Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Part 155


__ADS_3

Alvi membuka mata untuk keduanya kalinya, tetapi Alana belum juga ada tanda-tanda mau bangun, khawatir sang istri akan kelaparaan, Alvi memutuskan membangunkan Alanan dengan cara yang sangat lembut.


Di ciumnya dengan lembut kening gadis itu, lalu mengecup hidung juga bibir Alana. Setelahnya ia menelusuri pipi gadisnya dengan jari telunjuk dengan sayang.


"Bangun sayang!" ujar Alvi setengah berbisik di telinga Alana.


"Lima menit lagi Aa," gumam Alana semakin erat memeluk tubuh Alvi.


"Kamu nggak lapar, Hm?"


"Lapar, tapi aku masih ngantuk, lelah juga. Pangkal baha aku pegal," ujar Alana mengeluarkan seluruh keluh kesahnya akibat perbuatan Alvi semalam. Gadis itu menatap suaminya dengan bibir di manyung-manyungkan pertanda ia sedang kesal. Tapi Alvi malah tersenyum sangat lebar melihatnya.


"Pagi Neng geulisnya Aa." Alvi kembali mengecup kening Alana sebagai penyambut pagi, ralat bukan pagi, tapi hampir siang.


Blush


Lagi dan lagi semburat merah di wajah Alana mengembul begitu saja, tetapi gadis itu tak ingin mengakui bahwa dirinya baper hanya karena sapaan biasa Alvi. Alana malah mencubit perut Alvi di bawah selimut.


"Aku masih marah ya sama Aa," gerutu Alana.


"Yah," sahut Alvi sengaja membuat ekspresi wajahnya sesedih mungkin, ia menjatuhkan kepalanya pada ceruk leher sang istri di mana banyak tanda yang ia buat di sana. "Padahal Aa mau ngajak kamu jalan hari ini," lanjut Alvi.


"Nggak ngaruh, wlee," ledek Alana hendak bangun tetapi Alvi menahan tubuhnya dengan sebelah kaki.

__ADS_1


"Aa masih nyaman dengan posisi ini sayang."


Alana mencibir dalam hati. Iyalah nyaman secara sebelah kaki Alvi berada di atas pahanya, sampai Alana harus merasakan tongkat bisbol yang sebentar lagi On, makanya gadis itu ingin melarikan diri, sebelum mendengar rengekan sang suami.


Berhasil meloloskan diri, Alana berlari masuk kedalam kamar mandi hanya menggunakan baju kaos Alvi yang kebesaran. Membersihkan diri sedikit lama. Jujur saja bukan hanya paha, tapi seluruh tubuhnya remuk seremuk-remuknya, bahkan ini lebih parah saat malam pertama mereka. Entah obat seperti apa yang Tania tuankan pada makanan sang suami.


Alana mengelengkan kepalanya jijik, tak bisa membayangkan jika dirinya telat sedikit saja dan Alvi masuk jebakan.


"Alana!" panggil Alvi dari luar. "Kamu nggak papa kan?" tanyanya, pasalnya Alana hampir sejam di kamar mandi belum juga keluar.


"Iya Aa, bentar lagi," sahut Alana.


Alana mendengus, saat sadar tak ada satupun pakaiannya layak pakai karena Alvi merusak semuanya, alhasil gadis itu memakai kaos Alvi yang besih, tentu saja tanpa dalaman.


Merasa sedikit risih dengan penampilannya, apalagi Alvi terus menatapnya, Alana memutuskan meminjam dalaman milik Alvi.


"Minjam apa sayang," sahut Alvi.


"Nggak usah pura-pura bego Aa, atau aku makin marah."


Sembari menunggu sarapan sekaligus makan siang, juga baju untuk dirinya yang akan di bawakan kak Hendri. Alana duduk lesehan di karpet bulu, bersandar di dada bidang Alvi yang kini memainkan rambutnya.


"Kesini sama siapa?" tanya Alvi.

__ADS_1


"Sama Salsa, tapi dia udah pulang di jemput sama abang El, sekalian bawa mis Tania."


"Kok Tania?"


Alana mengedikkan bahu tak tahu juga kenapa ayah Kevin menyuruh Samuel membawa Tania juga Salsa kembali ke Ibukota.


"Lain kali kalau mau pergi jauh pakai sopir sayang, gimana kalau kamu capek, hm."


"Aa tau aku kesini karena apa?" tanya Alana memutar tubuhnya menghadap Alvi. Gadis itu tak ingin mendengar omelan Alvi.


"Karena nggak bisa tidur kalau nggak sama Aa," jawab Alvi dengan pedenya.


"Itu mah Aa," cibir Alana.


Gadis itu bangkit dari duduknya, mengambil satu lembar kertas juga lembaran berwarna hitam yang di isi map coklat, lalu menyerahkannya pada Alvi.


Dengan seksama Alvi memeriksa lembaran demi lembaran yang di berikan Alana, sudut bibirnya membentuk lingkaran, ia menatap Alana penuh haru. Tak menyangka perkembangannya akan sepesat ini.


"Sekarang 50%, besoknya lagi semakin bertambah, hingga 100% dan aku bisa punya baby lucu, imut dan mengemaskan. Aa aku udah nggak sabar." Memeluk tubuh Alvi.


***


Jangan lupa budayakan like, komen, dan Vote.

__ADS_1


Mampir di novel kakak aku juga yuk di jamin nggak kalah seru



__ADS_2