefa, kemudian ia pun mengulurkan tangannya ingin menggendong Zefa.


"Uncle Ken! Jepa lindu cama Uncle," ucap Zefa sambil pindah ke gendongan Kenzo dan memeluknya begitu erat bagaikan seorang ayah dan putri kecilnya.


"Uncle! Uncle kenapa meninggalkan, Jepa? Apa Uncle nggak lindu cama Jepa?" ucap Zefa lagi sambil menangkup wajah tampan Kenzo dengan kedua telapak tangannya yang mungil.


"Rindu, dong. Uncle rinduuuuuuu sekali sama Zefa, ini buktinya Uncle jemput kalian," sahut Kenzo. Ia memang terlihat cerewet hanya jika bersama Zefa.


Gita pun tersenyum melihat interaksi keduanya, akhirnya Zefa bisa tersenyum setelah bertemu Kenzo lagi, sejak ia merengek rindu pada Kenzo, Zefa selalu terlihat murung tidak seceria biasanya.


"Tadi kamu bilang apa, Ken? Kamu jemput kita?" tanya Gita saat sadar dengan perkataan Kenzo kepada Zefa.


"Iya! tadi Yolla kasih tau aku, katanya kamu sama anak-anak kembali ke sini, dia minta aku supaya jemput kamu karena dia ada meeting penting katanya," tutur Kenzo.


"Oh! Memangnya kamu nggak sibuk, Ken?"


"Enggak, Kok. Kebetulan aku ada meetingnya nanti siang jam 2."

__ADS_1


"Lho? Ini aja udah jam setengah 12, lho. Nanti kamu telat meeting, gimana? Jalanan pasti macet di jam kerja seperti ini."


"Ya udah, Ayo sekarang kita naik ke mobil aku."


Mereka pun naik ke dalam mobil Kenzo, tentu saja Kenzo tidak menjemput dengan mobil sportnya, ia menjemput Gita dengan mobil mewah yang memiliki 4 kursi.


Setelah Kenzo memasukkan koper-koper Gita ke dalam bagasi belakang, ia pun segera melajukan mobilnya ke apartemen Gita.


Flashback Off 


Mereka tiba di apartemen Gita begitu pun juga dengan Yolla dan juga Sean yang sedang membuntuti Yolla.


Yolla tiba lebih awal di depan apartemen Gita, ia menunggunya di dalam mobil, tapi sejak tadi ia curiga pada mobil yang ada di belakang mobilnya.


Saat Kenzo, Gita dan anak-anaknya turun dari mobil, Sean pun terbelalak melihat pemandangan yang ada di depannya.


Ia sampai mengambil kacamatanya di dashboard mobilnya lalu memakainya hanya untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah lihat. Bahkan saat memakai kacamata pun Sean tetap menyipitkan matanya untuk benar-benar memastikannya.


"Enggak ... enggak! Ini nggak mungkin seperti yang gue pikirin, kan? Gue nggak tau harus bilang apa sama Zico tentang hal ini. Ya, Tuhan ... nggak tega banget gue nyampeinnya, Zico udah tunggu Gita enam tahun lho, enam tahun. Kok Gita tega, ya? Kenzo juga, parah banget dia! tega banget ngelakuin ini sama Zico," gerutu Sean sambil menggebrak setir mobilnya karena kesal pada Kenzo, dan tanpa sengaja ia malah menggebrak klakson mobilnya.


Yolla, Kenzo, Gita dan anak-anaknya pun sontak menoleh ke arah mobil yang sudah membunyikan klakson itu.


Yolla yang sedari tadi sudah mencurigai mobil itu pun langsung menghampirinya dengan wajahnya yang sangat kesal.


Ia mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil tepat di samping telinga Sean.


Dug... Dug... Dug...


"HEH!!! KELUAR, LO! EMANG LO PIKIR GUE NGGAK TAU! LO DARI TADI UDAH NGUNTIT GUE, KAN?!!" teriak Yolla mengomel sambil menggedor-gedor kaca mobil Sean dengan kepalan tangannya.


Sean tak juga membuka pintu mobilnya, ia bingung apa yang harus di lakukannya.


"BUKA NGGAK! KALO LO NGGAK KELUAR, GUE TELPON POLISI SEKARANG JUGA!!!"  ancam Yolla dengan wajah yang benar-benar terlihat marah, ia pun sampai membuka kacamata hitam yang ia kenakan dan mengintip kaca mobil Sean, tapi sia-sia saja, karena kaca mobil itu tak tembus pandang sedikit pun.

__ADS_1


Mungkin kalau Sean menggunakan mobil sport pemberian Zico, mereka akan dengan mudah mengenalnya, tapi saat ini Sean sedang menggunakan mobil inventaris dari perusahaan Zico. Sehingga mereka kesulitan untuk mengetahui siapa yang ada di balik mobil itu.


Sean yang takut dengan ancaman Yolla pun membuka pintu mobilnya, ia keluar dari dalam mobil dengan menggunakan topi, masker dan kacamata hitam agar mereka tak mengenalinya.


"Maaf, Kak," ucap Sean pelan sambil menunduk persis di hadapan Yolla.


"Buka masker lo!" titah Yolla menurunkan sedikit volume suaranya.


Tentu saja Sean hanya diam tak menuruti perintah Yolla.


"BUKA NGGAK!" teriak Yolla lagi. Ia benar-benar merasa sangat kesal karena pria di hadapannya itu telah menguntitnya sejak ia keluar dari kantornya.


"Bunda! dia orang jahat, ya?" tanya Zayn sambil berlari menghampiri Yolla.


Sean yang mendengar Yolla di panggil bunda pun seketika menoleh ke arah Zayn sambil membuka maskernya.


"Bunda? Dia anak lo, La?" Sean bertanya sembari membuka kacamata hitamnya juga.


"Sean?!! Jadi ini lo!" pekik Yolla dengan jantungnya yang tiba-tiba berdebar. Entah perasaan apa itu, padahal Yolla merasa ia sudah move on dari Sean, tapi kenapa jantungnya tiba-tiba berdebar lagi saat bertemu dengan cinta pertamanya itu.


Sean pun menghembuskan nafas kasar karena penyamarannya yang sudah terbongkar.


Mereka pun masuk ke apartemen Gita, Sean dan Kenzo yang mengangkut koper-koper mereka. Namun kedua pria yang bersahabat itu tak bertegur sapa sama sekali.


***


"Mommy, aku haus," rengek Zefa saat baru saja masuk ke apartemen Gita.


Apartemen mana? Ya tentu saja apartemen peninggalan ibunya Gita, dulu Gita sengaja meminta security di apartemennya untuk bilang pada Zico kalau apartemen tersebut telah di jual, agar Zico tak terus menerus mendatangi apartemennya.


Sean yang ikut masuk dengan mereka pun tersentak mendengar Gita di panggil mommy. Gita meminta Sean untuk ikut masuk karena ingin menjelaskan semuanya pada Sean, agar ia tak salah paham pada Kenzo. Gita tak ingin hanya karena dirinya, persahabatan mereka menjadi rusak karena sebuah kesalahpahaman.


"Anak-anak ini kembar, kan? Sebenernya mereka anak-anak siapa, sih? Kok Yolla di panggil Bunda, terus lo di panggil Mommy? Apa kalian berdua adopsi anak?" tanya Sean sembari menggaruk pelipisnya yang tak gatal.

__ADS_1


__ADS_2