Hay Pak Guru

Hay Pak Guru
Part 154


__ADS_3

Langkah Alana terhenti ketika seseorang memanggilnya, ia dan Salsa berbalik dan mendapati seorang pelayan hotel menunduk dengan jari-jari tangan saling bertaut.


"Kenapa mbak," tanya Alana sopan.


"Anda benar istri Tuan Alvi Nona?" tanya sang pelayan. Pelayan yang telah menerima suap dari Tania itu memutuskan menemui Alana untuk menceritakan semuanya sebelum terlambat.


"Tadi ada seorang wanita menuangkan obat kedalam jus Tuan Alvi Nona."


Deg, jantung Alana berdetak sangat cepat, tanpa mengatakan apapun ia berlari menyusuri koridor untuk menemui sang suami, jangan sampai wanita ruba itu berbuat macam-macam pada suaminya.


***


Obat dalam tubuh Alvi mulai bereaksi, laki-laki berperawakan tampan itu terus menyetel Ac dengan suhu yang lebih rendah, tapi tetap saja ia merasa kepanasan. Air minum di atas nakas juga habis ia minum. Namun, tak mampu meredakan hawa panas dalam tubuhnya.


Alvi membuka pintu saat seseorang mengetuknya, dan mendengus ketika melihat Tania berdiri dengan senyuman, tentu saja dengan pakaian sedikit terbuka.

__ADS_1


"Gue malas berdebat sebaiknya lo pergi!" usir Alvi hendak manutup pintu dengan sisa tenaga yang ia punya untuk mengendalikan diri melihat tubuh Tania yang sangat menggiurkan.


"Alvi lo sakit?" Menahan pintu dengan kakinya mendorong sedikit kuat hingga seluruh tubuhnya benar-benar masuk kedalam kamar. Dengan seringai licik, ia mengunci pintu kamar.


Nafas Alvi semakin memburu, kala tangan Tania dengan nakal menyentuh jakungnya yang naik turun.


"Jangan sentuh gue!" perintah Alvi dengan sisa-sisa akal sehatnya. Menepis tangan Tania dari tubuhnya.


"Ayolah Alvi, jangan munafik, lo pasti butuh gue sekarang."


"Dasar wanita murahan!" teriak Alana penuh amarah, nafas gadis itu memburu, melihat kelakuan Tania yang tak mencerminkan gelarnya. "Apa segitu nggak lakunya tubuh lo sampai harus menggoda suami orang? Hah!" Mendorong tubuh Tania lalu menjambak rambut sebahu wanita itu.


Tak ingin kalah, Tania membalas jambakan Alana dan terjadilah jambak-mengjambak antara keduanya. Salsa melerai dan memperingatkan Alana bahwa sekarang bukan saatnya menghakimi Tania. Tapi yang jauh lebih penting adalah kondisi Alvi sekarang. Salsa yakin Alvi sangat tersiksa menahan hasrat itu. Ia pernah merasakannya saat di jebak, dan berakhir di ikat oleh Azka demi kebaikannya.


Salsa menarik Tania keluar dari kamar itu, kini gilirannya yang akan memberi pelajaran pada pelakor yang berani mengusik rumah tangga sahabatnya.

__ADS_1


Di sisi lain, Alana tengan kewalahan meladeni keganasan Alvi akibat obat sia*lan itu, entah berapa banyak Tania memasukkan obat hingga Alvi benar-benar hilang kendali. Alana meladeni Alvi hingga efek obat sia*lan itu benar-benar hilang di tubuh sang suami.


***


Matahari mulai mengintip malu-malu, keluar dari peraduannya, menghangatkan bumi dari dinginnya embun pagi. Sinarnya mulai mengganggu sepasang suami istri yang masih bergelung di dalam selimut saling berpelukan.


Alvi tersentak saat merasakan lengannya menyentuh sesuatu yang hangat. Perlahan-lahan memorinya berputar pada malam itu, malam di mana Tania masuk ke kamarnya dan setelahnya ia tidak tahu bagaimana akhirnya. Alvi enggan membuka mata, takut apa yang ada dipikirannya benar-benar terjadi. Wanita di sampingnya adalah Tania.


"Aku lelah Aa," gumaman seseorang di sampingnya berhasil membuat Alvi membuka mata.


Sudur bibir Alvi membentuk lengkungan melihat siapa yang berada dalam dekapannya, gadis yang sangat ia cintai. Entah ia tidak tahu Alana datang dari mana, tapi ia bersyukur gadisnya datang tepat waktu, jika tidak, mungkin ia akan hidup dalam rasa bersalah seumur hidupnya.


Tak ingin mengganggu tidur sang istri, Alvi kembali memejamkan matanya.


***

__ADS_1


Jangan lupa budayakan like, komen, dan Vote.


__ADS_2