First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Trauma Kenzo


__ADS_3

Setibanya di cafe, mereka segera memesan makanan dan minuman masing-masing, karena para cowok tampan ini yang sudah kelaparan.


Zico yang melihat Gita tak menghabiskan makanannya pun menegurnya.


"Sayang, kamu kok sedikit banget makannya? Habisin dong!" Tanya Zico.


"Ini udah malam, Zi. Aku biasanya gak makan malam." Jawab Gita, ia memang menjaga berat badannya saat ini, karena ia tidak ingin memiliki berat badan berlebih yang akan membuatnya merasa insecure kalau jalan dengan Zico.


"Pantesan mommy bilang kamu kurusan.. nanti aku yang di salahin lagi sama mommy daddy, Sayang." Keluh Zico.


"Lho kok bisa lo yang di salahin, Zi?" Tanya Nadhira penasaran.


"Tau tuh! Tanya aja sama Gita." Jawab Zico, ia malas berbicara panjang lebar kalau bukan dengan Gita atau mommy nya.


"Kenapa, Gi?" Tanya Nadhira tertawa.


Gita pun ikut tertawa, "Mommy daddynya marahin Zico, Mereka mengira kalau aku tuh di suru diet sama Zico, padahal Zico gak pernah sama sekali minta aku untuk diet."


"Hahaha... kasian banget lo Zi! kayanya sekarang Zico anak tersayangnya m mommy ini sudah tersingkirkan, Gita yang sekarang jadi anak kesayangannya." Ejek Alex terbahak.


"Memang begitu!" Sahut Zico ketus.


Gita menyunggingkan senyumannya memegang tangan Zico, ia tak ingin pacarnya ini merasa kesal dengan ejekan Alex.


Sean dan Giselle ada di meja yang terpisah dari mereka, karena memang di Cafe itu hanya ada meja untuk empat orang saja.


"Zi, menurut lo Sean tuh tertarik gak sih sama Giselle?" Bisik Nadhira pada Zico dan Gita, mendengar itu Zico dan Gita saling melirik.


Zico hanya menggendikkan bahunya.


Melihat jawaban Zico hanya seperti itu, Nadhira pun menanyakannya pada Alex.


"Kalo menurut kamu Beb?"


Alex pun hanya menggelengkan kepalanya dan menggendikkan bahunya.


"Soalnya kalau aku lihat tuh Giselle kayanya suka deh sama Sean, aku takut kalau Sean nanti cuma ngasih harapan palsu sama dia." Keluh Nadhira.

__ADS_1


"Udahlah, Beb. biarkan aja mereka menjalaninya seperti air yang mengalir dari sungai keeee lautan lepas." Ucap Alex bernadakan seperti seorang pujangga.


"Iisshh.. kamu tuh!" Cebik Nadhira memukul pelan paha Alex yang membuat Alex menunjukkan barisan gigi putihnya seperti kuda.


Gita tertawa melihat tingkah Alex dan Nadhira.


Zico memandangi Gita yang sedang tersenyum lepas itu.


'Udah lama banget sayang, semenjak kepergian Ibu, aku baru lihat lagi wajah kamu yang ceria seperti ini.' Batin Zico ikut menyunggingkan senyumnya.


Nadhira yang menyadari tatapan Zico pada Gita pun mengejeknya,


"Yaelah, di pandangin mulu, gak bakal kemana-mana Gita nya, Zi!"


Bisa dibilang, Nadhira itu sama seperti Alex, sebelas dua belas lah, mereka senang sekali dalam hal menggoda dan mengejek.


Zico dan Gita pun menjadi salah tingkah dibuatnya.


"Oya, Beb! kamu itu kan paling dekat ya sama Kenzo, Kenzo itu kan good looking banget ya, aku lihat di kampus pun banyak sekali cewek-cewek yang cari perhatian sama dia, tapi kok dia seperti gak tertarik gitu sama cewek." Tutur Nadhira.


"Hah??? Ya ampun kasian banget dia ya Beb, pasti karna itu ya dia jadi trauma?" Kaget Nadhira.


Gita pun ikut terkejut mendengar cerita Alex tentang Kenzo, ia tak menyangka Kenzo memiliki kisah cinta yang menyakitkan.


Pantas saja dia selalu bersikap dingin kepada para gadis.


"Iya, Beb. Aku juga udah capek nyomblangin dia sama cewek-cewek, tapi bener-bener gak ada yang bisa meluluhkan hati dia." Sahut Alex.


'Hmmm.. Kasian sekali Kenzo.' Batin Gita sambil menghela nafas panjang.


Zico mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.


"Udah jam 8, Sayang. Pulang yuk! nanti gerbang asrama keburu ditutup lho." Ajak Zico.


"Oh iya, Ayo, Sayang!" Sahut Gita.


"Kamu tinggal di asrama, Gi?" Tanya Nadhira.

__ADS_1


"Iya, Nad. Aku tinggal di asrama kampus." Jawab Gita.


"Kenapa kamu gak ngekost aja Gi? Aku sama Giselle ngekost dekat kampus lho." Ucap Nadhira.


"Aku kan gak punya teman selain Yolla, jadi kalau ngekost kan sama aja seperti di apartemen, aku cuma sendirian, jadi mending di asrama sih, kan satu kamar kami bertiga, jadi ada temen ngobrol." Ujar Gita.


"Ooh.." sahut Nadhira.


"Ya udah kita pulang dulu ya, Nad, Lex!" Pamit Gita, Lalu Nadhira memeluk Gita dan Gita pun membalasnya.


"Sel! Aku pulang ke asrama ya!" Pamit Gita pada Giselle pula.


"Iya Git! hati-hati ya!" Sahut Giselle.


Gita menganggukkan kepalanya dan beranjak keluar dari Cafe, Zico merangkulkan tangannya di bahu Gita, dan Gita pun melingkarkan tangannya di pinggang Zico.


"Mereka tuh serasi banget ya, Beb." Ucap Nadhira sembari tersenyum memperhatikan mereka yang sedang berjalan keluar dari cafe.


"Mereka itu sama-sama cinta pertama lho, Beb!" Sahut Alex.


"Hmmm... Mereka beruntung ya, semoga kelak mereka berjodoh ya, Beb. Bangga banget jadi Gita ya, bisa jadi cinta pertama Zico, Lah aku? Entahlah udah pacar yang ke berapa kamu!" Keluh Nadhira.


"Mmmm... Mulai deh... kan aku udah bilang, Sayang. Walaupun mantan aku banyak, tapi aku tuh cuma serius sama kamu doang, tanya aja sama Gita, sejauh ini kamu tuh pacar terlama aku. Biasanya aku tuh kalau pacaran cuma sebulan atau dua bulan doang, Beb." Terang Alex.


Nadhira hanya menghembuskan nafas kasar, sudah bosan rasanya dia mendengar penjelasan Alex.


"Sel! Udahan belum ngobrolnya? Kita pulang yuk, gue udah mulai ngantuk nih." Seru Nadhira mencoba mengalihkan rasa kesalnya pada Alex, entah mengapa ia selalu merasa kesal setiap membayangkan betapa banyaknya mantan Alex, bahkan saat mereka sedang berciuman saja, selalu terbayang oleh Nadhira bagaimana saat Alex sedang berciuman juga dengan mantan-mantannya.


"Beb, baru juga jam delapan masa udah pulang aja?" Keluh Alex.


"Aku ngantuk!" Ketus Nadhira.


'Hmmm... Mulai deh ngambek gak jelas lagi, untung aku cinta banget sama kamu Beb.. Ck.. salah gue juga sih kebanyakan mantan.' Batin Alex.


Giselle pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Nadhira, "Ayo, Nad!"


Nadhira pun mulai melangkahkan kakinya sembari memeluk lengan Giselle.

__ADS_1


__ADS_2