
Di rawat di rumah sakit selama beberapa hari sangat membosankan bagi Alana. Alhasil telinga Alvi di penuhi oleh rengekannya membuat Alvi menyerah.
Hari yang di tunggu-tunggu Alana akhirnya tiba, di mana hari ini ia akan pulang kerumah setelah perban di bagian kepala di lepas oleh dokter. Tapi yang membuatnya sedih adalah bekas luka di wajah, belum lagi di seluruh tubuhnya.
"Jangan sedih!"
"Aku malu," lirih Alana.
"Malu kenapa, Hm?"
"Aku malu sama Aa, seluruh tubuh aku ada bekas luka."
Alvi mengembangkan senyumnya, jadi sedari tadi istrinya cemberut hanya karena bekas luka di tubuh gadis itu, dan lebih lucunya lagi gadis itu sedih karena malu padanya.
Ia memeluk gemas tubuh Alana. "Aa nggak masalah sayang, mau gimanapun keadaan kamu, Aa nggak bakal berpaling."
"Gembel."
"Gombal sayang."
"Sayang!" manja Alana.
"Hm."
"Sayang!" panggilnya lagi dengan suara lebih manja.
"Hm."
"Sayang!"
"Apa sayang?"
"Gitu dong kan enak kedengarannya."
Tawa Alana pecah ketika Alvi mengelitik perutnya, ruangan yang semula sunyi kini hidup dengan tawa membahana keduanya.
"Ampun Aa." terus menghindari gelitikan Alvi, ia merosotkan tubuhnya ke karpet, memudahkan dirinya berguling menjauhi Alvi.
"Makin pintar kamu goda Aa Hm." semakin mengelitik Alana.
"Aduh sakit Aa," adu Alana memegangi perutnya.
Tawa Alvi seketika berhenti, senyumnya tergantikan dengan ekspresi yang sulit di artikan mendengar perkataan Alana barusan, ia refleks memegang perut gadis itu. "Yang mana sayang?" panik Alvi.
"Di sini A."
__ADS_1
"Di sini?"
"Bukan, sebelah sini Aa."
"Di...
Brugh
Tubuh Alvi ambruk dengan Alana di atas tubuhnya, gadis itu tertawa penuh kemenangan, akhirnya bisa membohongi dan mengalahkan Alvi hanya dengan satu trik.
"Yey aku menang," soraknya gembira.
"Mainnya curang," gerutu Alvi melipat kedua tangannya untuk di jadikan bantal, memperhatikan Alana berjoget ria di atas tubuhnya.
"Yang penting menang wle," sahut Alana menjulurkan lidahnya.
"Yey...yey aku menang, Aa kalah...yey...yeye...."
"Berisik!" ucap Alvi menarik Alana agar tengkurap dia atas tubuhnya, lalu mengulingkannya ke samping.
"Cie marah." goda Alana.
"Nggak." sangkal Alvi.
"Marah kan?" Alana mengulum senyum.
"Ting." ucap Alana menjentikkan jarinya ke udara.
Alvi yang melihat itu hanya bisa mengerutkan kening bingung.
"Hari ini Aa udah manggil aku sayang lebih dari dua kali, dan itu sebuah hal yang patut di rayakan," ucap Alana ala-ala pembawa acara yang mengumumkan sebuah kemenangan undian.
"Dengan itu Aa memenangkan hadiah sebuah ciuman di bibir sebanyak tiga kali dan sebuah gigitan manja di leher. Apakah Anda bersedia Tuan Alvino yang terhormat?" lanjutnya sembari mengulum senyum.
"Nggak!" sahut Alvi acuh.
"Kok nggak?" Cemberut Alana.
"Nggak udah lama maksudnya." saringai Alvi.
Cup
cup
cup
__ADS_1
Usai mengecup bibir tebal Alvi sebanyak tiga kali, Alana kini membuat maha karya yang sangat indah di leher lelaki itu.
"Udah!"
"Sekarang giliran Aa." semangat Alvi.
"Kok?"
"Tiga ciuman di bibir, dua gigitan manja di leher?"
"Iya, kan udah Aa." Bingung Alana.
"Sekarang giliran Aa, biar adil."
"Adil dari mananya?" Otak Alana semakin lemot.
"Masa iya cuma kamu yang nyium Aa, enak aja. Harus di balas dong." seringai Alvi.
Alana memutar bola mata jengah, dasar pak guru mesum, ujung-ujung minta lebih.
Dengan pasrah Alana memanyungkan bibir pinknya menunggu Alvi berbuat sesuatu. Satu detik, dua detik, hingga dua menit Alvi belum selesai dengan kegiatannya, malah tangan lelaki itu mulai nakal merayap kemana-mana.
"Udah!" Mendorong dada bidang Alvi ketika ia hampir kehabisan nafas.
"Baru satu kali."
"Biri siti kili," cibir Alana.
"Again!" rengek Alvi terlanjur hanyut dalam permainan. "Mommy,"
"Apaan sih." Malu Alana, salting sendiri padahal Alvi hanya memanggilanya dengan sebutan Mommy.
"Again sayang." Masih merengek seperti anak kecil.
"Di kamar tapi."
"Ayo." Semangat Alvi hendak mengendong tubuh mungil gadisnya, tetapi terhenti ketika mendengar suara teriakan seorang gadis dari luar.
Alana tertawa melihat ekspresi kecewa Alvi ketika melihat Salsa di ambang pintu berjalan semakin dekat pada mereka.
"Gagal sudah Aa." ledek Alana.
...TBC...
Mataharinya Aa gemoy yaðŸ¤ðŸ¤—
__ADS_1
Jangan lupa komen, like, dan Vote, kakak cantik🤗