Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Ekstra Part 9


__ADS_3

Sepanjang perjalanana pulang Alana terus menempel pada Alvi. Laki-laki itu memainkan tangan Alana dan sesekali mengecupnya, bergantian dengan pipi sakin gemesnya, sementara Alana hanya diam saja bersandar pada pundaknya.


"Aa itu ada es krim, aku mau," tujuk Alana pada penjual Es Krim pinggir jalan yang mereka lewati.


"Hendri, ke toko es krim!" perintah Alvi.


"Nggak mau, aku maunya yang tadi," rengek Alana seperti anak kecil, membuat Arga yang tidur di pangkuan Alvi terbangun.


"Itu di pinggir jalan sayang, nggak baik buat kesehatan kamu juga cebong."


"Pokoknya aku mau itu! Atau kita musuhan," ancam Alana.


"Nggak!"


"Aa bentak aku?" tanya Alana dengan mata berkaca-kaca sedikit saja berkedip air mata akan jatuh membasahi pipi cubinya. "Aa jahat nggak pernah mau nurutin keinginan aku, apa-apa dilarang."


Hendri hanya bisa menghelas nafas pasrah mendengar pertengkaran sepasang suami istri di jok belakang, tak pernah sekalipun mereka akur. Hendri melirik dari spion, tetapi bukannya melihat sesuatu, ia malah mendapat tatapan tajam dari sang bos.


"Jaga pandangan kamu kalau tidak ingin kehilangan mata!" ancam Alvi, tak suka jika istrinya di lirik oleh pria lain, baik Hendri sekalipun.


"Daddy jahat, buat Momny Alga nangis!" ujar Arga yang semula diam, "Mommy jangan nangis, Alga juga ikut sedih." Tangan mungil itu perlahan-lahan terulur menghampus air mata di pipi Mommynya, menirukan apa yang sering ia lihat saat Daddynya membujuk sang Mommy.


"Alga sayang sama Mommy," Turun dari pangkuan Alvi lalu memeluk Alana yang masih menangis. "Ayo Mommy, kita cali Daddy balu! Daddy Alvi udah nda sayang sama Mommy."

__ADS_1


"Enak aja nyari Daddy baru, nggak ada, kalian cuma milik Daddy,"


"Tapi Daddy jahat sama Mommy, Alga nda suka Mommy nangis. Kata Ayah Opa, kalau Daddy buat Mommy nangis, Alga halus cali Daddy balu yang baik," jawab Arga masih memeluk Alana dari samping walau tangan mungil itu tak bisa melingkar sepenuhnya karena perut Alana yang besar.


Merasa posisinya terancam dan sedang di pojokkan oleh dua orang tensayangnya, Alvi memerintahkan Hendri putar balik untuk mencari penjual es krim keinginan Alana.


Senyum di bibir gadis itu merekah setelah mobil berhenti tak jauh dari taman, dimana penjual es krim yang ia lihat tadi.


"Hendry, turun dan belilah es krim sebanyak mungkin, pastikan es krimnya sehat untuk kesehatan ibu hamil!" perintah Alvi, sembari memerhatikan penjual es krim yang di kelilingi anak-anak.


"Aku maunya Aa yang beli, bukan kak Hendri," sahut Alana.


Alvi menghela nafas pasrah, mendudukkan Arga senyaman mungkin di samping Alana. "Jangan nakal, jangan nyusahin Mommy!" perintah Alvi setelahnya berjalan kearah taman di bawah terik matahari yang menyilaukan mata.


Sebagai anak yang pintar, Arga nurut apa kata Alvi, duduk di samping Alana walau tangan kecilnya sedari tadi mengelus perut Mommynya, mengajak berbicara seperti apa yang di lakukan Alvi. Ya Arga terbilang anak yang cukup cerdas, sekali melihat ia akan hapal.


Alana seketika tertawa, mencubit gemas bahkan mengecup kedua pipi gembul Arga. "Arga nggak bisa masuk lagi sayang. Kita tunggu dedeknya keluar di perut mommy," jawab Alana.


"Kamu tahu sayang? di dalam perut Mommy ada dua dedek untuk Arga, kalau dedeknya udah keluar di sayang ya!"


"Halus Mommy, kata Daddy aku halus jadi kakak yang baik untuk Dedek," jawab Arga.


"Kak Hendri?" panggil Alana. "Katanya kak Hendri bakal nikah dalam waktu dekat kok batal?"

__ADS_1


"Masih banyak urusan yang harus sayang kerjakan Nona," jawab Hendri tanpa menoleh.


"Kan bisa di kerjakan setelah menikah, minta cuti sama pak Alvi aja dulu," saran Alana.


"Seandainya anda tahu Nona, saya tidak jadi menikah karena kehamilan anda," batin Hendri


Bagaimana tidak, istri bosnya yang Hamil tapi ia juga ikut repot mengurusi keperluan bumil. Tengah malam dapat perintah membeli hal-hal aneh.


Beberapa hari yang lalu dirinya harus bangun jam 2 dini hari hanya untuk memenuhi perintah sang bos untuk menemui pemilik Showroom mobil karena keinginan bumil yang ingin mobil baru.


Alana mengalihkan pandangannya pada Alvi yang masih berdiri di bawah terik matahari menunggu pesanannya. Ia tersipu malu saat pandangan mereka tak sengaja bertemu, dan Alvi mengedipkan matanya sembari tersenyum.


"Yey Es klim," sorak Arga setelah Alvi kembali ke mobil dengan berbagai rasa es krim di tangannya.


"Makasih Aa sayang,"


"Daddy, kata Mommy, dedek Alga ada dua, bental lagi akan kelual di pelut mommy. Tapi Dedek Alga kelur lewat apa? mulut mommy kan kecil Daddy."


Uhuk ... uhuk ... uhuk.


...****************...


Jangan lupa like, komen dan Vote.

__ADS_1


Dedek Arganya gemesin ya,😊



__ADS_2