
Pulang kerja Alvi mendapati Alana tidur dengan posisi duduk di sofa seorang diri, sedangkan anak-anaknya tidak terlihat di seluruh rumah.
"Bi! Anak-anak saya mana?" tanya Alvi saat melihat bibi Neneng melintas hendak kedapur.
"Udah pada tidur Tuan, Den Arga di kamarnya, Neng Alha sama neng Atha di kamar utama,Tuan."
Alvi mengangguk mengerti, berjongkok tempat di hadapan Alana lalu mengecup kening wanitanya sangat lembut dan dalam, setelah itu membopong tubuh mungil itu masuk kedalam kamar lalu menidurkannya di atas tempat tidur. Menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Bukannya terlelap Alana malah terbangun.
"Aa baru pulang? Udah jam berapa ini?" gumam Alana melirik jam dinding.
"Jam sepuluh, Aa tadi kerumah sakit nemenin Kakek," sahut Alvi melepas jaznya. "Maafin Aa ya buat kamu nunggu," lanjutnya.
Alana mengeleng, turun dari ranjang dan menghampiri Alvi, membantu laki-laki itu melepas kemeja putihnya. "Nggak papa, Aa mau mandi dulu? Udah makan malam atau belum?"
"Udah sayang," jawab Alvi mengecup bibir pink Alana. "Aa mandi dulu."
"Aku siapain air hangat."
"Istirahat, Aa bisa sendiri."
Usai mandi dan berpakaian santai, Alvi menghampiri boks berwarna pink putih di pinngir rajang, mencium kedua putrinya telebih dahulu sebelum mengahmpiri Alana di atas ranjang. Alana langsung mengeser tubuhnya bersandar pada Alvi saat laki-laki itu berada di atas ranjang.
"Semenjak Baby A lahir kita hampir nggak punya waktu berdua," gumam Alana.
"Aa kan udah bilang sayang, kita sewa Nani satu aja, cuma buat bantu-bantu kamu. Ada Nani bukan berarti kita jauh dari mereka." Alvi mengurai sedikit demi sedikit rambut indah Alana. Sesekali menghirup aroma rambut yang membuatnya candu.
__ADS_1
"Tapi aku nggak percaya sama siapapun untuk jaga anak-anak. Bawaanya aku selalu was-was kalau mereka nggak dalam jangkauan aku, apa lagi jika bersama orang asing. Aku takut mereka bakal nyakitin anak-anak aku Aa," keluh Alana menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Alvi.
"Itu cuma perasaan kamu sayang. Kamu percaya sama bi Neneng kan? Dia pernah bilang punya anak perempuan seumuran kamu."
Alana mengganguk.
"Coba ajak dia, sekalian kamu punya teman di rumah."
"Nggak mau,"
"Yaudah tidur kalau gitu, keburu baby A bangun."
Alvi bergeser agar segera berbaring, memeluk Alana layaknya bantal guling.
"Cium," pinta Alana.
"Di mana?
Dengan saringan licik, Alvi melaksanakan kan tugasnya, ia mulai dari bibir pink Alana, turun ke leher dan, tangisan Alatha terdegar membuat acara romantis mereka batal lagi.
"Sabar Daddy, sepertinya Atha lebih lapar," tawa Alana beranjak dari tidurnya.
Ok Alvi masih sabar karena memang belum waktunya buka puasa, tapi jika saatnya, Alvi akan egois satu malam saja ingin merebut Alana dari anak-anaknya.
***
Usai sarapan pagi bukannya berangkat kerja, Alvi malah malas-malas dengan ketiga anaknya di tempat tidur, sementara Alana sibuk membereskan kamar yang berantakan juga merawat dirinya mumpung ada waktu. Usai beres-beres dan sudah cantik ia menghampiri 4 orang tersayangnya, berkacak pinggang di pinggir ranjang.
__ADS_1
"Udah jam sepuluh pagi, Arga sama Daddy belum mandi. Ayo mandi cepat!" perintah Alana.
"Malas Mommy," sahut keduanya dan kembali asik pada baby twins A yang kini Alvi dandani layaknya boneka, memotret sana-sini.
"Arga ... Daddy!" geram Alana.
"Alga udah ganteng Mommy."
"Daddy juga," sahut Alvi.
Geram akan tinggkah kedua laki-laki kesayangannya, Alana berjalan semakin dekat lalu menjewer telinga Alvi layaknya anak kecil. Harusnya Alvi bisa menjadi contoh untuk Arga, tetapi suaminya malah seperti anak kecil malas mandi dan suka menjahili baby twins.
"Ayo mandi sama Arga atau telinga Daddy putus," ancam Alana.
"Ampun Mommy, iya ... iya Daddy bakal mandi," mengusap telingannya yang memerah. "Ayo bocil." Mengendong Arga masuk ke kamar mandi.
"Jangan main Air!" teriak Alana.
"Iya Mommy," sahut keduanya.
Alana kini beralih pada Baby twins yang terlihat anteng di tempat tidur asik dengan dunia masing-masing. Alatha sibuk bermain dengan tangannya, sementara Agatha susah payah meraih kakinya.
"Putri mommy cantik banget kayak boneka, di dandani sama siapa sayang? Daddy ya?"
Baby twins menanggapi candaan Alana dengan meraih tangan lentik itu.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote. Mampir juga di novel baru dedek "Cinta dan masa Lalu"