
4 Tahun kemudian
Tak tarasa empat tahun mereka LDR an, Alana terbiasa tanpa kehadiran Alvi begitupun sebaliknya. Akhirnya Alana bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu dan akan menyandang gelar sarjana sebentar lagi setelah wisuda minggu depan.
Kakek Farhan juga sudah pulang ke Indonesia beberapa bulan yang lalu.
Tetapi yang membuat Alana bersedih adalah sifat Alvi satu tahun terakhir. Alvi yang sekarang, tak seperti Alvi suaminya yang dulu. Laki-laki itu banyak berubah dan mulai tertutup padanya.
Walau curiga akan sesuatu, Alana tak ingin bertanya macam-macam karena ia yakin Alvi tidak akan melakukan itu padanya.
Alana menghampiri Alvi yang sedang duduk di sofa menonton film upin-ipin atas permintaanya. Sekarang orang tua Alana juga Alvi berada di Boston untuk menghadiri wisuda Alana minggu depan.
Gadis itu duduk di samping Alvi, lalu memeluk lengan suaminya posesif, menyandarkan kepalanya di bahu Alvi. Akhir-akhir ini ia ingin terus berada di samping Alvi, moodnya akan membaik jika berdampingan dengan suami tercinta.
"Aa?" panggil Alana tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar lebar, tangan satunya sibuk mengambil ciki untuk di masukkan kedalam mulutnya.
"Tadi ada yang nelfon di ponsel pribadi Aa. Suara anak laki-laki manggil Daddy," lirih Alana di akhir kalimat. Sekuat tenaga ia menekan sesuatu yang menganjal di hatinya walau itu sakit, mendongak mencoba tersenyum pada Alvi yang kini mengelus tangannya.
"Cuma orang iseng kan A? iya kan?" tanya Alana penuh harap, menatap mata elang Alvi yang seperti menghindari tatapannya. "Aa jawab aku, itu cuma orang iseng kan?" ulang Alana.
Alvi terdiam entah memikirkan apa, tapi itu malah membuat Alana semakin risau. Suara anak kecil yang ia dengar di telfon tadi sungguh menyayat hatinya.
"Daddy...Alga lindu ama Daddy, kapan pulang?"
__ADS_1
Suara anak kecil itu terus berputar bagai rekaman di kepala Alana.
"Kenapa nangis sayang?" Alvi mengusap air mata Alana, akhir-akhir ini gadisnya sering menangis. "Itu cuma orang iseng, percaya sama Aa."
"Beneran?"
"Iya sayang."
Alvi menenangkan Alana dalam pelukannya, mengusap lengan mulus gadis itu. Mereka kembali menikmati film upin-ipin hingga deringan ponsel Alvi kembali terdengar.
Alvi melepaskan pelukannya, menyambar ponselnya di atas meja lalu berdiri hendak pergi tapi suara Alana menghentikannya.
"Siapa? kenapa harus pergi?"
"Klien sayang," jawab Alvi berjalan meninggalkan Alana seorang diri di sofa.
"Siapa Aa?" Alana mengulang bertanya yang sama.
"Kan udah di jawab tadi, dia clien Aa nggak usah curigaan gitu Alana."
"Gimana aku nggak curiga Aa. Itu ponsel pribadi Aa tapi kenapa ada klien yang menelfon? dan kenapa harus menjauh? dulu juga kalau ada yang nelpon nggak kemana-mana tuh, bahkan Aa sengaja menambah volume biar aku bisa dengar. Tapi kok sekarang beda?"
Alana menundukan kepalanya. "Aku rindu Aa yang dulu," lirihnya. "Aa yang nggak pernah nutupin sesuatu sama aku, apa-apa cerita sama aku."
__ADS_1
"Itu cuma perasaan kamu sayang." Lembut Alvi menenangkan Alana, mengajak gadis itu ke kamar untuk tidur, malam sudah sangat larut dan udara di luar sangat dingin.
Jam dua dini hari, Alana terbangun karena merasakan lapar dan sangat ingin makan sesuatu. Ia membangunkan Alvi, menguncang tubuh laki-laki itu agar segera bangun.
"Bangun Aa, aku lapar mau makan telur dadar buatan Aa," rengek Alana.
Alvi mengusap wajahnya kasar, tingkah Alana benar-benar aneh 3 hari belakangan ini. Setiap tengah malam akan membangunkannya hanya untuk makan sesuatu.
"Aa," rengek Alana.
"Iya sayang, tunggu ya, Aa cuci muka dulu." ujar Alvi turun dari tempat tidur lalu masuk ke kamar mandi, mencuci muka agar lebih fress.
Mereka sekarang berada di dapur, Alana duduk di meja pantri memerhatikan Alvi membuat telur dadar untuknya. Senyumya mengembang saat melihat telur dadar buatan Alvi terhidang.
Dengan lahap, Alana memakan telur dadar itu hingga tandas tanpa campuran apapun.
"Pelan-pelan sayang," Memberikan air minum pada Alana.
"Makasih Aa sayang."
Alvi mengusap pipi Alana yang semakin hari semaki cubi, juga tubuh semakin berisi, mungkin karena akhir-akhir ini Alana banyak makan.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa komen, vote, dan like.