Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Ekstra Part 25


__ADS_3

Pesta akan di mulai 30 menit lagi, seluruh keluarga Adhitama sudah berkumpul di aula, tetapi Tuan rumah masih berada di dalam kamar hotel bermesraan. Alvi tak membiarkan Alana beranjak sedikitpun, ia ingin mengambil kesempatan sebelum anak-anaknya sedang di asuh oleh para Oma nya.


Alvi menarik pinggang Alana yang kini mematut dirinya di depan cermin, membenamkan bibir tebalnya di tengkuk sang istri.


"Sepuluh menit," pinta Alvi.


Alana berbalik sembari tersenyum, gemas melihat ekspresi Alvi. "Yakin cuma sepuluh menit? Puas?"


"Makanan pembuka aja dulu, mumpung anak-anak ada yang ngasuh."


Alana pasrah saat Alvi mulai menjelajahi ceruk leher jejanganya. Dengan syarat Alvi tidak boleh mencium wajah apa lagi bibirnya, karena ia tidak ingin make upnya hancur.


Lenguhan mulai terdengar saat Alvi meninggalkan tanda pada buah semangkanya, tangannya meremas rambut rapi Alvi.


"Daddy sama Mommy ngapain? Oma nyaliin di bawah." Suara Arga berhasil menghentikan kegiatan Alvi. Untung saja Alana berdiri membelakangi pintu, jika tidak Arga akan melihat semuanya.


"Kebiasaan nggak ngunci pintu," gumam Alana memperbaiki dress yang ia pakai. Ia sengaja memakai dress resleting atas agar mudah membukanya saat baby A lapar, tapi ternyata Daddynya lebih lapar.


Mereka kini berjalan beriringan menuju lobi tempat acara berlangsung, Alana meringis ketika tatapan tajam bunda Anin menghunusnya. Tentu saja bunda Anin marah, di sini dirinya yang punya Acara tapi dialah paling telat datang.


Tamu-tamu mulai berdatangan, tamu lebih dominan rekan bisnis orang tua juga suaminya, ia hanya mengundang beberapa teman sekolahnya juga, ah dia juga mengundang kak Raga dan kak Dave yang kebetulan ada di Indonesia anpa sepengataun Alvi.


Acara berlangsung begitu meriah, beberapa vokalis terkenal di undang untuk bernyanyi ikut memeriahkan pesta. Sesi pemberian selamat akhirnya datang, Alana mulai kewalahan menerima ucapan selamat dari para tamu. Kado di sudut ruangan mulai mengunung dari para tamu.


"Jadi ini kejutannya, sampai berbulan-bulan gue nggak tau jenis kelamin anak lo," cibir Salsa bermain dengan baby A di gendongan Alana.


Alana pernah mengatakan jenis kelamin anak-anaknya akan di ketahui saat pesta kerena ia berencana mengejutkan semua orang dengan dekoransinya. Ia beberapa hari lalu memposting sesuai di Ig. Jika dekorasi pesta dominan warna biru itu artinya anaknya laki-laki dan jika dominan warna pink makan anaknya perempuan.


Dan kini rasa penasaran semua orang terjawab setelah melihat dekorasi pesta dominan warna pink bak istana berbie.


Arga yang sedari tadi diam saja, berdiri lalu memperbaiki jas ya ia pakai saat melihat Om Dito menghampiri mereka dengan mengandeng seorang gadis cantik seumuran dengannya.


"Hay Alana," sapa Arga pada anak Om Dito. Mereka sering bertemu, tetapi Alana sangat judes pada Arga karena bocil itu selalu menjahilinya.


"Heh bocil, ingat umur," peringatan Alvi.


"Cinta nda memandang usia Daddy," jawab Arga. " Kata om Layha," lanjutnya membuat semua orang yang berkumpul tertawa.


"Selamat Al atas kehadiran baby Twinsnya. Cantik mirip banget sama pak Alvi," ujar Dito

__ADS_1


"Harus, kan saya suaminya," jawab Alvi masih punya dendam pribadi pada Dito.


"Yang bilang suaminya Cha eun woo siapa pak?" sahut Rayhan.


Tawa kembali terdengar di antara mereka, hingga perhatian tertuju pada pada bocil yang berusaha menggoda Alana.


"Duduk sini Alana baleng Alga," Menepuk sofa singgel yang bisa memuat 2 orang bocil.


"Alana nda mau, Alga nakal telus jelek," ujar Alana menatap tak suka pada Arga lalu menarik tangan Daddynya. Ya Alana terkenal jutek pada anak seusianya.


Pesta terus berlanjut hingga jam 12 malam, rekan-rekan bisnis ayah Kevin juga Alvi pamit satu persatu, tetapi teman-teman Alana baru berdatangan karena memang wanita itu sengaja memberi jam yang berbeda dengan tamu Alvi dan ayah Kevin. Kini hanya dirinya dan Alvi, sementara yang lainnya sibuk pada dunia masing-masing, Arga dan Baby twins juga sudah tidur bersama bunda Anin.


Senyumnya mengembang melihat satu perempuan, dua laki-laki berjalan menghampirinya Mereka adalah Anita, Dave dan Raga.


"Kirain kalian nggak bakal datang," sambut Alana cipika-cipiki dengan Anita.


"Datang dong, mau liat ponakan cantik, mana nih?"


"Yah udah tidur, mau ketemu?"


"Next time aja takut ganggu babynya, masih banyak waktu."


"Terimakasih, sudah repot-repot datang kemari." Alvi lebih dulu menyambut tangan Dave sebelum Alana. Alvi tidak akan membiarkan siapapun menyentuh istrinya.


Pesta berakhir jam 1 dini hari, tamu terakhir yang datang adalah pak Arka dengan istrinya tanpa kehadiran Disya. Sama seperti kisah cintanya dengan Alvi. Arka juga menikah dengan mahasiswanya sendiri.


Jika Alvi sibuk dengan Arka maka dirinya sibuk dengan istri pak Arka berbicara banyak hal, ia tak henti-hentinya tertawa mendengar cerita dari Kiara istri kak Arka saat awal mereka bertemu.


"Kamu bunda cantik yang sering di ceritakan Disya kan?"


"Sepertinya."


"Nggak salah sih, kamu tipe orang yang menyenangkan."


"Mommy cantik dan baik, Itu kata Disya saat menceritakan tetangmu."


Setelah kepergian Arka dan istrinya, tanpa menunggu waktu, Alvi mengendong Alana menuju kamar Suite Room di lantai paling atas.


"Nggak akan Aa biarkan kamu lolos malam ini sayang." Seringai Alvi di balas tawa oleh Alana. Gadis itu tak henti-hentinya mengulum senyum dalam gendongan Alvi, sesekali mengecup bibir tebal menggoda itu.

__ADS_1


"Jangan ngadi-ngadi Aa, aku belum pasang alat kontrasepsi. Aku belum siap jika Baby A punya dedek."


"Hanya semalam tidak akan membuatmu hamil sayang," bisik Alvi.


Alvi membuka pintu dengan sebelah tangannya, lalu menutup pintu dengan menendangnya. Membaringkan Alana perlahan-lahan di kasur empuk, meraih remot Ac lalu menyetelnya sedingin mungkin. Kemudian Alvi beralih pada remot pintu untuk menguci pintu kamar agar tidak ada yang bisa menganggunya baik anak-anaknya sekalipun. Malam ini ia akan buka puasa sepuas mungkin.


"Nggak sabaran banget suami aku," goda Alana menarik dasi Alvi agar laki-laki itu menunduk mengecup bibir tebal Alvi. ********** perlahan-lahan, menjelajahi rongga mulut Alvi.


Satu persatu tangannya membuka kancing kemeja Alvi, menyusuri leher laki-laki itu dengan bibir pink miliknya meninggalkan bekas kepemilikan yang biasa Alvi tinggalkan di tubuhnya. Mengelus perut kotak-kotak Alvi.


Tubuh Alana terjerambah, saat Alvi mendorong tubuhnya lalu menindih tubuh mungil itu, melucuti satu persatu pakaian yang di kenakan Alana hingga tak tersisa satupun. Menjamah tubuh istrinya dengan penuh kelembutan. Hingga tercipta suara lenguhan yang semakin membakar ga*irah Alvi. Malam ini ia benar-benar menepati janjinnya, membuat Alana merasakan kenikmatan hingga membuatnya terbang mencapai puncak nirwana.


"Love you Mommy," bisik Alvi sebelum tubuhnya ambruk dalam pelukan Alana.


"Love you too Daddy," balas Alana dengan nafas terengah-engah.


...END...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Terimakasih kakak-kakak tercinta sudah mau mengikuti Alvi dan Alana sampai sejauh ini. Love you buat kalian yang senantiasa mendukung Dedek dalam barkarya.


Jangan lupa mampir di cerita baru dedek.


- Cinta dan masa Lalu ( Kisah Azka dan Salsa beserta anggota Avegas, kalian akan menemukan Alana sebelum bertemu dengan Alvi)


-Kukira Cupu ternyata Suhu (Kisah gadis cupu yang bertekad mengubah hidup dan penampilannya untuk membalaskan dendam pada orang-orang yang membulinya di masa lalu)


Dedek juga ada rencana buat novel anak-anak Alana dan Alvi.


Kalian mau yang mana?


-Cerita Arga?


-Cerita Agatha?


- Cerita Kak Arka?

__ADS_1


__ADS_2