Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Ekstra Part 15


__ADS_3

Hampir empat bulan Alana tinggal di rumah baru setelah kejadian tenggelam di kolam renang. Awalnya ia tak nyaman tapi seiring berjalannya waktu mereka kembali mencoptakan suasana hangat dan romantis. Arga yang semakin cerewet dan Alvi yang semakin posesif.


Tak melihat keberadaan Arga maupun Alvi di kamar, bumil yang hampir brojol itu mengambil benda pipihnya. Membuka akun toktok lalu menyandarkan ponselnya pada meja. Dari kemarin ia sangat ingin ikut trend dance yang viral.


"Akhirnya keinginan lo bakal terwujud Al," gumam Alana senang.


Baru beberapa gerakan, deheman seseorang di ambang pintu menghentikan nya. Ia meringis langsung mematikan ponsenya, saat Alvi mentapnya dengan tajam.


"Ngapain video joget-joget gitu? mau pamer sama siapa?" tanya Alvi mendudukkan dirinya di sofa. "Kamu itu lagi hamil, bentar lagi lahiran sayang. Nggak takut cebonya keluar," omel Alvi.


"Aku cuma pengen nyoba Aa. Di toktok mereka kayak asyik banget," jawab Alana.


"Yaudah joget," ujar Alvi.


"Beneran."


"Serius, tapi di depan Aa jangan video diri kamu, cuma pengen gerasain kan?"


"Nyenyenye," cibir Alana, berjalan perlahan kearah Alvi. Perut yang besar dengan kaki sedikit menbengkak membuatnya sedikit susah berjalan.


"Kamu itu terlalu mahal untuk di nikmati banyak orang. Aa orang yang sangat beruntung karena memlikinya," ujar Alvi mengecup pipi Alana setelah bumil itu berada dalam pangkuannya.


"Aku berat?"


"Nggak."

__ADS_1


"Kalau gitu gendong aku ke sana." Menunjuk meja rias. "Setelah itu bawa aku ke kasur," lanjutnya.


Dengan senang hati, Alvi mengendong Alana menuju meja rias, memperhatikan bumil itu mengambil sebuah kotak, sepertinya kotak itu familiar bagi Alvi.


"Aa tahu kotak ini? aku nemu pas kak Hendri mindahin barang-barang Aa dari rumah lama,"


Alvi meruntuki kebodohannya, ia baru ingat kotak itu. Kotak beludru berwarna merah yang ia sembunyikan di laci paling bawah saat ulang tahun Alana 4 tahun hang lalu. Ia lupa memberikannya pada Alana.


"Tau, seharusnya itu jadi kado ulang tahun kamu empat tahun yang lalu. Tapi karena Aa ngambek jadi kelupaan sampai sekarang," jawab Alvi santai. "Udah buang aja. Modelnya udah ketinggalan zaman," lanjutnya.


"Idih, biang iji," cibir Alana. "Sok kayak banget," lanjutnya.


Alana membuka kotak itu, kotak yang berisi sebuah kalung intan permata, disana tertulis namanya dengan indah.


"Pasangin sayang,"


"Apaan sih, orang aku mau pakai. Anggap aja Aa udah buang kalung ini terus aku pungut karena cantik," getutu Alana.


"Alana!"


"Apa sayang? haus, mau minum susu? pasangin dulu kalau gitu," goda Alana mengedipkan mata indahnya. Belakangan ini Alvi memang sering seperi baby, bahkan laki-laki itu pernah bilang.


Yang asli tetap punya Aa, cebong minum susu formula aja.


Dengan seringai licik Alvi memasang kalung itu di leher Alana, menyingkirkan anak rambut yang menghalangi leher jengan bumilnya. Usai memasang kalung, Alvi mulai menyusuri leher Alana dari belakang hingga depan. Mengecup mengemut. Tangannya mulai tak terkendali, membuat kancing bagian atas baju Alana hingga memperlihatkan buah semangka yang sangat menggoda. Buah yang selalu membuatnya mabuk setiap malam.

__ADS_1


"Pintu," lirih Alana.


"Udah di kunci sayang," bisik Alvi dengan nafas memburu.


Alvi kembali melanjutkan aktivitasnya, kini bibir tebal itu mulai turun mencicipi buah semangka manis itu.


"Oh Shi*t," umpat Alvi saat mendengar ketokan pintu.


"Daddy ... Mommy ..., kenapa kamalnya di kunci Alga pengen masuk!" teriak Arga.


"Mommy lagi mandi sayang, tunggu sebentar," sahut Alana.


Alana beralih mengelus rambut Alvi yang kini membenamkan wajah di kedua buah semangkanya. "Minum susunya di tunda dulu ya Baby besarnya Mommy. Sekarang anaknya lagi nyariin," ujar Alana mengulum senyum.


"Lima menit," pinta Alvi memelas.


"Daddy sama Mommy ngapain? Alga mau masuk." Teriakan kembali terdegar.


"Mau jenguk adik kamu," gumam Alvi kesal, membuat tawa Alana semakin pecah.


Alana merapikan kembali baju tidurnya lalu membuka pintu untuk putra tersayangnya.


...****************...


Jangan lupa like, komen dan vote. Mampir juga di cerita baru dedek "Cinta dan Masa lalu"

__ADS_1


Yang sabar ya Daddy



__ADS_2