Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Ekstra part 24


__ADS_3

Semenjak ide yang di dapat Alvi ia terapkan, Alana tak lagi kewalahan mengurus baby twins A. Ia punya lebih banyak waktu, mau itu mengurus diri sendiri atau mengurus Alvi. Tak teras usia baby twins hampir dua bulan, dan Aqikah sekaligus pesta penyambutan baby A akan di laksanakan besok malam di sebuah gedung mewah yang telah di dekor sedemikian rupa sesuai permintaan Alana.


Baby twins semakin aktif dan sangat mengemaskan membuat siapa saja yang melihatnya ingin mencubit pipinya, tapi tak semudah itu bisa menyentuh baby twins karena ada pengawal yang selalu menjaganya. Siapa lagi kalau bukan Arga. Arga sangat posesif pada adik-adiknya tidak ada yang boleh menyuntuhnya baik itu Daddynya sekalipun jika belum cuci tanya. Semua ajaran Alana, Arga terapkan membuat siapa saja gemes pada anak itu.


Sembari menunggu kepulangan Alvi. Alana, Arga dan baby twins bermain di halaman depan rumahnya, Arga sibuk berlari kesana kemari sementara Alana duduk di bangku taman bersama kedua anaknya yang berada di atas stroler.


Perhatiannya terahlikan kala seorang gadis cantik kurang lebih 7 tahun memanggilnya bunda. Ia mengernyit mencoba mengigat gadis kecil itu, senyumya mengembang saat tahu siapa anak manis itu.


"Disya sayang," sambut Alana merentangkan tangannya, mempersilahkan anak manis itu masuk ke pelukannya.


"Bunda ... Disya rindu sama bunda. Kenapa bunda pindah rumah? Bunda nggak sayang lagi sama Disya."


Alana mengurai pelukannya, lalu merapikan anak rambut Disya. Ah ia tidak menyangka gadis mengemaskan empat tahun lalu kini tumbuh sangat cantik.


"Sayang dong. Disya kesini sama siapa sayang, Daddy? Sekarang Disya udah sekolah? Makin cantik putri bunda."


"Sama Daddy, tuh." Menunjuk laki-laki berkemeja putih di pos jaga sedang berbincang dengan mang Diman. "Disya udah sekolah dan punya banyak teman, Disya juga udah punya Mommy yang cantik, dan baik seperti Bunda."


"Oh ya." Mata Alana berbinar. "Sekarang Mommynya mana?"


"Di rumah."

__ADS_1


Disya mengedarkan pandanganya dan tertuju pada stroler di belakang Alana. "Itu siapa bunda?"


"Anak bunda, ayo."


Alana menarik tangan Disya lalu memperkenalkan Baby twins, baru saja Disya akan menyentuh tanggannya di tepis oleh anak laki-laki.


"Jangan sentuh dedek Alga, tangan kamu kotol," tegur Arga.


Arga menatap Alana. "Dia siapa Mommy? kenapa tadi meluk-meluk Mommy?"


"Namanya Disya, putry mommy juga sama kayak dedek A."


"Nda boleh," Memeluk Alana posesif, sementara Disya diam saja memperhatikan sikap Arga yang seakan tidak suka dengan kehadirannya.


"Nama aku Disya." Mengulurkan tangannya.


"Alga nda mau temenan sama olang jelek."


"Aku juga nggak mau temenan sama orang sombong kayak kamu," ujar Disya.


Alana mengaruk kepalanya, melihat Arga dan Disya yang sama-sama keras kepala, hingga kedatangan Alvi membuatnya bernafas lega.

__ADS_1


"Wah Ayah kedatangan tamu ternyata," ujar Alvi berjalan mendekati bangku taman bersama Arka di belakangnya.


"Ayah."


"Daddy." Arga mendorong Disya saat gadis itu hendak menghampiri Alvi.


"Arga, nggak boleh gitu sama teman. Daddy nggak pernah ngajarin kamu kasar sama orang lain. Minta maaf sama kakak Disya atau Daddy akan marah," tegur Alvi.


"Maaf," lirih Arga.


"Yang benar sayang," bujuk Alvi.


"Nggak papa pak Alvi, Disya juga nggak masalah, iya kan sayang?" ucap Arka. Di jawab anggukan oleh Disya.


"Maaf kak Disya, tapi Alga nda suka kak Disya megang-megang dedek Alga padahal belum cuci tangan."


"Salaman dulu dong."


Akhirnya kedua anak itu bersalaman dan berbaikan.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote.


__ADS_2