
Lelah mendengar Alana terus merengek, Alvi memutuskan membawa gadisnya ke tempat liburan yang lumayan jauh dari kota, sebuah bukit yang sangat cantik nan asri. Tapi sebelum itu mereka singgah di rumah orang tua Alana untuk menganti baju dengan yang lebih santai.
Sesampainya di bukit gadis itu tak pernah diam, berjalan kesana kemari hanya untuk mencari vibes yang pas untuk mengambil foto. Melihat gadisnya duduk beralaskan rumput seperti kelelahan dan kepanasan, Alvi mendekat berdiri tempat di samping Alana untuk menghalangi gadis itu dari paparan matahari sore.
Alana mendongak lalu melempar senyum, ia berbalik duduk menghadap Alvi lalu memeluk kedua kaki suaminya. "Aku haus."
"Aa beli air minum dulu." Melepas tangan Alana dari kakinya, tetapi gadis itu malah semakin erat memeluknya. "Alana."
"Nggak jadi haus, gini aja lebih adem." Menyandarkan kepalanya di kaki Alvi, Aneh kenapa hari ini ia tidak ingin Alvi jauh-jauh darinya?
Seakan jika ia membiarkan Alvi pergi, laki-laki itu tidak akan kembali lagi padanya.
"Mau foto di sana nggak?" tawar Alvi menunjuk salah satu tempat di mana jika berdiri di sana mereka dapat melihat pemandangan indah di bawah sana.
Alana mengangguk antusias, berdiri di bantu Alvi gadis itu melengket bagai perangko merangkul lengan suaminya, apa lagi di bukit ini lumayan banyak orang.
"Aa liat deh romantis banget," bisik Alana menunjuk sepasang kekasih di bawah pohon rindang dengan dagunya. "Sampai di cium gitu di tempat umum?" menatap Alvi dalam-dalam.
"Mau juga?"
Alana mengeleng.
Sebelum menuju tempat yang di tunjuk Alvi, ia terlebih dulu membeli minum untuk sang istri.
Alana menarik Alvi mendekat ke sebuah tempat lalu mengarahkan kamera ponselnya, bergaya sesuka hati tanpa memperhatikan ekspresi Alvi tersenyum atau tidak ia mengambil foto seenak jidat. Menarik sudut bibir Alvi. "Senyum."
Cekrek
__ADS_1
cekrek
cekrek
Alana tertawa puas melihat hasil fotonya, sangat lucu, hari ini Alvi benar-benar jadi bonekanya menurut apapun yang ia katakan. Ia meretangkan tangannya. "Gendong Aa!" pintanya tanpa memperdulikan orang-orang yang memperhatikan mereka.
Bukannya nurut Alvi malah manaikkan alisnya, apa lagi saat melihat Alana memanggil salah satu cowok untuk mendekat. "Kak boleh minta bantuan nggak?"
"Boleh," jawab salah satu cowok yang lumayan manis sayangnya datang bersama dua teman cowok tanpa ada gandengan.
"Fotoin kita dong, bentar aja." menyerahkan ponsel berlogo apel gigit pengeluaran terbaru itu pada cowok yang ia panggil.
"Gendong Aa!" pinta Alana lagi.
Tanpa banyak tanya Alvi mengendong Alana seperti anak koala.
"Kak ngambil fotonya random aja ya, ambil sebanyak-banyaknya."
"Makasih kak," ujarnya ketika laki-laki manis itu mengembalikan ponselnya.
Baru saja akan beranjak dari sana ia di panggil oleh ketiga cowok itu lagi. Alana menatap Alvi ketika melihat ketiga laki-laki itu saling menyenggol seperti ingin mengatakan sesuatu tapi malu.
"Boleh nggak kita foto sama kakak? maksudnya anu...itu...gimanasih." Mengaruk kepalanya salting sendiri. "Lo yang ngomong deh." Menyengol teman di sebelahnya.
"Kakak gemesin, makanya kita mau foto, tapi fotonya bareng-bareng kok, boleh nggak?"
Alana kembali menatap Alvi. "Boleh nggak A? sebagai imbalan udah bantu aku tadi."
__ADS_1
"Boleh, tapi kamu di pinggir jangan terlalu dekat."
"Iya."
"Ayo sini kakak-kakak yang manis." heboh Alana pada ketiga cowok yang mungkin seumuran dengannya.
Alana berdiri di depan sementara cowok berperawakan tinggi itu berdiri tetap di balakangnya, mengambil gaya sangat gemoy.
"Geser diki!" intruksi Alvi. "Alana kamu di sebelah kanan biar lebih cantik hasilnya."
Tanpa protes dan curiga Alana berdiri paling kanan mengambil gaya paling ok.
Alvi menyeringai setelah memotret keempatnya, ralat bukan empat tapi tiga tanpa ada Alana di dalamnya. Mana mungkin Ia rela foto istrinya berada di ponsel laki-laki lain.
Usai mengembalikan ponsel itu, Alvi menarik Alana menjauh ke tempat yang ia tunjuk tadi, tempat yang lumayan jauh dari orang-orang sekitar. Sepanjang jalan Alvi mengengam tangan Alana begitu erat.
"Ngapain senyum-senyum?"
"Senang aja ngerjain anak-anak itu."
"Huh?"
"Kamu kira Aa bakal rela kamu foto sama mereka Hm?"
"Jadi...."
Alvi keburu mengangguk sebelum Alana menyelesaikan kalimatnya, seketika gadis itu tertawa lepas merasa lucu akan kelicikan Alvi tadi.
__ADS_1
...TBC...
Jangan lupa vote, komen, dan like yang akak tersayang🤗