First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Permintaan Gita


__ADS_3

"Hallo, Mike?!"


"Guys Sorry ya, Gue keluar sebentar!"  pamit Yolla pada teman-temannya yang ada di ruangan itu.


"Yaps!" jawab Alex, sedangkan yang lain hanya mengangguk saja.


Setelah selesai berbincang di telpon dengan Mike, Yolla pun bergegas masuk ke ruangan itu untuk berpamitan.


"Guys, Maaf banget ya, gue mau ke bandara dulu jemput temen gue!" Pamit Yolla.


"Lho?! Temen lo yang mana, La? Si Mike itu? Dia nyusulin lo ke sini?" tanya Gita tersentak, tak menyangka do'a di dalam batinnya tadi cepat sekali di kabulkan.


Yolla hanya mengangguk dan mengulas senyumnya.


"Really?!! OMG!!! Ya udah, mau gue temenin nggak, La?" tanya Gita lagi.


"Nggak usah lah, Git! Males ngajak lo, Pasti Zico ngekorin lo mulu." ejek Yolla terkekeh.


"Yaaa begitulah, La!" Seru Gita tersenyum sambil melirik kekasihnya itu.


"Okay! See you, Guys!" pamit Yolla melambaikan tangannya pada semua yang ada di ruangan itu, kecuali Sean, karena Sean hanya duduk saja tak menoleh ke arahnya sedikit pun.


"Hati-hati ya, La!" teriak Gita.


Yolla membalasnya hanya dengan mengacungkan ibu jarinya tanpa menoleh.


Setelah Yolla keluar, Nadhira penasaran dan bertanya pada Gita.


"Git, Siapa Mike? Pacarnya Yolla ya?" tanya Nadhira penasaran.


"Belum, baru calon kayanya!" Ucap Gita sembari melirik Sean.


"Oh! Pasti bule ya? Haha," Selidik Nadhira lagi.


"Ya iyalah, dia orang Prancis asli, kok," Sahut Gita.


"Oya, Sel. Aku pulang dulu ya? Badan aku lagi kerasa capek banget deh." keluh Gita mencoba mengalihkan topik.


"Iya nggak apa-apa, Git. Makasih ya!" sahut Giselle mengulas senyum, tapi di benaknya banyak sekali sebenarnya hal yang ingin ditanyakan nya pada Gita.


"Sean, Lo bisa ikut gue nggak? Gue mau bicara empat mata sama lo!" Ketus Gita.


"Sayang! Nggak boleh empat mata, enam mata aja sama aku!" sahut Zico yang tidak ingin sama sekali melihat Gita hanya berdua saja dengan Sean, mungkin yang lain akan berpikir kalau Zico cemburu pada Sean, padahal nyatanya tidak, Zico sebenarnya hanya ingin melerai kalau-kalau mereka berdebat, karena Zico bisa melihat aura kemarahan Gita pada Sean.

__ADS_1


"Ya ampun, Zi! Lo mah bener kata Yolla, udah macam ekornya Gita tau nggak! Ahaha..." ejek Nadhira terbahak, begitu pun dengan Alex yang ikut menertawakan Zico.


"Biarin! Memang lo pikir cowok lo itu nggak begitu? Dia lebih parah kali dari gue!" ketus Zico sambil melirik Alex.


Tapi memang benar seperti apa kata Zico, Alex jauh lebih posesif pada Nadhira di banding posesif nya Zico pada Gita.


"Ya udah, Ayo, Sen!" ajak Zico merangkul Sean.


Mereka pun melangkahkan kakinya pergi ke cafe di samping rumah sakit tersebut.


Di cafe...


"Lo mau ngomong apa, Git?" tanya Sean to the point.


"Sean! Gue tau lo sekarang memang udah sama Giselle, tapi Please, Sen. Lo jangan bersikap kaya gitu sama Yolla!" tutur Gita kesal.


"Maksud lo bersikap gimana? Terus memang seharusnya gue gimana sama dia?" geram Sean, ia selama ini benar-benar tak mengerti kenapa Gita selalu bersikap memusuhinya.


"Ya maksud gue, Lo tuh biasa aja gitu, tegur dia kek! Jangan dicuekin kaya gitu!" sentak Gita mulai emosi.


"Memang kenapa gue harus negur dia?! Dia aja dulu nggak pernah anggap gue ada! terus untuk apa gue menegur dia sekarang, hah?!" balas Sean menyentak Gita, Zico pun tidak tinggal diam melihat kekasihnya itu di sentak oleh Sean.


"Sean! Jangan coba-coba lo bentak-bentak cewek gue!" balas Zico menatap Sean dengan tatapan tajamnya sambil menunjuk wajah Sean dengan jari telunjuknya.


"Git, sekarang gue mau tanya sama lo!"


"Tanya apa?" ketus Gita.


"Lo selama ini kenapa ketus sama gue? Gue perhatiin, lo ketus sama gue sejak gue kenalan sama Giselle, kan? Apa alasan lo dulu nggak suka lihat gue sama Giselle? Kenapa?" tanya Sean lagi beruntun.


"Gue kesal! karena lo secepat itu lupain Yolla!" sentak Gita lagi. Tapi kali ini air matanya pun tumpah tapi dengan cepat ia seka air mata itu dengan punggung tangannya.


"Git! lo tau kan kalau dia yang udah nolak gue! terus kenapa lo bisanya menyalahkan gue terus? Apa salah gue? Gue udah mohon-mohon sama dia supaya dia mau jadi cewek gue, Git! tapi apa? Dia bersikeras nggak mau pacaran sama gue, di mata dia gue cuma teman, Git! Cuma teman! Setelah itu gue pun sadar diri, mungkin karena gue bukanlah anak seorang pengusaha seperti dia atau Zico, bagi dia gue nggak layak buat dia, Git! Makanya dia nolak gue!" kali ini Sean benar-benar mencurahkan segala isi hatinya pada Gita.


"Apa yang lo pikirin itu salah besar, Sean! Yolla nggak pernah berpikir seperti yang lo pikirkan itu!" Sanggah Gita, karena ia sangat tahu sifat Yolla seperti apa, Yolla tidak pernah memandang orang berdasarkan kasta, karena kalau memang Yolla seperti itu, Bagaimana mungkin Yolla mau bersahabat dengan Gita yang dari kalangan biasa-biasa saja?


"Lo lihat gue? Apa gue anak seorang pengusaha? Nggak, kan?! Tapi apa? Yolla tulus sayang banget sama gue, Sen. Dia bahkan anggap gue seperti saudara kandungnya sendiri, lo sendiri tau kan se care apa dia sama gue?" Tutur Gita.


"Udahlah, Git! Gue nggak mau bahas ini lagi." Balas Sean.


"Sean, setidaknya lo bisa kan berteman sama dia lagi seperti dulu? Dia juga udah merelakan lo sama Giselle kok, dia juga bilang kalau dia mau move ..., " Gita refleks melipat bibirnya, ia menggantung kalimatnya, ia baru sadar kalau ia sudah kebablasan berbicara pada Sean.


"Maksud lo apa, Git? Kenapa lo berhenti? Apa maksudnya merelakan gue sama Giselle?" selidik Sean beruntun.

__ADS_1


"Eng.. nggak kok! bukan gitu maksud gue," kilah Gita.


"Lo jujur Gita sama gue!!!" sentak Sean lagi sambil menggebrak mejanya sambil berdiri, lantas disambut dengan tangan Zico yang menarik kerah baju Sean.


"Sean! sekali lagi lo bentak Gita, gue hajar muka lo! Duduk!!!" ancam Zico.


"Sebenarnya apa sih yang kalian tutupin dari gue, hah?" tanya Sean menatap tajam pada Zico dan Gita.


"Sayang, lebih baik kamu jelasin yang sebenarnya sama Sean." Pinta Zico menatapnya tajam, membuat Gita tak bisa membantahnya.


"Emmm... Sebenarnya... Disaat baru 3 bulan Yolla disana, Yolla curhat sama gue, Sen."


"Curhat apa?" Selidik Sean.


"Dia awalnya bilang kalau lo nyatain perasaan lo sama dia, dan katanya dia takut untuk terima lo."


"Takut? Takut kenapa?" Sean mengerutkan dahinya.


"Karena dia udah berencana kuliah di sana, dia takut kalau LDR'an, dia pikir setelah dia nolak, lo masih mau berteman sama dia, tapi ternyata lo malah nggak pernah balas pesan dia lagi, dia nyesel udah nolak lo, Sen. Dia ngerasa kehilangan lo setelah lo cuekin dia, dan...," Gita menggantung kalimatnya.


"Dan apa, Git?" Tanya Sean lagi.


Gita menghela nafasnya kasar.


"Sebenarnya dia pulang karena dia mau berterus terang tentang perasaannya sama lo, makanya dia kemarin shock banget lihat lo sama Giselle."


"Terus kenapa lo berdua nggak bilang ini semua dari dulu? Kenapa baru bilang sekarang?" kesal Sean menatap tajam Zico dan Gita.


Wajar memang kalau Sean merasa kesal pada Zico dan Gita, andaikan mereka berterus semuanya pada Sean dari awal, Sean mungkin tidak akan mengabaikan Yolla lagi.


"Yolla kan baru cerita sama gue sehari sebelum lo ketemuan sama Giselle, Sean. Baru aja gue berencana untuk bilang sama lo tentang perasaan Yolla, eh gue sama Zico malah ketemu lo dan Giselle di cafe itu. Gue jadi kesal sama lo, Sean! Di saat Yolla masih mikirin lo, tapi lo malah udah PDKT sama Giselle waktu itu. Bahkan di hari yang sama gue kenalan juga sama Giselle, dia sangat ramah sama gue, dan dari tatapan matanya ke lo, gue tau betul kalau Giselle sangat menyukai lo, jadi gue pun takut Giselle kecewa, gue nggak tau harus gimana, baik Yolla maupun Giselle, mereka berdua itu sahabat gue, Sean!" terang Gita menitihkan air matanya kembali.


Sean terdiam mendengar penuturan Gita, namun Gita melanjutkannya,


"Gue ngomong kaya gini bukan karena minta lo balas perasaan Yolla, No!  Gue cuma minta lo jangan bersikap dingin seperti tadi sama Yolla, udah itu aja. Setidaknya bersikaplah layaknya seperti seorang teman, Sean! kalian sebelum saling suka juga berteman, kan?" tutur Gita.


Memang hanya itu lah permintaan Gita, ia berharap Yolla dan Sean dapat berteman lagi seperti dulu.


"Tapi sepertinya gue nggak bisa, Git! Gue harus menghargai perasaan Giselle, gue nggak mau kondisi dia ngedrop kalau dia banyak pikiran." lirih Sean menundukkan pandangannya.


"Maksud lo Giselle tau tentang lo sama Yolla, Sen?"


BERSAMBUNG...

__ADS_1


____________________________________________________________________


__ADS_2