Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Part 162


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua nya Alvi dan Dokter Angga membawa kakek Farhan ke London untuk bertemu Dokter Anwar, di sana sudah ada Ayah Kevin menunggu.


Semuanya berjalan lancar, apa yang di takutkan Alvi tidak terjadi, di mana kakek Farhan akan mengalami drop selama perjalanan. Berada di London membuat Alvi semakin dekat dengan sang istri. Jika dulu perjalan ke Boston 22 jam, sekarang hanya bisa di tempuh tujuh jam perjalanan.


Sibuk mengurus kakek Farhan di London Alvi mengingkari janji untuk pertama kalinya, yaitu tidak datang mengunjungi Alana padahal mereka berpisah sudah seminggu lebih. Tetapi Alana tidak marah dan memakluminya.


Karena mereka selisih lima jam, Alvi sengaja begadang hanya untuk menemani sang istri tidur, jarum jam menunjukkan angka 12 malam hari, artinya di Boston masih jam delapan malam.


Alvi merebahkan tubuhnya di atas ranjang, mendial no istri tercinta, sekali deringan panggilannya dijawab dan menampilkan wajah mengemaskan dengan rambut basah. Alvi menelan salivanya kasar melihat Alana hanya memakai piyama dengan belahan dada yang sangat rendah, hingga gunung kembar itu hampir terlihat dengan jelas.


"Gimana keadaan kakek A?"


"Belum ada perkembangan sayang," jawab Alvi tanpa mengalihkan perhatiannya dari benda kenyal itu. Senyumnya mengembang kala Alana menyadari tatapan mesumnya, dengan cepat gadis itu manarik selimut lalu menutupi abjek yang membuatnya panas dingin.


"Jangan mesum! Ntar ke pengen nggak bisa megang," cemberut Alana.


"Dikit aja Al," Alvi memelas.


"Nggak ada ya," sahut Alana.


Sama seperti malam-malam sebelumnya, Alana selalu menceritakan kegiatannya di kampus, juga teman-teman yang ia temui. Alvi juga melakukan hal yang sama, walau laki-laki itu lebih banyak diam dan hanya fokus menatap bibir atau mata cantik Alana, mendengarkan segala keluh kesal sang istri.


"Semua pintu udah di kunci kan? udah makan?" tanya Alvi saat menyadari mata Alana mulai sayu pertanda mengantuk, padahal Alvi masih ingin melepas rindu dengan sang istri.

__ADS_1


"Udah," lirih Alana.


"Selamat tidur istriku,"


"Jangan di matiin dulu," rengek Alana temenin aku tidur."


Alvi menggangguk sembari memberi sun jauh pada Alana, lalu menyuruh gadis itu tidur, sesuai permintaan Alana. Alvi tak memutuskan sambungan telfonnya, ia terus menatap wajah teduh sang istri. Mata Alana perlahan-lahan tertutup hingga mulai terdengar dengkuran halus.


***


Berada jauh dari Alvi mengajarkan Alana apa artinya sebuah kebersamaan, kini ia lebih menghargai keberadaan Alvi di sisinya, tak lagi egois memetingkan diri sendiri, memaksakan kehendak agar Alvi selalu menuruti keinginannya.


Setelah melewati berbagai peraturan sebagai mahasiswa baru, Alana mulai kuliah layaknya mahasiswa lain.


Hari ini hari pertama Alana belajar, semua berjalan lancar walau ia belum mendapat teman sefrekuensi dengannya.


Menghindari sebuah bola yang mengarah kearahnya, Alana mundur tanpa memerhatikan di sekitarnya. Alhasil ia menabrak seorang laki-laki yang membawa banyak buku.


Buku-buku itu kini berserakan di lantai, Alana membantu laki-laki itu.


"Sorry, gue nggak sengaja," cicit Alana merasa bersalah menyerahkan beberapa buku di tangannya.


"It's okay," jawab laki-laki itu sembari tersenyum. Jujur saja ia langsung tekesima dengan wajah imut Alana dengan polesan makeup natural yang jarang ia temui selama kuliah di sini.

__ADS_1


Alana hanya menggangguk hendak pergi, tetapi laki-laki itu mencegahnya.


"Tunggu,"


Alana berbalik.


"Lo Alana kan?" Raga kembali bersuara setelah mengenali wajah itu.


"Iya, kenapa kak?"


Raga mengulurkan tangannya sembari tersenyum akhirnya ia bertemu dengan gadis yang berhasil memikat hatinya saat pertama kali bertemu.


"Nama gue Raga, asli Indonesia kayak lo, senang bisa bertemu lo lagi," ujar Raga.


Alana semakin binggung, siapa laki-laki dihadapannya, kenapa laki-laki itu tahu namanya dan senang bisa bertemu lagi? kapan ia bertemu laki-laki ini?


"Ah lo pasti nggak ingat gue siapa. Lo ingat cowok yang lo tabrak pas di grandmedia dulu? waktu itu lo sama laki-laki yang lo panggil Aa."


Ingatan Alana mulai pulih, ya dia pernah bertemu seorang cocok di grandmedia, pas awal-awal menikah dengan Alvi.


"Laki-laki itu beneran suami lo?" tanya Raga masih penasaran tentang hubungan Alana.


"Iya dia suami gue," jawab Alana. "Gue duluan ya, maaf sekali lagi."

__ADS_1


...****************...


...Jangan lupa vote, komen, dan like....


__ADS_2