
Jadwal proyek di Bandung di tunda satu hari, artinya Alvi tidak jadi berangkat hari ini. Laki-laki itu memanfaatkan waktunya bersama sang istri sebelum pergi. Mengajak gadisnya keliling Ibukota dan ke tempat hiburan-hiburan terdekat.
Sebelum pulang ke rumah, Alvi dan Alana menemui dokter Dion terlebih dahulu, untuk memeriksa keadaan rahim Alana. Apakah ada perkembangan atau tidak.
"Makasih Aa sayang," ujar Alana saat Alvi membukakan pintu mobil untuknya.
Alvi hanya membalas dengan senyuman, menarik tangan Alana, lalu mengenggam tangan gadis itu, berjalan di basemen bawah tanah menuju lift.
"Aaaawwwww," rintih Alana saat seorang laki-laki menabraknya hingga membuatnya tersungkur di lantai.
"Maaf, saya buru-buru. Ada yang sakit?" tanya Kendrik laki-laki yang menabrak Alana.
Kendrik mengulurkan tangannya hendak membantu Alana berdiri, tetapi terlebih dahulu Alvi menepisnya, lalu membantu sang istri berdiri. Tidak akan Alvi biarkan seseorang menyantuh istrinya.
"Pinggang aku sakit Aa," adu Alana mengelus pingganya yang sedikit ngilu karena jauh dalam posisi duduk.
Kendrik mengaruk kepalanya. "Waduh, lakinya apa siapa ya?" batinnya bertanya-tanya.
Alvi membatu Alana mengelus pingganya yang terasa nyeri, ia menatap tajam pada laki-laki yang masih memperhatikan istrinya. "Ngapain liatin istri saya?" tegur Alvi.
"Oh suaminya, kirain omnya. Maaf, begini, saya nggak sengaja nambrak. Udah gitu doang. Takut ada yang parah, patah tulang misalnya," ujar Kendrik.
"Kamu do'a in istri saya patah tulang?"
__ADS_1
"Bukan gitu Aa," ujar Kendrik
Kendrik sontak menutup mulutnya saat menyadari sesuatu. "Eh kok aku ikut-ikutan manggil dia Aa," batin Kendrik.
Rasa sakit Alana seakan menghilang melihat pertengkaran Alvi dengan anak muda di depannya. Apa lagi saat laki-laki itu ikut memanggil suaminya Aa.
Tak ingin perdebat semakin panjang, dan hari mulai gelap, Alana menarik Alvi menjauh.
"Aku lagi nyari kekasih hatiku, kenapa malah lihat 'adengan idih' pasangan itu sih?" gumam Kendri memandangi kepergian Alana dan Alvi.
Sepanjang menyusuri koridor rumah sakit, Alvi tak henti-hentinya mempertanyakan kondisi pinggang sang istri, bahkan lelaki itu hendak membawa Alana ke dokter spesialis tulang.
"Jangan berlebih gini Aa, aku nggak papa," tegur Alana.
Baru saja membuka pintu ruangan dokter Dion, senyum Alana sudah mengembang bersiap menyapa dokter yang sefrekuensi dengannya.
"Malam Neng," sahut Dokter Dion.
"Lah iya," cengir Alana tanpa dosa.
Dokter Dion memulai pemeriksaan dengan bertanya-tanya tentang kondisi dan keadaan Alana belakangan ini, setelah dirasa cukup dan tidak masalah saat melakukan USG Transvaginal untuk mengetahui kondisi rahim sang pasien.
"Udah siap? udah mengkonsumsi banyak cairan sebelum kesini?"
__ADS_1
Alana melirik Alvi sebelum mengangguk, sebenarnya ia tidak terlalu suka melakukan USG Transvaginal, rasanya aneh saat benda itu masuk ke bagian intinya. Tapi ini semua ia lakukan demi mengetahui kondisi rahimnya.
Ia tersenyum ketika genggaman hangat Alvi semakin erat di tangannya.
Setelah suster Lana datang, barulah Alana di suruh berbaring di atas brangkar, dengan kaki di tekuk seperti akan melahirkan. Dokter Lana yang akan memasukkan alat USG Transvaginal ke inti tubuh Alana. Tidak mungkinkan dokter Dion yang melakukannya? yang ada Alvi akan kerasukan.
Hasil USG akan keluar 24 jam, jadi Alana dan Alvi berencana akan berkunjung besok, untuk mengambil hasilnya, dan semoga ada kabar baik kali ini. Di sepanjang jalan menuju rumah, Alvi tak henti-hentinya menggoda Alana.
"Tadi kenapa ekspresinya gitu amat? padahal udah biasa, hampir tiap malam malah," goda Alvi, tapi tatapannya terfokus pada jalan di depannya.
"Pas di keluarin juga, ekpresisnya kaya kecewa gitu," lanjut Alvi, kali ini ia mengarang hanya untuk menggoda sang istri.
"Apaan sih Aa,"
"Nanti Aa puas-puasin di rumah." Alvi mengulum senyum ketika melihat wajah kesal Alana yang sangat mengemaskan.
"Itu sih maunya Aa," sanggah Alana mencubit lengan Alvi.
"Bekal buat tiga hari sayang." bisik Alvi.
***
Jangan lupa budayakan Like, komen, dan Vote
__ADS_1
Oh Iya kalau ada yang kepo dengan kehidupan Dokter Dion, boleh banget mampir di novel ini "Hamil tanpa Suami." karya Tita Dewahasta.
Yang Kepo dengan cerita Kendrik yang mencari sang pujaan hati yang entah kemana, intip di sini yuk. "Simfoni Temaram takdir" Tita Dewahasta.