Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Bonus Capter 2


__ADS_3

Alvi duduk lesehan di karpet bulu tepat di depan kamar utama, menemani Arga belajar sebelum tidur. Daddy tiga anak itu tak henti-hentinya melirik ke dalam kamar, iri dan cemburu melihat Alana lebih punya waktu untuk kedua bocil mengemaskan itu.


"Daddy kenapa liatin Mommy terus?" tanya Arga naik kepangkuan Alvi ikut memperhatikan Mommya di dalam kamar. Suara tawa baby A sangat merdu di ruangan itu.


"Lihat bocil mommy kamu, sekarang nggak punya waktu ngurusin kita, sibuk ngurus Baby A aja," curhat Alvi pada Arga.


"Kata siapa Daddy? Mommy sayang sama Arga, kalau sama Daddy, mungkin Mommy mau cari Daddy baru buat Arga sama Dedek. Mommy masih cantik tapi Daddy udah tua." Arga turun dari pangkuan Alvi dan berlari pada Alana.


Alvi mengusap wajahnya kasar, salahkan dia karena curhat pada Arga yang lebih membela mommynya.


"Sayang!" panggil Alvi memelas, membuat Alana menoleh dan menghampiri Alvi di luar kamar.


"Suami aku kenapa lagi, kusut gitu mukanya?" Alana mengelus rambut Alvi lalu mengecup bibir tebal itu. "Jangan kayak anak kecil deh A, anak-anak belum tidur!" tegur Alana saat tangan Alvi mulai menjelajah di balik piyamanya.


"Pasti habis di julidtin lagi kan sama Arga? Hayo Aa ngibahin aku apa?" todong Alana.


Alana sangat tahu Alvi akan bersikap manja seperti ini setelah Arga mengeluarkan kata-kata mutiaranya.

__ADS_1


"Biar aku tebak, Arga habis ngatain Aa tua terus pengen ganti Daddy?" lanjut Alana mengulum senyum, membuat Alvi semakin cemberut, kata-kata Arga selalu bisa membuat moodnya turun seketika.


Alana menarik tangan Alvi yang mulai bermain di buah tak berpohon di balik baju yang ia kenakan. Ia tidak terlalu sentif lagi terhadap sentuhan terlebih dibagian buah dada karena sering di mainkan oleh dua putrinya.


"Aa sayang, Arga nggak suka kalau Aa ngomongin Mommynya terus, makanya pengen ganti Daddy. Arga tadi ngomong, katanya aku nggak punya waktu untuk kalian?"


"Iya maafin Aa cemburuan sama anak-anak, nggak lagi."


"Jangan gibahin aku lagi sama Arga, atau tongkat bisbol Aa aku potong sampai akar!" ancam Alana.


"Mommy, Daddy, Arga ngantuk!" ujar Arga ikut menyusul Alana. Mata Arga hampir tertutup sakin ngantuknya.


"Selamat tidur sayangnya Mommy." Mengecup seluruh wajah Arga sebelum Alvi membawanya ke kamar sebelah.


Alvi menyandarkan kepala Arga di pundaknya, lalu memanyungkan bibir tebal itu. "Untuk Daddy mana sayang?"


Alana mengeleng tak percaya, sikap Alvi semakin hari bukannya tambah dewasa malah seperti bayi. Alana kembali kamar dan mendapati Baby Aa masih bermain di tempat tidur, saling berebut mainan.

__ADS_1


"Alha, itu mainan kakak sayang jangan di rebut, ini buat Alha," Memberikan mainan lain untuk Alatha karena Agatha tak ingin memberikan mainan yang ia pegang.


Alvi ikut berbaring di samping Alana, memeluk istrinya dari belakang sembari menyanggah kepalanya dengan sebelah tangan, agar melihat aksi lucu Baby A sebelum tidur.


"Arga udah tidur?" tanya Alana memaninkan jari-jari Alvi.


"Hm."


"Pa-pa ... Pa-pa," gumam Agatha melempar mainannya saat menyadari keberadaan Alvi, merangkak naik ke tubuh Alana untuk mengapai Alvi.


"Hap Kena." Alvi langsung mengangkat tubuh Agatha tinggi-tinggi membuat Baby lucu itu tertawa.


Alatha ikut tertawa, merangkak mendekati Alvi sembari mengumamkan kata Papa. Mengerti akan keinginan Alatha, Alana menggangkat tubuh gembul itu ketengah agar bisa menjangkau Alvi.


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak dan terimakasih untuk dukungan kalian😊

__ADS_1


__ADS_2